Tech

Strategi Baru Tiongkok Hadapi Perang Teknologi dengan AS

Jingga Irawan

Posted on June 27th 2021

Perang teknologi antara AS dan Tiongkok semakin rumit ketika produksi semikonduktor semakin sulit. Oleh karena itu, Tiongkok menugaskan tiap kepala daerah segera menunjuk orang yang menjawab "kepala rantai produksi". Tugas mereka adalah mengawasi industri teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan (Artifical Intelligence) dan semikonduktor.

Kepala rantai produksi merupakan gelar baru sebagai tata kelola perusahaan dalam upaya untuk menambah kekuatan swasembada Tiongkok di tengah persaingan perdagangan yang berkepanjangan dengan AS. Begitu laporan South China Morning Post, Minggu (27/6), 

Ibu kota provinsi Guangdong selatan, Guangzhou, adalah daerah baru yang mengadopsi sistem kepala rantai produksi. Mereka menunjuk pejabat tinggi kota sebagai "kepala umum" untuk industri yang lebih khusus. Kebijakan Guangzhou menunjuk pimpinan untuk 21 industri, termasuk kendaraan energi baru, AI dan semikonduktor, semuanya dipilih sebagai bentuk dukungan pemerintah.

Tujuan dari sistem ini adalah untuk memastikan keamanan dan stabilitas pasokan komponen. Langkah ini juga berguna untuk lebih melindungi industri dari hambatan produksi karena pandemi Covid-19 atau konflik perdagangan, hingga dibutuhkan untuk meningkatkan penelitian.

Situasi AS dan Tiongkok semakin memanas di tengah krisis chip semikonduktor. Keduanya bersaing untuk menjadi produsen terkuat semikonduktor, sebuah komponen penting dalam pembuatan chip di perangkat elektronik, seperti smartphone, laptop hingga kendaraan listrik.

Arisa Liu, seorang peneliti senior di Institut Penelitian Ekonomi Taiwan, mengatakan sistem komando baru mencerminkan kepentingan Tiongkok untuk mengejar ketinggalan perang teknologi dengan AS. Dan untuk mengurangi ketergantungan negara pada teknologi dari musuh utamanya.

“Persaingan dan konflik antara AS dan Tiongkok akan terus berlanjut. Semikonduktor masih menjadi kunci perang teknologi. Situasi ini telah memaksa pejabat Tiongkok untuk terus memikirkan kebijakan baru untuk mendukung industri,” kata Arisa Liu.

Langkah yang dilakukan Guangzhou mengikuti Shenzhen, kota yang dikenal sebagai pusat teknologi Tiongkok. Di sana, Sekretaris Partai Komunis lokal Wang Weizhong diangkat menjadi kepala rantai produksi semikonduktor untuk mendukung industri chip lokal.

Shenzhen adalah rumah bagi beberapa raksasa teknologi yang telah terkena sanksi AS dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk pembuat peralatan telekomunikasi Huawei Technologies Co  ZTE dan pembuat drone DJI.

"Dalam mengatasi pembatasan AS yang tidak dapat dibenarkan terhadap perusahaan teknologi tinggi di kota, kami merasa sangat penting bahwa kami harus memegang teknologi inti di tangan kami sendiri," kata Wang

Kota ini juga telah menunjuk kepala rantai industri lainnya untuk 5G dan smart car. Dengan tujuan mengumpulkan semua sumber daya yang tersedia dari pemerintah, sektor swasta, dan lembaga penelitian dalam mengejar terobosan teknologi.

Sementara ini, pemerintah pusat belum mendukung sistem tersebut. Pemerintah pusat masih mencari tahu apakah menunjuk pengawas industri dalam pemerintah daerah akan memperkuat rantai pasokan negara. Namun menurut beberapa laporan media lokal, keterlibatan yang lebih dalam dari pejabat penting di sebuah kota dapat membuat perbedaan besar untuk kemajuan.

Sekretaris partai Huang Qin dari Wuxi, sebuah kota di provinsi Jiangsu timur, menunjuk dirinya sendiri sebagai kepala untuk industri semikonduktor lokal November lalu. Setelah beberapa bulan menjabat, ia mengunjungi beberapa perusahaan untuk mendengar keluhan dan keinginan mereka.

Keterlibatan langsung Huang memiliki hasil yang terlihat. Menurut sebuah laporan di surat kabar lokal Wuxi Daily bulan ini, keberadaan pengawas dapat memastikan kemajuan cepat dari proyek-proyek semikonduktor utama. Ini termasuk pembangunan kompleks manufaktur pengembangan chip oleh  Huahong Group dan pabrik baru oleh pembuat chip Korea Selatan SK Hynix.(*)

Related Articles
Tech
Tiongkok Perkuat 12 Universitas Top di Negaranya untuk Saingi Teknologi AS

Tech
Cabut Larangan Trump, Biden Bikin Aturan Baru Soal TikTok, Alipay, dan WeChat

Tech
Capai Kesepakatan, Xiaomi Berhasil Lolos dari Daftar Hitam AS