Current Issues

Varian Delta Makin Merajalela, Ini Alasan Mengapa Remaja Juga Harus Waspada

Dwiwa

Posted on June 25th 2021

Varian Delta yang pertama diidentifikasi di India telah menjadi perhatian global dalam beberapa minggu terakhir. Varian ini lebih cepat menular dibanding varian lain, dan telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia.

Hal ini pun membuat pihak berwenang dan para ahli mengingatkan masyarakat agara lebih ketat dalam menjalankan protokol kesehatan dan jangan lengah. Peringatan itu bukan hanya untuk orang dewasa dan berusia lanjut atau mereka yang memiliki penyakit penyerta. Tapi juga pada remaja yang sehat.

Loh, memangnya kenapa remaja sehat juga perlu waspada? Kan Covid-19 ini cuma bikin sakit orang-orang berusia lanjut dan yang memiliki penyakit penyerta. Wah, kalau kalian masih mikir begitu, artinya sudah banyak sekali informasi yang dilewatkan.

Pasalnya, sejak beberapa waktu terakhir para ahli telah mengungkap jika kasus Covid-19 pada remaja dan anak-anak terus mengalami peningkatan di sejumlah negara. Di Indonesia sendiri juga terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan pada remaja.

Apalagi dengan kemunculan varian Delta yang jauh lebih menular dibanding dengan varian aslinya, termasuk dari varian Alpha yang pertama diidentifikasi di Inggris. Laporan dari India.com pada 21 Juni mengungkap hasil studi yang menunjukkan jika remaja dan anak-anak lebih rentan terhadap varian Delta.

Studi yang dilakukan oleh Tamil Nadu State Public Health ini mengatakan dari 554 sampel yang diuji untuk sequencing genom guna mengidentifikasi varian Delta, sebanyak 386 sampel ditemukan terinfeksi varian tersebut. Dari jumlah itu, 86 di antaranya berusia kurang dari 18 tahun. Ini artinya sekitar 22 persen dari yang diuji berusia kurang dari 18 tahun.

Tetapi pendapat lain mengatakan jika masih belum bisa disimpulkan apakah varian Delta lebih menular pada anak-anak. Hal yang pasti, para ahli mengatakan ini lebih mudah menular di semua umur, termasuk remaja dan anak-anak. Studi juga menunjukkan jika varian ini meningkatkan risiko rawat inap.

Hal lain yang juga harus membuat kalian waspada adalah, saat ini vaksin di Indonesia lebih diutamakan untuk kelompok prioritas. Sedangkan remaja dan anak-anak tidak termasuk dalam kelompok yang dijatah untuk mendapat vaksin Covid-19 lebih dulu.

Vaksin yang saat ini tersedia di Indonesia pun baru boleh digunakan untuk orang-orang berusia di atas 18 tahun. Ini artinya, dalam waktu dekat remaja dan anak-anak yang berusia kurang dari 18 tahun masih belum akan mendapat jatah vaksin Covid-19.

Sebuah temuan baru di Amerika Serikat yang dilaporkan Associated Press juga mengungkap jika sebagian besar kasus kematian akibat Covid-19 di negara itu terjadi pada mereka yang belum divaksinasi. Ini tentu sudah bisa menjadi warning bagi kita, terutama yang belum divaksin, untuk lebih waspada.

Alasan lain yang juga tidak boleh disepelekan adalah kemungkinan kita, sebagai remaja, menjadi agen penyebar diam-diam. Remaja yang sehat memang cenderung tidak mengalami sakit parah saat terpapar Covid-19 dan mungkin hanya merasa seperti terkena pilek atau flu.

Padahal bisa jadi sesungguhnya kita sedang terinfeksi Covid-19. Karena merasa kita hanya flu atau pilek, protokol kesehatan pun jadi sedikit diabaikan. Kita bertemu teman, nongkrong, berkunjung ke tempat saudara, dan tanpa sadar telah menyebarkan virus SARS-Cov-2 pada orang-orang yang ditemui.

Mungkin jika orang-orang tersebut imunnya bagus, tidak ada gejala serius yang muncul. Tetapi jika ada yang merupakan kelompok rentan dan terpapar, kemungkinan untuk menjadi parah dan berakhir dengan kematian tentu lebih besar.

Belum lagi, orang-orang yang secara tidak sengaja kita tulari juga bisa menyebarkannya tanpa disadari ke individu lain yang ditemui. Kalau sudah begini, tentu akan banyak orang yang terpapar hanya gara-gara kelalaian kita.

Jadi, dengan munculnya varian Delta yang saat ini lebih menular, kita semua harus semakin waspada. Tidak terkecuali anak-anak, remaja dan dewasa muda. Perketat protokol kesehatan dan diam di rumah kalau tidak ada urusan penting.

Pakai selalu maskermu, jaga jarakmu minimal 2 meter dari orang lain, dan rutin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer. Ingat juga untuk menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Tidak perlu panik, tetapi harus waspada. Menjaga diri sama dengan melindungi orang-orang yang kita sayangi sekaligus berperan dalam mengakhiri pandemi lebih cepat. Yuk lebih disiplin lagi pakai maskermu!(*)

Related Articles
Current Issues
Lakukan Hal Ini Saat di Luar Ruangan Agar Tidak Terkena Varian Delta

Current Issues
5 Hal yang Membuatmu Bisa Terpapar Covid-19 Varian Delta

Current Issues
Warga AS yang Sudah Divaksin Kembali Disarankan Pakai Masker di Area Tertentu