Current Issues

WHO: Kerumunan EURO 2020 Picu Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

Dwiwa

Posted on July 2nd 2021

Pertandingan Euro 2020 Grup D Inggris vs Skotlandia di Stadion Wembley, London, Inggris. REUTERS/Frank Augstein

Sejumlah negara di benua Eropa kembali menghadapi lonjakan infeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lonjakan kasus ini dipicu kerumunan di stadion sepak bola Euro 2020 dan di pub serta bar di kota penyelenggara.

Dilansir Reuters, angka infeksi Covid-19 telah menurun dalam 10 minggu terakhir. Namun, semuanya telah usai dan gelombang infeksi baru tidak akan bisa dihindari jika penggemar sepak bola dan lainnya lengah. Begitu pernyataan yang dirilis WHO.

Pekan lalu, jumlah kasus baru naik 10 persen. Ini dipicu kombinasi kerumunan di kota-kota tuan rumah Euro 2020, banyaknya perjalanan serta pelonggaran pembatasan sosial. 

"Kami perlu melihat lebih dari sekadar stadion itu sendiri. Kita perlu melihat bagaimana orang-orang sampai di sana, apakah mereka bepergian dengan konvoi bus besar yang penuh sesak? Dan ketika mereka meninggalkan stadion, apakah mereka pergi ke bar dan pub yang ramai untuk menonton pertandingan? Peristiwa kecil terus-menerus inilah yang mendorong penyebaran virus," kata petugas darurat senior WHO, Catherine Smallwood, kepada wartawan.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer menyebut keputusan badan sepak bola Eropa UEFA untuk mengizinkan kerumunan besar di Euro 2020 sama sekali tidak bertanggung jawab.

UEFA mengatakan kepada Reuters bahwa langkah-langkah mitigasi di tempat tuan rumah telah sepenuhnya selaras dengan peraturan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan masyarakat setempat. 

Peningkatan kasus Covid-19 terjadi karena varian virus Delta yang lebih menular dan menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa. Pihak berwenang Skotlandia mengatakan jika hampir 2.000 orang yang tinggal di Skotlandia telah menghadiri acara Euro 2020 saat terinfeksi Covid-19. Banyak di antaranya yang menghadiri pertandingan penyisihan grup melawan Inggris di London pada 18 Juni. 

Peningkatan infeksi telah menimbulkan kekhawatiran bahwa gelombang ketiga dapat menyebar ke seluruh Eropa pada musim gugur jika orang tidak divaksinasi. "Kekhawatiran akan lonjakan musim gugur masih ada, tetapi apa yang kita lihat sekarang adalah bahwa itu mungkin datang lebih awal," kata Smallwood.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
WHO Sebut Varian Delta Sebagai Jenis “Terkuat” dan “Memburu” yang Lemah

Current Issues
Muncul Varian Corona Delta Plus Muncul di India, Lebih Berbahaya dari Delta?

Current Issues
Studi: Kasus Varian Delta Miliki Viral Load 300 Kali Lebih Tinggi