Tech

Temasek Polytechnic Pasang 3.000 Sensor untuk Kontrol Kampus Secara Otomatis

Jingga Irawan

Posted on June 28th 2021

Mereka punya program yang diberi nama smart management facilities. Program itu memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan kinerja dan mengontrol kondisi lingkungan kampus.

Dilansir dari Bussiness Times, Senin (28/6), Temasek Polytechnic bakal memasang setidaknya 3.000 sensor di seluruh kampusnya untuk menghasilkan data real-time. Sensor itu berguna untuk memantau penggunaan energi, kontrol suhu, hingga emisi karbon melalui platform layanan digital yang diberi nama Integrated Facilities Management (IFM).

IFM itu di Temasek Polytechnic itu dikembangkan oleh Surbana Jurong. Nama itu merupakan salah satu BUMN di Singapura yang bergerak pada pembangunan infrastruktur perkotaan. Temasek Polytechnic sendiri juga bagian dari BUMN. Sebab Temasek merupakan holding dari BUMN Singapura.

Temasek Polytechnic perlu melakukan digitalisasi untuk meningkatkan proses kerja dan efisiensi operasional karena gedung kampus itu sangat luas. Total areanya 30 hektar, termasuk 49 bangunan dan jalur penghubung. Akan sangat sulit untuk memantau area seluas itu jika dilakukan manual.

Proyek terbaru ini juga sejalan dengan visi Integrated Digital Delivery (IDD) Singapura untuk mengintegrasikan proses kerja dan pemeliharaan gedung secara digital. Proyek itu benar-benar tak diperlukan proses pemeriksaan manual oleh manusia.

Proyek IDD sebenarnya tidak berniat mengurangi tenaga manusia. Namun justru mendorong tenaga kerja agar bisa terampil dalam menggunakan teknologi di seluruh siklus proyek. Mulai dari perencanaan hingga desain, konstruksi, dan operasi. Proyek ini diharapkan akan sepenuhnya diluncurkan pada September 2021

Surbana Jurong akan bermitra dengan penyedia layanan Internet of Things (IoT) UnaBiz dalam penerapannya. Platform layanan IFM digital di Temasek Polytechnic akan menjadi salah satu yang terbesar di Singapura. Dan, dapat menyediakan data real-time yang mampu mengidentifikasi kerusakan, mengantisipasi risiko, dan memprediksi perubahan kondisi fasilitas.

Data yang dikumpulkan dari 3.000 sensor akan diproses menggunakan digital twin atau replika virtual kampus fisik. Data-data yang akan didapat dari sistem ini antara lain sistem pendingin udara (AC). Ventilasi mekanis akan dipantau untuk menjaga suhu dan kelembaban untuk memastikan tingkat aman kesehatan lingkungan kampus.

Sensor yang dipasang di lokasi di sekitar kampus juga bisa melacak jumlah orang di lokasi tertentu untuk memastikan batas kapasitas tidak dilanggar.

Data dari berbagai sistem mekanik dan listrik akan dikumpulkan sehingga Temasek Polytechnic bisa mencatat penggunaan energi. Hal ini memungkinkan kampus bisa mengidentifikasi peluang untuk menghemat biaya penggunaan sehingga dapat mengurangi emisi karbon.

Platform data juga akan memiliki kemampuan pembelajaran mesin dan alat visualisasi. Ini memungkinkan pengaturan fasilitas kampus untuk meninjau informasi yang diambil dari sensor pelacak suhu, kelembaban, dan hunian.

"Langkah ini memungkinkan operasi bangunan yang lebih efisien. Sekaligus menurunkan jejak karbon kami. Kami perlu melakukan itu karena kampus ini memiliki 49 bangunan yang tersebar di area 30 hektar. Tidak jadi masuk akal menerapkan solusi smart management facilities di seluruh kampus dengan cara lama,” kata direktur manajemen perkebunan dan lembaga pengatur fasilitas kampus, Gary Png.

Menurut James Chan, direktur divisi manajemen fasilitas dari Surbana Jurong SMM, penerapannya teknologi ini memungkinkan Temasek Polytechnic mengumpulkan informasi real-time dari lingkungannya, sekaligus memantau status peralatannya. Sehingga sistem dapat diperbaiki sebelum rusak dan selanjutnya dikonfigurasi ulang untuk memotong konsumsi energi yang tidak perlu.(*)

Kampus ini mungkin namanya kalah terkenal dengan universitas terbaik dunia. Namun dalam sisi penerapan teknologi, jangan salah. Mereka luar biasa. Nama kampus ini adalah Temasek Polytechnic. Salah satu kampus terbaik di Singapura.
Related Articles
Tech
Peneliti Kembangkan Potensi "Indra Pendengaran" pada Robot

Tech
Singapura Manfaatkan Robot Patroli untuk Cegah Perilaku Sosial yang Buruk

Tech
Hebat! Singapura Negara Pertama yang Terapkan Verifikasi Wajah untuk KTP