Sport

EURO 2020: Ujian Kontra Tim Raja Seri Eropa

Mainmain.id

Posted on June 16th 2021

Italia benar-benar nyaman. Kalau saja bek kanan Alessandro Florenzi tidak mengalami cedera betis, hampir pasti pelatih Roberto Mancini kembali menurunkan the winning team saat Italia meladeni tetangganya Swiss dalam laga kedua Grup A Euro 2020 di Stadion Olimpico, Roma, pukul 02.00, Kamis (17/6) dini hari nanti WIB.

Sebagai pengganti Florenzi, Mancini hampir pasti menyerahkan posisi itu kepada bek kanan Napoli, Giovanni Di Lorenzo. Mancini juga sempat mengkhawatirkan Dominico Berardi, namun sejak kemarin ia menepis kekhawatiran itu.

Artinya, Berardi hampir pasti kembali masuk starting line-up. Berarti yang menjadi pemain sayap klub Sassuolo bahkan sudah terlihat sangat bugar tatkala menjalani latihan, kemarin.

Sementara itu, La Gazzetta dello Sport dan Tuttosport melaporkan gelandang Marco Verratti sudah pulih. Namun, Mancini nampaknya akan menempatkan Verratti di bangku pemain cadangan sembari menunggu realitas yang berkembang di lapangan. Gelandang Paris Saint-Germain sudah berlatih normal bersama anggota pelatnas lainnya, kemarin.

Italia dan tamunya Swiss punya perspektif pertandingan yang berbeda kali ini. Azzurri yang sudah empat kali menjadi juara dunia hanya butuh satu poin untuk maju, tetapi tidak demikian dengan Swiss. Negeri tetangganya di utara itu sempat frustrasi karena hanya main imbang 0-0 melawan Wales. Dengan kata lain, Swiss butuh gol.  Negeri arloji ini ibarat ''drakula''. Swiss haus ''darah'' kemenangan.

Kemenangan atas Turki membuat Italia mencatat rekor kemenangan sembilan kali berturut-turut. Swiss potensial menjadi korban ke-10.

Jalan dan tugas Swiss sangat berat kali ini. Mereka seperti mendaki gunung terjal. Sebab, La Nazionale tak sekalipun kalah sejak 2018. Bahkan, gawang Italia belum pernah kebobolan sepanjang 2021. La Nazionale tak pernah kalah dalam 28 pertandingan terakhir.

Fakta Italia belum pernah kebobolan juga menjadi hal mencengangkan. Sebab, lini belakang La Nazionale dikawal dua otoritas veteran yang khas, yaitu Giorgio Chiellini yang berusia 36 tahun dan Leonardo Bonucci 34 tahun. Dua pemain ini mengumpulkan 209 caps bersama. Selebihnya Mancini menghadirkan darah-darah segar.

Usai bermain imbang 1-1 melawan Wales, Swiss terbang ke ibu kota Italia itu dengan perasaaan waswas. Menyegel kemenangan atas tuan rumah tentu akan memuluskan jalan menuju 16 besar. Tetapi fakta-fakta statistik prestasi Italia di atas justru bikin Swiss mengkeret. Memaksakan hasil imbang melawan Italia adalah pilihan paling realistis di tengah kerlingan potensi kekalahan. Apa boleh buat, Swiss harus menentukan nasib sendiri sembari berharap siapa tahu dapat hoki menjadi tim pertama yang mendeformasi Italia.

Terlepas dari gol pembuka Breel Embolo di Baku, Azerbaijan, tim arahan pelatih Vladimir Petkovic kemudian dipaksa bermain imbang oleh sundulan mematikan Kieffer Moore dari Wales, Swiss hanya memenangkan dua dari 14 pertandingan Euro dari dulu hingga sekarang.

Sekalipun rekor kemenangannya sangat memprihatinkan, Swiss bukanlah tim pelengkap penderita. Swiss layak mendapatkan sematan sosial sebagai tim ''raja seri'' Eropa. Ingat Swiss hanya kalah sekali dalam 15 pertandingan internasional terakhir.

Harapan tim berjuluk La Nati untuk melampaui pencapaian itu kali ini dibangun di atas unit lini tengah yang solid. Swiss menampilkan Granit Xhaka dari Arsenal dan Remo Freuler yang berbasis di Bergamo (Atalanta).  Taburan pemain berbakat seperti Embolo dan Xherdan Shaqiri dapat membawa ancaman bagi catenaccio (pertahanan gerendel) Italiano yang terkenal tangguh dan solid.

Petkovic hampir pasti akan mengambil pendekatan pragmatis untuk melawan La Nazionale di Olimpico. La Nati Swiss sudah mengenal dengan sangat baik sepak bola Italia. Bahkan konsep bertahan Swiss, secara sosial, diadopsi dari negeri tetangganya di selatan yang menjadi lawannya di Grup A kali ini.

Petkovic sepertinya bisa membaca pikiran Roberto Mancini yang akan menurunkan line-up seperti pada laga perdana. Kemungkinan besar Mancini baru akan merotasi tim yang mengalahkan Turki itu saat mereka melawan Wales nanti. Itu pun tergantung pada hasil laga kedua ini.

Bagi Vladimir Petkovic, bermain di Stadion Olimpico ibarat kembali ke rumah lama. Dulu ia pernah menempati kursi goyang pelatih tim biru langit Lazio. Dengan demikian, pilihan paling mendasar Petkovic adalah menurunkan kembali line-up seperti ketika mereka menahan Wales. Kalaupun berubah, maka modifikasinya akan terjadi di lini tengah. Boleh jadi, Petkovic akan mendorong Denis Zakaria ke starting line up untuk memberikan dukungan maksimal kepada Shaqiri.

Pekan ini, Swiss memanggil kiper Gregor Kobel untuk menggantikan Jonas Omlin yang cedera dalam skuat 26 pemain, setelah Omlin cedera  pergelangan kaki kanan saat pemanasan Sabtu lalu.

Kobel tidak punya batas di tingkat senior tetapi ia hanya diminta menggantikan Omlin. Penjaga gawang utamanya tetap Yann Sommer dengan  Yvon Mvogo sebagai deputi.(Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Alessandro Florenzi Kembali ke Timnas Italia karena Roberto Mancini

Sport
EURO 2020: Dibuka Atraksi Teatrikal Mancini dan Gunes

Sport
Marco Verratti Masih Andalan Roberto Mancini di Skuad Italia