Current Issues

Apakah Vaksin Asal Tiongkok Efektif Lawan Varian Delta?

Dwiwa

Posted on July 1st 2021

Mutasi virus corona varian Delta menimbulkan kekhawatiran karena menyebar lebih cepat dibanding varian lainnya. Sejumlah vaksin buatan negara barat seperti Pfizer-BioNTech, hingga AstraZeneca diketahui dapat memberi perlindungan dari mutasi ini. Tapi bagaimana dengan vaksin buatan Tiongkok seperti Sinovac dan Sinopharm yang digunakan di Indonesia?

Dilansir dari Reuters, hingga saat ini Tiongkok masih belum mempublikasikan efektivitas vaksin dalam melawan varian Delta, terutama berdasarkan data uji klinis skala besar atau penggunaan dunia nyata. Kurangnya rincian data vaksin Tiongkok ini menghambat tinjauan sejawat asing.

Zhong Nanshan, seorang ahli epidemiologi yang membantu respons Covid-19 di Tiongkok mengatakan, para peneliti menemukan jika vaksin Tiongkok agak efektif dalam mengurangi risiko kasus simptomatik dan keparahan akibat varian Delta. Dia mengatakan jika ini berdasar analisis infeksi di kota Guangzhou tetapi hasilnya masih awal dan ukuran sampel kecil.

Juru bicara Sinovac, Liu Peicheng mengatakan kepada Reuters hasil awal berdasar sampel darah dari orang yang sudah divaksinasi dengan vaksin mereka menunjukkan pengurangan tiga kali lipat dalam efek penetral terhadap varian Delta.

Dia mengatakan suntikan booster yang diberikan setelah dua dosis vaksin dapat dengan cepat menimbulkan reakti antibodi yang lebih kuat dan tahan lama terhadap Delta. Namun, dia tidak memberikan data rinci.

Feng Zijian, mantan wakil direktur di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok mengatakan minggu lalu jika antibodi yang dipicu oleh dua vaksin Tiongkok kurang efektif melawan varian Delta dibanding dengan varian lain. Feng tidak memberikan rincian vaksin mana yang dimaksud.

Tetapi, suntikan itu masih memberikan perlindungan, karena tidak satu pun dari mereka yang divaksinasi di provinsi Guangdong bagian selatan, di mana kasus pertama varian Delta di Tiongkok ditemukan, mengalami gejala parah. Semua kasus parah berasal dari orang yang tidak divaksinasi.

Jin Dong-Yan, seorang ahli virologi di Universitas Hong Kong, mengatakan komentar Feng saja tidak cukup untuk mendukung klaim bahwa vaksin Tiongkok efektif terhadap kasus yang parah. Sebab, ini perlu lebih banyak data.

Di Indonesia sendiri, banyak pekerja medis yang terinfeksi Covid-19 meskipun sudah mendapat vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Sinovac. Tetapi belum jelas apakah para petugas medis ini terinfeksi varian Delta atau varian lain.

Sementara itu, vaksin buatan negara-negara barat telah mempublikasikan hasil jika suntikan mereka dapat melindungi dari varian Delta.

Studi Public Health England (PHE) pada Mei menemukan jika vaksin Pfizer-BioNTech 88 persen efektif terhadap penyakit simtomatik dari varian Delta dua minggu setelah dosis kedua. Sedangkan untuk melawan vaksin Alpha, yang pertama didentifikasi di Inggris, vaksin ini memiliki efektivitas 93 persen.

Dua dosis vaksin AstraZeneca diketahui 60 persen efektif melawan penyakit simtomatik dari varian Delta dibanding dengan 66 persen efektif melawan varian Alpha. Sedangkan untuk vaksin Johnson & Johnson masih belum ada data substansial tentang seberapa protektif vaksin ini memberikan perlindungan terhadap varian Delta. (*)

Related Articles
Current Issues
Varian Delta Jadi Ganjalan untuk Hentikan Covid-19 dengan Cepat

Current Issues
Vaksin Johnson & Johnson Diklaim Bisa Lindungi dari Varian Baru Covid-19

Current Issues
Jangan Ragu Vaksinasi! Vaksin Covid-19 AstraZeneca Efektif Lawan Varian Delta