Esports

Serial Dota 2: Dragon’s Blood Mengispirasi Tema Anime di WePlay AniMajor

Dika Afandi N

Posted on June 14th 2021

Ada yang unik digelaran grand final WePlay AniMajor, Minggu (13/6) lalu. WePlay sebagai panitia penyelenggara menggunakan ide menarik dengan menggunakan tema anime. Tema tersebut diterapkan di set panggung, hingga kostum para host. WePlay mengungkapkan ide itu terinspirasi hadirnya serial anime DOTA: Dragon’s Blood.

"Kami selalu mengeksplorasi berbagai ide yang dapat dikonversi menjadi pengalaman unik di dalam sebuah kompetisi. Saya tidak bisa memberi tahu Anda dengan tepat bagaimana kami menemukan ide anime ini, tetapi hal ini telah kami diajukan ke Valve sebagai developer DOTA 2,” tutur Humeniuk, CEO WePlay.

Dilansir dari Forbes, salah satu caster di WePlay AniMajor, Dominik “Lacoste” Stipic menyampaikan bahwa penggabungan antara DOTA dan anime merupakan sebuah ide bagus. Sebab, ia melihat banyak respon positif yang datang tentang kolaborasi tema tersebut.

“Sebelum DOTA: Dragon’s Blood di Netflix, banyak orang yang sebelumnya tidak terlibat dengan DOTA 2, kini telah banyak mengetahui tentang game tersebut karena Dragon’s Blood,” ucap “Lacoste”. Kini justru serial tersebut menjadi inspirasi tema di WePlay Animajor.

Humeniuk juga menjelaskan bahwa ia ingin membuat semua orang terkesan dengan adanya tema ini, sebab WePlay AniMajor sendiri merupakan event besar DOTA 2 di tahun 2021 ini. Sebelumnya sempat ada kekhawatiran bahwa DOTA 2 akan kehilangan fans setianya. Sebab, tidak semua penggemar DOTA 2 penyuka anime. Namun hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya respon postif yang datang.

Pada grand final lalu, tim asal Tiongkok, PSG LGD sukses menjadi kampiun. Mereka menundukkan tim Evil Geniuses dengan skor 3-0. PSG LGD sendiri menapaki grand final melalui upper bracket. Sedangkan, Evil Geniuses memulai perjalanan melalui lower bracket. Ia melibas semua lawannya hingga berhak melaju ke grand final.

Keberhasilan PSG.LGD menjadi juara WePlay AniMajor ini membuat mereka berhak mendapatkan hadiah sebesar 200 ribu US dollar atau sebesar Rp2,8 miliar serta 500 DPC Point. Sementara bagi Evil Geniuses, mereka membawa pulang 100 ribu US Dollar dan 450 DPC Point.

Di posisi ketiga dan empat diisi oleh T1 dan Vici Gaming. Keempat tim tersebut juga berhasil memastikan diri lolos ke The International 10 yang akan digelar di Avicii Arena, Stockholm, Swedia, pada awal Agustus mendatang.(*)

Related Articles
Esports
Comeback! Invictus Gaming Juarai One Esports DOTA 2 Singapore Major

Esports
"Inyourdream" Umumkan Positif Covid-19

Esports
Valve Bakal Hadirkan Serial Dota 2 di Netflix