Tech

Elon Musk Siapkan Rp 436,7 Triliun untuk Proyek Internet Satelit Starlink

Jingga Irawan

Posted on June 30th 2021

credit: Starlink

Sukses dalam bisnis kendaraan listrik dan penerbangan luar angkasa, Elon Musk tampaknya punya rencana raksasa lain. Dilansir dari Phys.org, Rabu (30/6), bos Tesla tersebut berencana menginvestasikan hingga USD 30 miliar (Rp 436,7 triliun) untuk mengembangkan proyek ambisius layanan internet satelit Starlink.

Proyek Starlink ini konsepnya menyebarkan ribuan satelit orbit rendah untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi ke daerah-daerah yang terisolasi. Juga, wilayah yang tak memiliki jaringan internet dengan baik.

"Ada kebutuhan konektivitas di tempat-tempat yang tidak memilikinya saat ini, atau di tempat yang sangat terbatas,” kata Elon Musk.

Musk menjelaskan soal proyek barunya ini melalui video saat berbicara di Mobile World Congress. Itu adalah sebuah konferensi industri telekomunikasi yang sedang berlangsung di Barcelona.​ Elon Musk mengatakan, sejauh ini Starlink telah mengerahkan lebih dari 1.500 satelit. Dan, pada Agustus mendatang akan dapat menyediakan cakupan di seluruh dunia, kecuali Kutub Utara dan Selatan.

Elon Musk menargetkan bisa berinvestasi setidaknya USD 5 miliar (Rp 72,7 triliun). Investasi itu mungkin bisa meningkat menjadi USD 10 miliar di Starlink jika proyek itu bisa menghasilkan pendapatan yang signifikan.

"Kemudian dari waktu ke waktu akan menjadi kelipatan dari itu, dan itu akan menjadi USD 20-30 miliar," tambahnya.

Starlink saat ini beroperasi di sekitar 12 negara dan diharapkan akan lebih banyak negara lagi. Saat ini, proyek tersebut telah memiliki lebih dari 69.000 pengguna aktif. Elon berharap dapat mencapai lebih dari 500.000 pengguna dalam waktu 12 bulan.

Elon mengklaim bahwa Starlink bisa menjual terminal seharga USD 500 (Rp 7,2 juta) meskipun biaya pembuatannya lebih dari USD 1.000. Namun, angka tersebut masih terbilang cukup mahal, jadi timnya sekarang bekerja untuk mengembangkan model yang lebih murah. Ia berharap dapat menciptakan sebuah terminal dengan biaya hanya USD 220 sampai USD 250.

Demi keberhasilan proyeknya, Elon Musk menyebut Starlink memiliki dua kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi besar. Mereka juga sedang berdiskusi dengan jumlah pihak. Namun Musk tak memberikan rincian lebih lanjut tentang perusahaan mana dan seperti apa bentuk kemitraannya.

Starlink nantinya dapat membantu perusahaan telekomunikasi memenuhi persyaratan konektivitas pedesaan untuk jaringan seluler 5G super cepat baru, yang saat ini sedang digunakan di seluruh dunia.

Perusahaan milik Elon, SpaceX yang mengoperasikan Starlink. Saat ini perushaaan itu telah meminta otorisasi dari regulator AS, Federal Communications Commission (FCC) untuk bisa menyebarkan hingga 42.000 satelit agar bisa menyediakan layanan internet satelit.

Starlink menghadapi persaingan dari sejumlah perusahaan, termasuk OneWeb, perusahaan komunikasi satelit broadband yang diakuisisi oleh konsorsium investor. Mereka terdiri dari pemerintah Inggris dan Bharti Global (milik Sunil Mittal) dan Kuiper (anak perusahaan Amazon).

Menurut GSMA, sebuah badan yang menyelenggarakan kongres seluler tahunan, pada akhir 2020, sekitar 5,2 miliar orang, atau 67 persen dari populasi global, berlangganan layanan seluler. Hal ini jelas membuktikan bahwa jaringan komunikasi dan internet akan terus dibutuhkan di masa depan. (*)

Related Articles
Tech
Crew Dragon Sukses Daratkan Kembali Bob dan Doug di Bumi

Interest
Gokil! Elon Musk Dapat ‘Gaji’ Rp 96,5 Triliun Sepanjang 2020

Current Issues
Jokowi Tawari Elon Musk Berinvestasi dan Meluncurkan Roket SpaceX di Indonesia