Sport

EURO 2020: Flatshare, Kiat Jerman setelah Dipandang Sebelah Mata

Mainmain.id

Posted on June 13th 2021

 

Jerman tahu diri. Kali ini mereka datang ke Euro bukan sebagai tim unggulan. Direktur Tim Nasional Jerman Olivier Bierhoff tahu betul itu. Prestasi timnas Jerman belakangan memang meredup. Celakanya, kini Jerman malah ketiban ''sial'' karena berada satu grup bersama Juara Dunia 2018 Prancis dan juara bertahan Euro 2016 Portugal. Karena status itulah, Jerman dan Hungaria seperti tim pelengkap penderita.

Merasa disepelekan kawan dan lawan, Bierhoff lalu melakukan antisipasi agar mental pemain Jerman tidak terpukul. Bierhoff kemudian menerapkan kebijakan flatshare di Herzogenaurach. Herzogenaurach adalah kamp pemusatan latihan Die Manschaft, sebutan tim nasional Jerman. Letaknya sedikit di luar Kota Nurenberg.

Dalam sistem flatshare itu, pemain junior diinapkan satu kamar dengan pemain senior. Pemain yang berasal dari klub yang sama juga sebisanya jangan dapat jatah satu kamar lagi. Sebab, mereka sudah saling mengenal. Bierhoff berharap semangat kebersamaan bisa membangkitkan daya juang tim dan meningkatkan peluang mereka di turnamen.

Pelatih nasional Jerman Joachim Loew sadar betul kali ini Jerman hanya dianggap sebelah mata lawan. Karena itu, Loew yang akan purnatugas setelah Euro 2020 hanya berharap timnya bisa membuat kejutan

Loew dan Bierhoff juga tahu, kini gelar sosial yang kerap disematkan ke tim nasional Jerman sudah lenyap. Selama ini Jerman dikenal sebagai negara Raja Turnamen. Terpuruknya prestasi Jerman belakangan membuat gelar tersebut copot dengan sendirinya.

Jerman akan memulai laga dengan meladeni Prancis pada Rabu (16/5). Loew konon hanya menargetkan hasil imbang untuk pertandingan perdana itu. Syukur-syukur kalau bisa menang. Padahal, peluang menang itu tetap ada karena Jerman bermain di Die Heimat atau di negeri sendiri.

 

Pemain Jerman akan tinggal di ”unit flat” yang diisi tiga atau empat pemain. Mereka, seperti dilaporkan Bild, tinggal tersebar di sekitar kamp.

Bintang Bayern Munich Joshua Kimmich dan Leroy Sane memang mendapat jatah satu unit, tetapi Kai Havertz sengaja dipisahkan dari Timo Werner yang notabene sesama pemain Chelsea. Havertz kebagian flat yang satu unit  dengan kiper Arsenal Bernd Leno.

Sementara itu, Thomas Mueller akan berbagi satu unit flat dengan Robin Gosens dari Atalanta, Leon Goretzka, dan kiper Kevin Trapp.

Menurut Bierhoff, sistemnya diatur, dengan tujuh pemain paling berpengalaman disebarkan ke unit-unit  kondominium yang ada. Para pemain muda kemudian diundi ikut ke unit yang sudah diisi pemain senior.

"Pada langkah pertama, kami memilih tujuh senior, yaitu kapten tim dengan caps internasional paling banyak," kata mantan penyerang Jerman itu.

Bierhoff yakin flatshare itu akan ada manfaatnya. Setidaknya, akan ada penularan sikap untuk menghadapi pertandingan penting. ''Biar pemain junior bisa mengatasi kendala itu dari pengalaman langsung bersama pemain senior di masing-masing kamar,'' ucap Bierhoff lagi.

''Ada banyak alam, banyak ketenangan. Kami berharap dapat menonton pertandingan Kejuaraan Eropa bersama di luar ruangan selama beberapa hari ke depan. Suasana hati benar-benar baik dan fokus. Mulai sekarang yang penting: fokus, fokus, tingkatkan tensi agar bisa tampil terbaik melawan Prancis!'

Oh ya, sekadar diingat. Jerman datang ke turnamen dengan kemenangan monumental 7-1 atas Latvia. Kemenangan besar itu secara psikologis akan membuat lawan-lawannya bergidik. Habt einen guten kampf, tulis Bild lagi. Selamat berjuang, Her Bierhoff. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Sinyal Menakutkan dari Timnas Jerman, si Raja Turnamen

Sport
Setelah 100 Tahun, Strategi Catenaccio Italia Sudah Tak Laku

Sport
EURO 2020: Kunci Kemenangan Polandia ada di Robert Lewandowski