Interest

Lagi Stres? 7 Makanan Ini Harus Kalian Hindari

Dwiwa

Posted on June 20th 2021

 

Bagi sebagian orang, makan sering menjadi pelampiasan ketika ketegangan dan kecemasan sedang menyelimuti diri. Beberapa jenis makanan memang dapat membantu membuat kita merasa lebih tenang, tetapi jenis makanan lain justru bisa memperburuk.

Kok bisa sih? Dilansir dari Eat This, Not That, usus dan otak terhubung langsung melalui saraf vagus, menciptakan jalan tol komunikasi yang konstan. Ditambah, hampir 95 persen reseptor serotonin (hormon kebahagiaan) berada di usus, jadi, apa yang kalian makan dapat berdampak besar pada kesehatan emosional.

“Kita sekarang tahu peradangan adalah penyebab nomor satu untuk kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan kelelahan,” ujar Dr. Uma Naidoo, MD, psikiater nutrisi lulusan Harvard, koki profesional, dan penulis This Is Your Brain on Food.

Naidoo menambahkan jika dengan kata lain radang usus adalah radang otak. Pelaku terbesarnya tentu saja makanan olahan – sesuatu yang sering kita inginkan saat stres.

“Makanan olahan sangat baik dalam menciptakan respon dopamin tingi, yang meningkatkan keinginan kita untuk menginginkan lebih banyak hal yang sama. Ketika kadar dopamin menurun, suasana hati menurun tajam,” ujar ahli diet Alisa Bloom, MPH, RDN.

Bloom menjelaskan, untuk menghindari hal tersebut, kita akan mencari lebih banyak makanan olahan untuk merangsang efek dopamin. Seiring waktu, kita membutuhkan lebih banyak makanan olahan untuk mendapatkan perasaan yang sama.

Selain makanan olahan, berikut 7 makanan yang juga sebaiknya dihindari saat kita sedang stres.

 

1. Kafein

Asupan kafein yang tinggi akan meningkatkan peradangan dan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Bahkan jika kalian termasuk yang tidak merasakan kegelisahaan kafein, tetap bijaksana untuk membatasi asupan kafein.

Menurut Bloom, sebagai gantinya kalian bisa mengonsumsi teh hijau atau hitam yang kaya L-theanine, adaptogen yang membantu respon stres alami tubuh.

 

2. Gula

Menurut Dr. Naidoo konsumsi gula tinggi meningkatkan resistensi insulin dan memacu ketidakseimbangan dalam mikrobioma usus yang menciptakan peradangan di tubuh dan otak. Padahal, peradangan saraf menyebabkan peningkatan kecemasan, depresi, dan kelelahan mental.

Banyak dari makanan yang kita konsumsi mengandung gula tersembunyi. Tumpukan gula itu bukan hanya ada di semangkuk es krim atau kue, tetapi bisa juga bersembunyi di yoghurt, camilan buah, saus pasta, bahkan saus tomat.

 

3. Karbohidrat sederhana

Ini merupakan karbohidrat olahan yang telah dihilangkan nilai gizinya sehingga hanya akan memberi kita kalori kosong. Makanan ini juga kekurangan serat, yang memperlambat pencernaan dan memberikan tubuh bahan bakar jangka panjang. Inilah sebabnya mengapa karbohidrat olahan menyebabkan lonjakan drastis gula darah.

Dr. Naidoo mengatakan jika untuk banyak orang, gluten bertindak sebagai makanan inflamasi dan juga bisa menjadi pemicu kecemasan atau depresi.

 

4. Sarapan sereal

Sereal mungkin merupakan sarapan yang praktis, tetapi tidak memiliki banyak nilai gizi. “Seringnya, ini sebenarnya makanan olahan yang sarat dengan gula,” ujar Dr. Naidoo.

Menaikkan  kadar gula darah di pagi hari berarti menyiapkan diri kalian untuk rollercoster insulin sepanjang hari, yang benar-benar dapat mengacaukan suasana hati. Naido mengatakan kalian akan mendapatkan lebih banyak dari oatmeal kaya serat atau puding chia buatan sendiri.

 

5. pemanis buatan

Gula palsu – seperti aspartam, sucralose, dan sakarin – yang biasanya dikemas dalam kemasan berwarna cerah, dapat menimbulkan beberapa efek samping yang mengkhawatirkan, termasuk mengganggu mikrobioma usus.

“Kebanyakan pemanis buatan (terutama bila dikonsumsi saat perut kosong) menipu tubuh agar mengira itu benar-benar makan, menyebabkan respon insulin dan meningkatkan keinginan untuk makan,” kata Bloom.

Perhatikan makanan berlabel rendah kalori karena itu biasanya merupakan petunjuk bahwa gula asli telah diganti dengan pemanis buatan.

 

6. Daging olahan

Dipenuhi dengan pengawet dan zat aditif, daging seperti sosis, salami, dendeng, dan bacon – diproses dengan zat aditif untuk mempertahankan rasanya. Zat aditif ini (seperti natrium nitrit, yang digunakan untuk mempertahankan warna merah muda pada daging) mengganggu kesehatan usus, menyebabkan energi rendah dan perubahan suasana hati, dan bahkan telah dikaitkan dengan kanker perut dan usus.

 

7. Soda

Sel kita mengandung magnesium – nutrisi penting untuk fungsi tubuh. Ketika tubuh kita mengalami respon stres untuk melawan atau menghindar yang akut, kalsium menyeberang ke dalam sel dan magnesium perlu ada di sana untuk mengembalikan sel itu ke keadaan istirahat,” ujar Nina Dahan, MS, RD, seorang ahli diet terdaftar di Brooklyn New York.

Masalahnya, selain penuh dengan gula, Dahan mengatakan jika soda hitam mengandung asam fosfat, yang di dalam tubuh bersaing dengan penyerapan magnesium. (*)

 

Related Articles
Lifestyle
Sering Merasa Lapar? Mungkin Hal Ini Sedang Terjadi Pada Tubuhmu

Interest
Butuh Pelampiasan Saat Marah? "Rage Room" di Sao Paulo Bisa Jadi Solusi

Interest
Tertawa Bukan Hanya Bagus Buat Pikiran Loh, Tapi Juga Untuk Tubuh