Current Issues

Studi: Banyak Penyintas Covid-19 Hadapi Masalah Kesehatan Baru Usai Terinfeksi

Dwiwa

Posted on June 16th 2021

Melaksanakan protokol kesehatan bukan sekadar untuk melindungi diri dari paparan Covid-19. Tapi para penyintas pun tetap harus menjalankan prokes untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan pasca mereka terpapar.

Sebab, banyak penyintas yang merasakan gejala long Covid. Bahkan penelitian terbaru mengungkap jika ratusan ribu orang Amerika mengalami masalah kesehatan pasca terserang Covid-19. Masalah itu belum pernah terdiagnosa sebelum mereka terinfeksi virus corona.

Dilansir dari The New York Times, ada sebuah penelitian yang melacak catatan asuransi kesehatan dari hampir 2 juta orang di Amerika Serikat yang tertular virus corona tahun lalu. Penelitian itu menunjukkan bahwa satu bulan atau lebih setelah terinfeksi, hampir seperempat (23 persen) dari para penyintas mencari perawatan medis karena mengalami masalah kesehatan baru.

Hal semacam ini tidak pandang usia. Tua, muda, bahkan anak-anak juga mengalami. Masalah paling umum adalah rasa sakit, termasuk pada otot dan saraf, kesulitan bernapas, kolesterol tinggi, malaise dan kelelahan, serta tekanan darah tinggi. Selain itu, ada pula gejala usus, migrain, masalah kulit, kelainan jantung, gangguan tidur, dan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Kasus ini terjadi baik pada penyintas Covid-19 tanpa gejala, yang sempat dirawat di rumah sakit, atau pun penyintas yang dulu terserang Covid-19 dengan gejala ringan. Hanya sekitar 19 persen penyintas di penelitian ini yang tak mengalami gejala long Covid pasca terpapar.

"Satu hal yang mengejutkan kami adalah besarnya presentase dari pasien tanpa gejala yang kemudian mengalami long Covid,” ujar Robin Gelburd, presiden FAIR Health, organisasi nirlaba yang melakukan penelitian berdasarkan database klaim asuransi kesehatan.

Penelitian itu dilakukan pada 1.959.982 penyintas. Lebih dari setengahnya melaporkan waktu terpapar Covid tidak mengalami gejala. Lalu 40 persennya memiliki gejala, tetapi tidak memerlukan rawat inap. Dari 40 persen itu, 1 persen di antaranya saat terpapar merasakan gejala kehilangan rasa atau penciuman. Sedangkan 5 persen dari angka di atas merupakan penyintas yang dulu sempat menjalani rawat inap di rumah sakit.

"Yang perlu perhatian juga ada beberapa orang yang mungkin mereka tidak merasa terpapar Covid, tetapi mereka menunjukkan beberapa kondisi yang tidak biasa pada riwayat kesehatan mereka. Kondisi yang semacam ini harus dikonsultasikan pada profesional medis yang menangani masalah kesehatannya selama ini,” ujar Gelburd.

Wah, gawat juga ya ternyata efek jangka panjang usai terpapar Covid-19. Jika sampai kita nih, yang masih muda dan memiliki masa depan panjang,  terpapar pasti akan sangat mengganggu produktivitas.

Jadi, yuk kita perketat lagi protokol kesehatan. Selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, jauhi kerumunan, dan kurangi mobilitas. Jangan lupa juga untuk segera mendapatkan vaksinasi jika sudah tiba gilirannya. 

 
Related Articles
Current Issues
Waspada, 7 Gejala Tersembunyi Ini Bisa Jadi Tanda Terinfeksi Covid-19

Current Issues
Studi: Kasus Long Covid-19 dengan Gejala Sesak Napas dan Depresi Meningkat

Current Issues
Gejala-Gejala Long Covid yang Mungkin Tak Disadari