Sport

EURO: Ayam Jantan Prancis Ngebet Juara

Mainmain.id

Posted on June 15th 2021

DUA raksasa sepak bola dunia, Prancis dan Jerman, harus saling sikat di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu dini hari (16/6), pukul 02.00. Prancis adalah juara dunia 2018. Jerman adalah juara dunia 2014. Prancis dan Jerman bergabung bersama monster sekaligus juara bertahan (atual campeao) Euro 2016 Portugal, dan Hungaria. Lintasan prestasi mereka itulah yang mendorong orang menyebut F sebagai grup maut.

Pasukan Didier Deschamps jelas-jelas mengepalkan tangan. Mereka ingin revans atas kekalahan Les Bleus dari Jerman pada 2016. Ibarat air sungai, Prancis ingin mengalir sampai ke muara. Indikatornya jelas. Prancis yang berlogo Ayam Jantan ingin juara. Pelatih Jerman Joachin Loew tentu tahu persis apa yang harus ia lakukan. Ini tarian terakhirnya bersama Nationalelf DFB-Elf Die Mannschaft, julukan tim nasional Jerman. Deutsch ist uber alles. Jerman di atas segala-galanya. Semboyan tersebut benar-benar terpatri sangat dalam di sanubari pemain asuhannya.

Orang Prancis tahu, Didier Claude Deschamps adalah salah seorang sosok yang membawa pulang trofi Euro 2000 ke Paris. Kini, setelah membawa pulang trofi Piala Dunia 2018, Deschamps bernafsu ingin membawa pulang trofi Euro 2020. Sejak naik sebagai entraineur national pada 2012, Deschamps baru menunjukkan hasil karyanya dengan menjadi juara dunia 2018. Pada 2016, trofi Euro sebetulnya sudah berada di depan mata. Namun, kans itu terbang bersama Selesao Portuguesa alias timnas Portugal ke Lisbon. Prancis kalah 0-1 di final.

Prancis sempat menderita kekalahan tak terduga dari Turki selama kualifikasi Euro 2020, tetapi prediksi mereka bisa lolos lagi ke final tidak pernah diperdebatkan.

Bermain dengan kekuatan penuh dalam pertandingan persahabatan dengan Wales dan Bulgaria tentu mengirim pesan ke seluruh daratan Eropa bahwa Prancis tidak main-main di Euro kali ini. Dua tim itu masing-masing digelontor tiga gol tanpa balas. Fakta tersebut jelas-jelas menggetarkan lawan-lawannya.

Sejak Euro digelar perdana pada 1960, Les Bleus pernah kalah dalam pertandingan pembukaan –tersungkur dalam pertemuan yang mendebarkan 4-5 dari Yugoslavia 61 tahun  lalu. Empat clean sheet dari empat laga terakhir membuat trauma kekalahan di laga pembukaan seolah-olah berlalu begitu saja dari benak pemain Prancis.

Nah, lini belakang yang solid tersebut tentu akan digempur dari berbagai arah oleh pasukan Joachim Loew. 

Sebuah halaman dalam buku sejarah sepak bola juga dipertaruhkan untuk Deschamps. Ia  bisa menjadi orang pertama yang menikmati Piala Dunia dan Piala Eropa sebagai pemain dan manajer. Namun, Deschamps harus tahu,  Loew memiliki motivasi yang sama sekali berbeda untuk kesuksesan musim panas ini.

Hati para pendukung Prancis remuk redam ketika striker andalan Karim Benzema harus keluar lebih awal melawan Bulgaria Minggu lalu. Tetapi, pemain Real Madrid itu sudah berlatih secara normal setelah membebaskan diri dari cedera. Benzema akan memimpin lini depan Les Bleus.

Mereka yang pro-Prancis dengan cepat memadamkan desas-desus tentang keretakan antara Olivier Giroud dan Kylian Mbappe. Giroud memang tidak masuk starting line-up jika Mbappe dan Benzema sedang sehat walafiat sekalipun mantan Arsenal itu melesakkan dua gol tatkala melawan Bulgaria.

Deschamps lumayan bahagia menyongsong big match melawan Jerman. Sebab, Antoine Griezmann dan Raphael Varane juga siap tampil. Hanya pemain Chelsea Kurt Zouma yang mengalami cedera ringan. Varane dan Presnel Kimpembe seperti botol dan tutupnya di jantung pertahanan Les Bleus.

Di kubu Jerman, Loew sengaja menerapkan konsep bermain tiga bek, Antonio Rudiger, Mats Hummels, dan Matthias Ginter. Tiga bek itu memang bertugas melindungi penjaga gawang Manuel Neuer. Indikasi tersebut terlihat saat Jerman menggelar uji coba melawan Latvia dan Denmark.

Jonas Hofmann terpaksa absen karena cedera lutut. Cita-citanya di Euro ibarat daun kering yang meranggas. Jerman tentu sangat berharap kepada sosok Toni Kroos dan Ilkay Guendogan. Sayang, sang connector atau penyambung Leon Goretzka masih berjuang  untuk pulih dari masalah otot.

Die Mannschaft membanggakan kekayaan menggelikan bakat menyerang, tapi Loew harus memilih hanya tiga front man untuk memulai di hari pembukaan. Serge Gnabry, Thomas Mueller, dan Kai Havertz menjadi kombinasi yang paling realistis dan memungkinkan.

Ini pertemuan ke-32 antara Prancis dan Jerman. Prancis menang 14 kali, sementara Jerman menang 10 kali. Selebihnya kedua tim mencatat hasil imbang. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Kemungkinan Line-up

PRANCIS: Hugo Lloris, Benjamin Pavard, Raphael Varane, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez, N’Golo Kante, Paul Pogba, Adrien Rabiot, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Karim Benzema

JERMAN: Manuel Neuer, Matthias Ginter, Matts Hummels, Antonio Rudiger, Joshua Kimmich, Toni Kroos, Ilkay Guendogan, Robin Gosens, Kai Havertz, Thomas Mueller, Serge Gnabry

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

 
Related Articles
Sport
Sinyal Menakutkan dari Timnas Jerman, si Raja Turnamen

Sport
EURO 2020: Tancap Gas, Oranje!

Sport
EURO 2020: Belanda Harus Menang agar Aman