Current Issues

Jumlah Anak dan Remaja yang Terpapar Covid-19 Makin Meningkat, Yuk di Rumah Aja!

Dwiwa

Posted on June 21st 2021

Dear kalian yang masih anak-anak dan remaja, ada kabar buruk nih. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir jumlah kasus Covid-19 pada anak dan remaja di Indonesia mengalami lonjakan yang cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 8 Juni 2021, ada 229.079 anak Indonesia yang terpapar Covid-19 dengan 620 orang sudah meninggal dunia. Jika diuraikan, sebanyak 52.483 kasus dengan 292 kematian terjadi pada anak usia 0-5 tahun, lalu 176.597 kasus dengan 328 kematian pada usia 6-18 tahun.

Berdasarkan data nasional yang ada saat ini, proporsi konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun sebanyak 12,5 persen. Ini berarti, 1 dari 8 kasus konfirmasi positif adalah anak.

Tidak hanya itu saja. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Dr. Aman Bhakti Pulungan SpA(K), FAAP, FRCPI(Hon) dalam video yang diunggah di kanal YouTube IDAI_TV, case fatality rate atau jumlah orang yang meninggal dunia dari total orang yang sakit atau bergejala suatu penyakit mencapai 3-5 persen.

Bahkan Aman menyebut jika jumlah kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia menjadi yang paling tinggi di dunia. Dan dari seluruh korban meninggal, 50 persennya merupakan balita.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 pada anak ini terus meningkat. Dilansir dari Antara, Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengatakan salah satunya adalah karena manifestasi klinis pada anak banyak yang tidak bergejala.

Ditambah lagi dengan sebagian besar fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia masih belum ideal untuk perawatan pasien positif Covid-19 anak-anak.

Soal bagaimana anak-anak bisa tertular, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Anak-anak yang diam di rumah bisa saja tertular dari orang dewasa yang masih melakukan mobilitas dan lalai terhadap protokol kesehatan.

Atau bisa juga, anak-anak tertular saat pergi bermain bersama dengan teman-temannya tanpa menerapkan protokol kesehatan. Bisa jadi pula anak-anak tertular saat sedang diajak kedua orang tuanya untuk piknik ke mall atau ke tempat wisata yang memiliki potensi penularan cukup besar.

Jadi, untuk sementara yuk kita di rumah aja. Kalau diajak pergi ke mall atau piknik sama mama atau papa, coba diingatkan jika saat ini kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sedang tidak terkendali.

Kalau bosan di rumah, kalian bisa menonton film, membaca buku, komik, atau melakukan permainan bersama orang-orang yang tinggal serumah. Bisa juga memainkan game yang ada di ponsel maupun laptop. Tapi ingat ya, jangan terlalu lama menatap layar dan batasi waktu bermain ya. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Bukan Hanya Demam dan Batuk, Gejala Covid-19 Ini Juga Umum Dialami Anak-anak

Current Issues
Jangan cuma Rebahan, Gerak Yuk. Kata WHO, Segini Minimal Waktu Aktivitas Fisik

Current Issues
Meski Banyak yang Menyangkal, Kaum Muda Juga Meninggal Karena Covid-19