Current Issues

Kasus Covid-19 di Indonesia Kembali Meledak, Apa Sih Sebabnya?

Dwiwa

Posted on June 16th 2021

 

Jumlah kasus harian Covid-19 mengalami lonjakan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Jika pada awal Juni angka kasusnya berada di kisaran 4 ribuan sampai 6 ribuan, kasusnya kini naik menjadi 8 hingga 9 ribuan dalam sehari.

Pada Selasa (15/6) kasusnya naik 8.161 sehingga total kasus menjadi 1.927.708. Dalam yang disampaikan juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito pada Selasa, jumlah kenaikan kasus berada di angka 400 hingga 7.000 kasus dalam minggu ini, terutama di wilayah tujuan mudik dan daerah asal pemudik seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia ini sampai mengalami ledakan? Menurut Ketua Tim Peneliti Whole Genome Sequence (WGS) SARS-Cov-2 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, dr. Gunadi PhD, SpBA, lonjakan ini utamanya disebabkan oleh tingginya interaksi sosial dan pelanggaran protokol kesehatan saat libur lebaran.

“Makin tinggi interaksi sosial yang terjadi, maka peluang terjadinya lonjakan kasus makin tinggi,” ujar Gunadi seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan. Apalagi, beberapa varian virus yang lebih menular, salah satunya varian Delta juga sudah ditemukan di Indonesia.

Menurut Gunadi, hipotesisnya adalah varian Delta sudah bertransmisi secara lokal di daerah Kudus karena masif. Bukan tidak mungkin jika transmisi lokal varian Delta yang pertama diidentifikasi di India ini juga sudah terjadi di daerah lain tetapi belum terdeteksi.

Penyebab lain dari lonjakan kasus ini adalah adanya pergerakan masyarakat yang masif sejak awal Ramadan sampai puncaknya setelah lebaran Idul Fitri. Menurut Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, diperkirakan ada 5 sampai 6 juta orang yang berpindah dari satu kota ke kota lain selama arus mudik dan balik.

“Kondisi ini yang menjadi penyebab lonjakan kasus. Ditambah kendornya protokol kesehatan di masyarakat sehingga laju penularan virus di masyarakat semakin meningkat,” jelas Nadia.

Baik Gunadi maupun Nadia pun mengimbau kepada masyarakat agar kembali memperketat protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tanga n dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Interaksi sosial yang tinggi ditambah tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan meningkatkan transmisi virus sehingga mendorong lonjakan kasus,” tambah Gunadi.

Anjuran untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ini pun bukan hanya dikhususkan bagi yang belum mendapatkan vaksinasi. Bagi yang sudah disuntik vaksin pun, protokol kesehatan juga tetap harus dilakukan.

“Kita tentu saja tidak ingin lonjakan kasus yang terjadi di sejumlah provinsi dan mengakibatkan angka keterisian rumah sakit melonjak drastis terjadi di daerah tempat tinggal kita. Kita harus memikirkan bukan hanya kesehatan diri kita sendiri, namun juga anggota keluarga kita yang lain dna juga tenaga kesehatan yang bekerja sangat keras dalam menangani pasien,” kata Nadia.

Jadi, yuk pakai lagi masker kalian dan kurangi nongkrong seperti saat awal pandemi. Dengan kalian patuh protokol kesehatan, segera mendapatkan vaksin saat sudah gilirannya, maka pandemi di Indonesia akan bisa segera diatasi. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Apakah Varian C.1.2 Lebih Berbahaya dari Varian VoI/VoC?

Current Issues
Bukan Hanya Delta, Para Ilmuwan Juga Waspada Varian Gamma

Current Issues
Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan Setelah Omicron