Current Issues

Studi: Vaksin Pfizer Punya Respon Antibodi Lebih Kuat dari Sinovac

Dwiwa

Posted on June 20th 2021

 

Vaksin Covid-19 yang saat ini mendapat izin penggunaan darurat memang terbukti memberikan perlindungan terhadap infeksi virus corona. Tetapi masing-masing vaksin memiliki perlindungan yang berbeda-beda bagi individu.

Dilansir dari Reuters, sebuah studi Hong Kong mengungkap jika orang yang divaksinasi Covid-19 dengan vaksin BioNTech (22UAy.DE) memiliki tingkat antibodi jauh lebih tinggi, daripada mereka yang menerima suntikan Sinovac.

Berdasarkan laporan South China Morning Post, Sabtu (19/6), Profesor Benjamin Cowling, pemimpin studi dan ahli epidemiologi dari Universitas Hong Kong (HKU), mengatakan jika beberapa penerima vaksin Sinovac mungkin memerlukan suntikan booster ketiga.

Laporan itu menyebut jika studi yang ditugaskan pemerintah ini dilakukan oleh sekolah kesehatan masyarakat HKU. Melibatkan pelacakan respon antibodi dari 1.000 orang yang menerima salah satu vaksin.

Awal pekan ini, para pejabat Indonesia memperingatkan jika lebih dari 350 pekerja medis telah tertular Covid-19 meskipun telah divaksinasi dengan Sinovac, dan puluhan lainnya telah dirawat di rumah sakit. Ini meningkatkan kekhawatiran tentang kemanjurannya vaksin Sinovac terhadap varian virus yang lebih menular.

Namun, awal bulan ini Uruguay merilis data riil tentang dampak vaksin Sinovac Biotech pada populasi mereka. Hasilnya, vaksin tersebut lebih dari 90 persen efektif mencegah perawatan intensif dan kematian.

Pemerintah Uruguay juga mempelajari keefektifan vaksin Pfizer/BioNTech pada 162.047 petugas kesehatan, dan orang-orang yang berusia di atas 80 tahun. Mereka mengatakan bahwa suntikan itu 94 persen efektif untuk mencegah perawatan dan kematian di unit perawatan intensif dan mengurangi infeksi hingga 78 persen.(*) 

Related Articles
Current Issues
WHO Setujui Vaksin Sinovac Biotech untuk Penggunaan Darurat Lawan Covid-19

Current Issues
Vaksinasi Covid Tahap Satu Sudah Dimulai, Ini Golongan yang Tak Boleh Divaksin

Current Issues
25 Relawan Uji Klinis Sinovac Positif Covid-19, Kok Bisa? Ini Penjelasannya