Sport

EURO 2020: Makedonia Bukan Sekadar Pelengkap

Mainmain.id

Posted on June 13th 2021

"Generasi ini membuat sejarah. Kami memiliki pemain kuat lainnya di masa lalu, tetapi hanya kami yang berhasil mencapai prestasi ini." Begitu kata sang kapten tim Goran Pandev tentang partisipasi Makedonia Utara di Euro 2020. Negara itu membuat sejarah dengan lolos untuk kali pertama di turnamen antarnegara di Eropa tersebut. Mereka tak mau sekadar numpang lewat.

Tiket ke Euro 2020 tak diperoleh dengan mudah. Risovi, julukan Makedonia Utara, harus melewati babak playoff terlebih dahulu. Mereka lolos setelah menyingkirkan Kosovo dan Georgia. Kini mereka bergabung di grup C bersama tim kuat Belanda, Austria, dan Ukraina. Austria akan menjadi lawan pertama mereka. Kedua tim bentrok di Arena Nationala, Bukares, Minggu (13/6), kickoff 23.00 WIB.

Austria bukan tim yang asing untuk anak asuh Igor Angelovski tersebut. Mereka adalah rival di babak kualifikasi. Sayang, pertemuan kedua tim tidak berpihak ke Makedonia Utara. Mereka dua kali tunduk di tangan David Alaba dan kolega. "Kami sudah bermain melawan Austria dan kami tak memiliki pengalaman positif lawan mereka. Tetapi, sekarang kami memiliki kesempatan untuk membalas dendam," tegas Pandev kepada GOAL International.

Di antara tiga tim yang akan mereka hadapi di babak grup ini, Belanda adalah favorit. Meski demikian, tidak berarti peluang Makedonia langsung tertutup. Mereka akan berusaha untuk mendapatkan tiket lolos ke babak 16 besar. Peluang itu terbuka lebar jika minimal finis di tiga besar di klasemen akhir grup C. "Kami tahu ini tidak akan mudah. Namun, kami akan mencoba melakukannya," tegas eks striker Inter Milan itu.

Seperti halnya Makadonia Utara, Austria bukan negara yang rajin berpartisipasi di Euro. Mereka kali pertama tampil di ajang itu pada Euro 2008. Kala itu mereka bertindak sebagai tuan rumah bersama Swiss. Austria yang bergabung di grup B bersama Kroasia, Jerman, dan Polandia gagal melaju ke fase berikutnya karena finis di peringkat ketiga. Mereka hanya mencatat satu kemenangan dan dua kali kalah.

Kemudian, mereka berkiprah kembali di Euro 2016 di Prancis. Bergabung di grup F bersama Hungaria, Islandia, dan Portugal, mereka gagal lolos ke 16 besar setelah menjadi juru kunci. Austria mencatat dua kekalahan dan sekali hasil imbang. Dua kali berpartisipasi di Euro tanpa meraih satu kemenangan pun membuat skuad asuhan Franco Foda itu berhasrat besar untuk memutus tren buruk.

Peluang untuk menang cukup besar. Sebab, mereka selalu mengalahkan Makedonia Utara dalam dua pertemuan terakhir. Meski demikian, tidak berarti kedua kemenangan itu bukan jaminan akan terulang di Euro 2020. "Kami semua tahu bahwa mereka adalah tim yang sulit dikalahkan karena mereka sangat kompak. Ini adalah Euro, dan kami harus tampil sebaik-baiknya," tegas Foda dalam laman resmi UEFA. (Muhammad Syafaruddin/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Air Mata Bruno Fernandes untuk Selesao Portuguesa

Sport
EURO 2020: Inggris masih Terngiang Serpihan Dendam di Rusia

Sport
Sinyal Menakutkan dari Timnas Jerman, si Raja Turnamen