Tech

Berambisi Kuasai Pasar EV dan AV, General Motors Berinvestasi Rp 503 Triliun

Jingga Irawan

Posted on June 17th 2021

credit: General Motors

Demi memenangi pasar kendaraan listrik di masa depan, pabrikan otomotif rela merogoh dana perusahaan dalam jumlah fantastis. General Motors Co. (GM) misalnya. Dilansir Tech Crunch pada Kamis (17/6), GM lagi-lagi menaikkan angka investasi untuk kendaraan listrik (EV) dan kendaraan otonom (AV). Perusahaan telah menyiapkan dana sekitar USD 35 miliar (Rp 503 triliun) hingga 2025. Jumlah tersebut meningkat sekitar USD 8 miliar dari rencana yang diumumkan November tahun lalu. 

Perusahaan telah menetapkan target untuk membawa 30 EV baru ke pasar global pada 2025 dan menuju transisi ke zero-emissions pada tahun 2035. Dengan investasi tambahan ini, GM mengatakan akan menambahkan truk listrik komersial untuk pasar ke Amerika Utara, serta membangun kapasitas perakitan tambahan untuk SUV listrik di AS.

Selain membangun rencana besar dengan model baru, GM juga berupaya memimpin revolusi EV. Perusahaan yang berbasis di Detroit tersebut berinvestasi di dua pabrik sel baterai baru bekerja sama dengan LG Chem, yang dijuluki Ultium Cells LLC.

Peningkatan investasi tersebut juga berdampak baik untuk Cruise, anak perusahaannya yang mengembangkan kendaraan otonom. Cruise sendiri dibeli GM dengan tujuan mendapatkan kepemilikan mayoritas pada 2016.

Berita itu diumumkan satu hari setelah Cruise mengaku telah memanfaatkan jalur kredit sebesar USD 5 miliar dari keuangan OEM, saat mempersiapkan komersialisasi kendaraan listrik dan otonom miliknya, Origin. Produksi komersial Origin sendiri diperkirakan bakal dimulai pada 2023 mendatang.

cruise origin

GM juga memproduksi sel bahan bakar hidrogen di bawah HYDROTEC, sebuah inisiatif dengan Honda. Rencananya mereka akan meluncurkan sel HYDROTEC generasi ketiga pada pertengahan dekade ini.

Mereka juga memiliki perjanjian kemitraan dengan pengembang truk berat Navistar dan Liebherr-Aerospace, yang mengembangkan sistem tenaga sel bahan bakar hidrogen untuk pesawat.

GM juga akan memasok sel bahan bakar dan baterai EV ke Wabtec Corporation, sebuah perusahaan di Pittsburgh yang mengembangkan kereta listrik bertenaga baterai pertama di dunia.

“GM menargetkan penjualan EV global tahunan lebih dari 1 juta pada 2025. Dan, kami meningkatkan investasi untuk skala lebih cepat karena kami melihat momentum membangun di Amerika Serikat untuk elektrifikasi. Selain itu juga bertujuan memenuhi permintaan pelanggan untuk portofolio produk kami,” ujar CEO Mary Barra seperti dikutip Tech Crunch.

Bulan lalu, Ford juga melakukan peningkatan serupa dalam investasi EV. Ford mengklaim akan menginvestasikan USD 30 miliar pada 2025, naik dari rencananya sebelumnya sebesar USD 22 miliar pada tahun 2023.(*)

Related Articles
Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik

Tech
Ford Produksi Sel Baterai Kendaraan Listrik Bareng Produsen Korea Selatan

Tech
Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?