Current Issues

Pasokan Vaksin Dunia Terbatas, Negara-Negara Ini Pilih Bikin Vaksin Sendiri

Dwiwa

Posted on June 27th 2021

Vaksin telah menjadi salah satu alat penting dalam membantu mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19. Sayangnya, jumlah pasokan vaksin yang saat ini sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) terbatas.

Sampai saat ini, produsen vaksin Covid-19 memang jumlahnya sangat terbatas. Setidaknya, sebagian besar vaksin yang beredar hanya diproduksi oleh sejumlah perusahaan di negara kaya, seperti Inggris, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Distribusinya pun masih belum merata ke seluruh negara.

Padahal, vaksin ini sangat dibutuhkan untuk melindungi orang-orang dari infeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19. Adanya keterbatasan itu membuat sejumlah negara di dunia memutuskan untuk membuat sendiri vaksin Covid-19.

Rusia bahkan sudah menggunakan vaksin buatan mereka Sputnik V untuk penduduknya sejak beberapa bulan yang lalu. Sementara beberapa negara lain memilih untuk ikut membuat vaksin Covid-19 agar kebutuhan bisa segera terpenuhi. Sejumlah negara seperti Iran dan India telah menggunakan vaksin lokal bersama dengan vaksin lain yang sudah mendapat sertifikasi WHO. Sedangkan lainnya masih dalam tahap pengembangan atau uji klinis.

 

1. Indonesia

Program vaksinasi di Indonesia sudah dimulai sejak pertengahan Januari lalu. Dalam program tersebut, vaksin Sinovac, AstraZeneca maupun Sinopharm (untuk program vaksinasi Gotong Royong) yang digunakan masih diimpor dari luar negeri atau dibuat perusahaan lokal dengan bahan baku yang diimpor.

Meski begitu, sebenarnya sejak tahun lalu sejumlah lembaga di Indonesia juga sudah memulai penelitian untuk dapat menghasilkan vaksin buatan anak negeri. Saat ini, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Airlangga, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),  Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjajaran masih dalam proses formulasi vaksin yang diberi nama vaksin merah putih ini.

Dari ketujuh lembaga tersebut, Unair menjadi salah satu yang siap untuk melakukan uji preklinis pada Agustus mendatang. Sementara kandidat vaksin lain saat ini masih mencari seed vaccine yang akan digunakan sebagai basis vaksin. Jika semuanya berjalan lancar, vaksin merah putih ini paling cepat baru bisa digunakan pada 2022. Di luar itu, Mantan Menteri Kesehatan lewat Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) tengah mengembangkan vaksin yang disebut vaksin nusantara.

 

2. Thailand

Negara Asia Tenggara lain yang juga sedang membuat vaksin lokal adalah Thailand. Jika dibandingkan dengan Indonesia, Thailand sedikit lebih cepat karena saat ini sedang memasuki masa uji klinis untuk dua dari empat kandidat vaksin buatan mereka. Vaksin itu dikembangkan ilmuwan lokal untuk melawan Covid-19.

Vaksin ini kemungkinan belum akan tersedia tepat waktu untuk menghadapi gelombang infeksi yang tengah memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Tetapi mereka berharap jika vaksin lokal itu bisa siap digunakan untuk memberikan booster bagi penduduk Thailand. Para ilmuwan optimis jika vaksin mereka dapat melawan varian Delta, Beta, dan varian lain yang saat ini beredar.

 

3. Jepang

Sebagai negara maju, Jepang juga tidak ingin bergantung pada vaksin buatan luar negeri untuk melindungi warganya. Menurut laporan Japan Times, pemerintah telah memutuskan untuk memfasilitasi pembuatan vaksin virus corona skala besar dengan meluncurkan program subsidi untuk produsen.

Sejumlah perusahaan seperti Anges Inc, Shionogi & Co, Medicago Inc, KM Biologic Co, hingga ID Pharma Co tengah melakukan penelitian vaksin bersama dengan lembaga lain. Menurut laporan Nikkei Asia, Shionogi menjadi salah satu perusahaan yang sudah melakukan uji fase 1 dan 2 dan berencana melakukan uji klinis fase 3 pada akhir September mendatang.

 

4. Brasil

Sebagai salah satu negara yang terdampak buruk Covid-19, Brasil juga berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin dengan membuatnya sendiri. Diberi nama Butanavac, vaksin lokal dari Brasil ini telah mendapatkan izin fase satu dan dua dari regulator kesehatan Brasil, Avisa, pada awal Juni ini. Untuk pengujian ini akan dilakukan pada relawan yang berusia 18 tahun ke atas.

 

5. Kuba

Kuba menjadi salah satu negara yang telah selesai melakukan uji klinis terhadap vaksin lokal buatan mereka. Menurut laporan Reuters, vaksin tiga dosis yang diberi nama Abdala itu dapat memiliki efektivitas hingga 92,28 persen dari Covid-19 dalam uji klinis tahap akhir.

Selain Abdala, vaksin lain yang disebut Soberana 2 juga telah menunjukkan efektivitas sebesar 62 persen, hanya dengan dua dari tiga dosis vaksin yang perlu diberikan. Kedua vaksin ini pun diharapkan dapat segera mendapat izin penggunaan darurat dari pemerintah.

 

6. Iran

Vaksin lokal buatan Iran telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari regulator untuk digunakan secara massal di negara tersebut. Bahkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah mendapatkan suntikan pertama pada minggu lalu.

Vaksin yang diberi nama COVIran Barekat ini berbasis virus yang dinonaktifkan. Setelah dilakukan uji keamanan dan efektivitas sejak akhir Desember lalu, vaksin lokal ini akhirnya mendapat izin penggunaan darurat. Data efikasi dari vaksin ini belum dirilis, tetapi diklaim jika orang yang sudah disuntik memiliki kekebalan 85 persen terhadap Covid-19.

 

7. India

Sebelum India mengalami krisi hebat akibat Covid-19 beberapa waktu lalu, sebenarnya negara ini sudah memiliki vaksin lokal yang diberi nama Covaxin. Meski sempat menghadapi kontroversi karena sudah mendapat izin penggunaan darurat saat masih dalam uji klinis fase tiga.

Data awal uji klinis tahap tiga menunjukkan vaksin ini memiliki efikasi 81 persen dan disebut dapat 100 persen melindungi Covid-19 parah dan perawatan rumah sakit. Vaksin lokal lain yang juga sudah digunakan di India adalah Covishield yang merupakan versi lokal dari vaksin Oxford-AstraZeneca.

Dilansir dari BBC, Perusahaan vaksin swasta Biological E juga sedang mengembangkan vaksin Covid-19 bersama DynaVax dan Baylor College of Medicine yang berbasis di Amerika. Vaksin ini masuk dalam uji klinis fase tiga setelah menunjukkan hasil menjanjikan dalam fase 1 dan 2.(*)

Related Articles
Current Issues
Good News, Hasil Uji Praklinik Pertama Vaksin Covid-19 Unair Menjanjikan

Current Issues
Vaksin Covid-19 Berbentuk Semprotan Hidung, Habisi Virus di Pintu Masuk

Current Issues
Inggris Sarankan AstraZeneca Tidak Untuk Usia di Bawah 30 Tahun