Interest

Sering Lama Pakai Headphone? Awas Alami Gangguan Pendengaran

Dwiwa

Posted on June 28th 2021

Mendengarkan musik atau menonton film menggunakan headphone telah menjadi favorit banyak orang. Mungkin banyak yang merasa jika hal ini membuat kalian tidak mengganggu orang lain. Tetapi sebenarnya, kalian juga sedang mempertaruhkan indera pendengaran.

Dilansir dari Healthline, sebuah analisis terbaru mengungkap jika suara yang terlalu keras dapat berdampak pada kehilangan pendengaran di masa depan.

Menurut laporan itu, anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda sangat berisiko jika mereka sering mendengarkan musik berjam-jam per hari dengan volume melebihi batas kesehatan masyarakat. Batas itu adalah 70 desibel rata-rata paparan kebisingan waktu luang per hari. Sesuati rekomendasi The National Institutes of Health (NIH).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperkirakan bahwa sekitar 50 persen orang berusia 12-35 tahun berisiko mengalami gangguan pendengaran karena paparan suara keras yang berkepanjangan dan berlebihan. Di antaranya karena mendengarkan musik lewat perangkat audio pribadi (headphone atau earphone).

“Banyak komunitas medis dan audiologi, serta masyarakat umum, tidak mengerti bahwa gangguan pendengaran yang signifikan bukanlah bagian dari penuaan yang normal. Tapi itu sebagian besar merupakan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan,” ujar Dr Daniel Fink, ketua dewan Quiet Coalition kepada Healthline.

Kesalahpahaman ini seperti halnya banyak orang merasa kerutan dalam dan pigmentasi kulit adalah bagian dari penuaan normal. Padahal dalam banyak kasus hal itu terjadi karena kerusakan akibat sinar matahari atau UV.

"Begitu juga terkait menurunnya kemampuan pendengaran. Tanpa paparan suara keras, kita seharusnya bisa mendengar dengan baik sampai usia tua," kata Fink.

Fink bersama dengan audiolog Jan Mayes sempat melakukan peninjauan dan mengintegrasikan informasi berbagai artikel, dari berbagai disiplin ilmu, untuk menemukan kesimpulan tentang penggunaan sistem audio pribadi.

Kesimpulan utamanya, orang yang mengunakan sistem audio pribadi (juga disebut perangkat pendengar pribadi atau pemutar musik) yang terhubung ke headphone atau earbud dapat merusak pendengaran.

"Khusus untuk anak muda, penggunaan sistem audio pribadi adalah sumber utama paparan kebisingan. Ketika mereka mencapai usia paruh baya, mungkin di awal hingga pertengahan usia 40-an, pendengaran mereka akan sama sulitnya dengan kakek-nenek mereka yang sekarang berusia 70-an dan 80-an," ujar Fink.

Mary L. Carson, Au. D, audiolog klinis berlisensi mengatakan, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gangguan pendengaran yang tidak diobati, dalam waktu lama akan mengalami demensia. Penelitian lain mengungkap, mengobati gangguan pendengaran dengan alat bantu dengar dapat mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia.

“Tetapi seperti pepatah lama, 'satu ons pencegahan bernilai satu pon penyembuhan'. Jadi lebih baik sedini mungkin lakukan investasi kesehatan dengan mencegah gangguan pendengaran. Daripada nanti harus mengobatinya seiring bertambah usia," ungkapnya.

Lalu bagaimana cara untuk menjaga agar fungsi pendengaran kita tetap baik? National Institute of Health (NIH) menyarankan untuk mendengarkan suara maksimal 70 A-weighted decibels (dBA).

Menurut Fink, indikator untuk menentukan 70 dBA itu adalah ketika seseorang harus berusaha keras agar didengar karena kebisingan sekitarnya. Jadi, jika kalian menggunakan earphone atau headphone dan kalian tidak mendengar orang di sekitar bicara, itu sama halnya kalian mendengarkan suara 75 dBA.

Fink juga menyarankan agar kita hanya menyetel 50 persen dari volume total. Hal lain yang bisa dilakukan untuk menjaga volume adalah dengan menggunakan aplikasi pengukur level suara untuk bisa menentukan seberapa bising lingkungan sekitar.

Kalian juga perlu mengetahui tanda-tanda gangguan pendengaran. Menurut Carson, beberapa di antaranya adalah kesulitan mendengar di lingkungan yang bising dan merasa mendengar suara seseorang tetapi tidak mengerti apa yang mereka katakan. Tinitus, atau telinga berdenging, juga bisa menjadi tanda awal gangguan pendengaran.

Dan tentu saja kalian juga harus secara rutin memeriksakan kesehatan pendengaran. Jika kalian bekerja atau tinggal di lingkungan dengan kebisingan tinggi atau berusia di atas 50 tahun, direkomendasikan melakukan pemeriksaan setiap tahun.

Selain itu, Carson mengatakan, jika merasa ada perubahan pada pendengaran atau muncul dengungan di telinga atau justru dengingan semakin buruk, kalian perlu segera memeriksakan ke dokter.(*)

Related Articles
Tech
AirPods Max, Produk Headphone Baru dari Apple yang Harganya Max Banget

Interest
Alasan Di Balik Suara dan Gaya Bicara Penyiar dan Pembaca Berita yang Mirip

Interest
Kehilangan Pendengaran Bukan Berarti Tidak Punya Kesempatan, Pria Ini Beri Bukti