Current Issues

Apakah Kehidupan Akan Normal Ketika Banyak Orang Sudah Divaksin Covid-19?

Dwiwa

Posted on June 19th 2021

Jumlah orang yang divaksinasi Covid-19 di seluruh dunia terus bertambah. Beberapa negara yang tingkat vaksinasinya tinggi pun sudah mengalami penurunan kasus yang cukup signifikan, seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Kondisi seperti itu tentu membuat orang mulai membayangkan kehidupan pasca pandemi. Tetapi tampaknya kehidupan tidak akan kembali normal seperti sebelum virus corona menyebar. Para ahli mengatakan Covid-19 mungkin akan memudar di Amerika Serikat, tetapi penyakit ini mungkin tidak akan hilang, setidaknya dalam waktu dekat.

Dilansir dari Healthline, para pakar mengatakan penurunan kasus dan banyaknya orang yang divaksinasi membuat Covid-19 kemungkinan akan beralih dari pandemi –penyebaran penyakit baru di seluruh dunia– ke fase endemik. Hal itu terjadi di mana virus selalu ada dalam populasi dalam beberapa bentuk, meskipun berada di tingkat yang dapat dikendalikan.

"Kemungkinan itu akan menjadi endemik karena orang membawanya tanpa mengetahui atau menunjukkan gejala, dan beberapa orang memiliki kekebalan yang berkurang yang akan terus membuat mereka rentan bahkan setelah divaksinasi,” ujar Gerald Commissiong, CEO Todos Medical, Ltd, perusahaan skrining dan pengujian Covid-19 kepada Healthline.

Selain itu, adanya kemungkinan memudarnya kekebalan dan varian baru yang muncul membuat orang memprediksikan jika Covid-19 akan menjadi virus yang bersama kita untuk jangka panjang.

Lalu bagaimana dengan kekebalan kawanan alias herd immunity yang selama ini digadang-gadang akan mengakhiri pandemi? Tampaknya, tingkat di mana cukup banyak populasi divaksinasi sehingga penyakit tidak dapat menyebar dan akhirnya memudar ini sulit dipahami untuk Covid-19.

"Kami tidak benar-benar tahu berapa tingkat kekebalan kelompok yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untuk beberapa penyakit, tingkat vaksinasi yang jauh lebih tinggi diperlukan untuk menjaga agar penyakit tidak menyebar. Misalnya campak, di mana diperkirakan 95 persen dari kawanan harus divaksinasi atau kebal untuk membuat penyakit terkendali," ujar Dr Susan Kline, MPH, seorang dokter penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Minnesota dan M Health.

Terlepas dari campak yang disebabkan oleh virus yang berbeda dari virus corona, tapi virus campak -yang memiliki tingkat vaksinasi tinggi pada anak-anak- seringkali juga masih muncul di antara populasi regional dengan tingkat vaksinasi rendah. Fenomena serupa mungkin juga bisa muncul dengan Covid-19.

"Kita tidak perlu melihat terlalu jauh untuk melihat apa yang terjadi ketika tingkat vaksinasi rendah dalam populasi. Campak saja masih menjadi penyakit umum di berbagai belahan dunia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan 1.282 kasus campak di 31 negara bagian pada 2019. Ini adalah jumlah kasus terbesar yang dilaporkan di AS sejak campak dieliminasi dari negara tersebut pada awal 2000. Padahal kami hampir kehilangan status eliminasi campak,” ujar Dr. Beth Oller, seorang dokter keluarga di Kansas.

Pada akhirnya, ini berarti orang perlu memperhatikan perilaku dan tidak boleh mengharapkan kembali sepenuhnya ke perilaku sebelum pandemi. Sebaliknya, para ahli mengatakan kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak fisik saat berada pada kelompok orang yang tidak dikenal, dan mengambil langkah hati-hati untuk berbaur dengan kelompok yang lebih besar.

Menurut Dr. Elizabeth Wang, seorang dokter penyakit menular di Pusat Medis Universitas Maryland St Joseph, mengatakan jika orang mengabaikan tindakan pencegahan ini bisa mengancam keseimbangan kawanan yang rapuh. Jadi, meskipun sudah divaksin, tetap saja prokes harus dijalankan ya guys. Tetap ingat 5M. Jalani JajaCutaPama++. Jaga Jarak, Cuci Tangan, dan Pakai Masker.(*)

 

Related Articles
Current Issues
Perketat Maskermu! Kasus Harian Covid-19 Indonesia Pecah Rekor

Current Issues
Dapatkah Vaksin Pertama Covid-19 Menghasilkan Herd Immunity?

Current Issues
Catat, Covid-19 Belum Usai! Pastikan Hal Ini Jika Beraktivitas di Dalam Ruangan