Current Issues

Berlaku 3-20 Juli, Ini Aturan PPKM Darurat di Jawa-Bali

Dwiwa

Posted on July 1st 2021

Peningkatan kasus Covid-19 yang semakin menggila telah membuat Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali.

Terhitung mulai 3 Juli hingga 20 Juli mendatang, wilayah di kedua pulau ini akan memberlakukan sejumlah aturan ketat terkait mobilitas penduduknya. Total ada 122 kabupaten/kota yang terdiri dari 48 kabupaten/kota yang asesmen situasi pandeminya level 4 dan 74 kabupaten/kota yang asesmen situasi pandeminya di level 3.

Baca juga: Ini Daftar Kabupaten/Kota yang Terapkan PPKM Darurat Paling Ketat

Dengan penerapan PPKM Darurat dari 3-20 Juli ini, ditargetkan akan ada penurunan penambahan kasus konfirmasi kurang dari 10 ribu kasus/hari. Lalu apa saja aturan yang berlaku selama periode ini?

Berdasarkan dokumen yang diterima Mainmain.id, ada 14 poin cakupan pengetatan aktivitas yang akan diberlakukan selama periode PPKM Darurat di Jawa dan Bali.

1. Sektor non-esensial melakukan work from home (WFH) 100 persen.

2. Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online atau daring.

3. Sektor esensial diperbolehkan 50 persen work from office (WFO) dengan protokol kesehatan dan untuk sektor kritikal boleh 100 persen WFO dengan protokol kesehatan. 

Sektor esensial ini meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penangan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

Sektor kritikal termasuk energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari boleh beroperasi sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Sedangkan apotik dan toko obat bisa buka 24 jam.

4. Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.

5. Pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

7. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara.

9. Kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

11. Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi. Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

12. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

13. Masker tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar rumah. Tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa penggunaan masker.

14. Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah tetap diberlakukan.(*)

Baca juga: Ini Daftar Kabupaten/Kota yang Terapkan PPKM Darurat Paling Ketat

Artikel Terkait
Current Issues
Marah Diingatkan karena Gak Pakai Masker? Mungkin Orang itu Mengalami Hal ini...

Current Issues
Covid-19 di Indonesia Menggila, Ini Tips Aman Agar Tidak Tertular Varian Baru

Current Issues
Ini Lima Poin Persiapan Hadapi Pandemi Covid-19 Jadi Epidemi di Indonesia