Current Issues

Perketat Maskermu! Kasus Harian Covid-19 Indonesia Pecah Rekor

Dwiwa

Posted on June 22nd 2021

Kabar buruk! Jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor pada Senin (21/6) hingga membuat total kasus terinfeksi menyentuh angka 2 juta.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, jumlah kasus harian baru yang tercatat pada Senin adalah 14.536 dengan 294 kematian. Tingginya lonjakan ini bahkan melampaui rekor sebelumnya pada 30 Januari yang mencapai 14.518 kasus.

Dilansir dari AP, lonjakan infeksi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini diduga karena tingginya mobilitas masyarakat selama libur lebaran Idul Fitri dan juga kedatangan varian virus corona baru seperti varian Delta yang pertama diidentifikasi di India.

Lonjakan kasus ini telah menekan rumah sakit, termasuk Jakarta di mana 80 persen tempat tidur rumah sakit penuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu mengatakan peningkatan drastis tingkat hunian tempat tidur (BOR) menjadi perhatian utama dan memerlukan tindakan pengendalian yang lebih ketat termasuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Lonjakan kasus ini pun sudah direspon pemerintah dengan mempertebal pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di zona merah. Dalam kebijakan ini, kantor, pusat perbelanjaan dan tempat makan  di zona merah boleh dibuka tetapi dengan syarat hanya 25 persen dari kapasitas.

“Situasinya mengkhawatirkan. Kita menghadapi gelombang kedua Covid-19 dengan varian yang paling mudah menular dan rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” ujar Riris Andono Ahmad, ahli epidemiologi Universitas Gadjah Mada.

Dia pun mendesak agar pemerintah mengambil kebijakan yang lebih tegas untuk mengatasi lonjakan kasus ini. Menurutnya, semua kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan efektif jika itu memberi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan berkerumun.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan lonjakan infeksi telah terlihat di DKI Jakarta,  Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Indonesia sendiri tengah berjuang untuk mempercepat proses vaksinasi demi segera mencapai herd immunity yang diharapkan dapat mengendalikan pandemi. Pada pekan lalu, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan pihak berwenang untuk meningkatkan tingkat vaksinasi.

Menurut juru bicara satgas Covid-19, lambatnya kemajuan imunisasi sejauh ini dikaitkan dengan terbatasnya stok pasokan vaksin global, ketidaksiapan sistem kesehatan nasional, dan keraguan vaksin.

Hingga saat ini, pemerintah telah menerima 104,7 juta dosis vaksin, termasuk 94,5 juta Sinovac, 8,2 juta AstraZeneca, dan 2 juta Sinopharm. Diharapkan beberapa bulan mendatang vaksin Pfizer dan Moderna akan datang dengan masing-masing 50 juta dosis. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Hari Ini Vaksinasi Dimulai, Seperti Apa Kehidupan Pasca Divaksin?

Current Issues
Apakah Kehidupan Akan Normal Ketika Banyak Orang Sudah Divaksin Covid-19?

Current Issues
Dapatkah Vaksin Pertama Covid-19 Menghasilkan Herd Immunity?