Interest

Markis Kido Meninggal Karena Henti Jantung, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dwiwa

Posted on June 15th 2021

Indonesia baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya di dunia bulu tangkis. Legenda bulu tangkis Indonesia yang sudah menyumbangkan banyak medali emas dalam ganda putra, Markis Kido, telah tutup usia pada Senin (14/6) malam.

Atlet berusia 36 tahun ini meninggal dunia setelah mengalami henti jantung saat sedang bermain bulu tangkis bersama rekan-rekannya di GOR Petrolin Tangerang. Berdasarkan keterangan yang diperoleh media, kepergian sang legenda bulu tangkis ini disebabkan oleh serangan atau henti jantung.

Henti jantung atau cardiac arrest merupakan kondisi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba akibat gangguan gaya listrik pada otot jantung. Hal tersebut membuat jantung tidak berdetak normal sehingga terjadi aritmia.

Kondisi ini membuat aliran darah ke seluruh tubuh mengalami gangguan. Risiko kematian juga sangat tinggi, terutama pada orang-orang yang mengalami henti jantung saat berada di luar rumah sakit. Pasalnya, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan pertama secepat mungkin agar pasien bisa selamat.

Hal senada juga diungkap oleh aktivis media sosial dan kesehatan, dokter Tirta Mandira Hudhi. Lewat akun Instagramnya @dr.tirta, dokter yang sering berbagi tips soal kesehatan ini juga menyebut jika golden time pada henti jantung adalah 10 menit pertama.

Dalam waktu tersebut, korban yang mengalami henti jantung harus segera mendapatkan resusitasi jantung paru (CPR) atau jika perlu menggunalan alat automated external defibrillator (AED) dan dibawa ke IGD agar segera mendapat penanganan medis.

Selain itu, dokter yang akrab disapa Cipeng ini juga memaparkan sejumlah gejala yang sering muncul pada orang yang mengalami henti jantung. Gejala itu meliputi kehilangan kesadaran, tidak bisa bernapas, dan nyeri data tiba-tiba yang biasanya muncul usai aktivitas yang sangat berat.

Sementara itu, menurut Mayo Clinic, ada gejala lain yang mungkin muncul, seperti pingsan tiba-tiba, tidak ada detak jantung, dan tidak ada napas. Terkadang, beberapa gejala juga muncul sebelum terjadi henti jantung. Itu termasuk nyeri dada, nafas pendek, kelemahan, serta jantung berdenyut cepat atau berdebar (palpitasi).

Jadi, jika suatu saat kalian melihat orang yang tiba-tiba kehilangan kesadaran dan bernapas tidak normal, segera berikan pertolongan. Hubungi 118 atau 119 untuk mendapatkan bantuan medis lalu lakukan CPR.

Menurut Mayo Clinic, caranya dengan memeriksa pernapasan orang tersebut dengan cepat. Jika napasnya tidak normal, mulailah CPR. Tekan kuat dan cepat pada dada orang tersebut dengan kecepatan 100 hingga 120 kompresi per menit.

Jika kalian sudah terlatih dalam hal pemberian CPR, periksa jalan napas orang tersebut dan berikan napas bantuan setelah setiap 30 kompresi. Tetapi jika belum terlatih, lanjutkan saja kompresi dada. Biarkan dada naik sepenuhnya di antara kompresi. Terus lakukan sampai defribilator portabel tersedia atau petugas darurat tiba. (*)

Related Articles
Interest
Siapa Tandingan Asus Zenfone Max Pro M1?

Interest
Dengerin deh: Rekomendasi Lagu Selama Social Distancing Sesuai Zodiakmu

Interest
Waktunya Ganti Ponsel? iPhone SE 2020 Siap Meluncur nih!