Current Issues

Gejala-Gejala Long Covid yang Mungkin Tak Disadari

Dwiwa

Posted on June 12th 2021

Jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, angka kematiannya pun terus bertambah setiap hari. Tetapi selain penularan yang masih terus terjadi, ada hal lain yang kini menjadi kekhawatiran banyak orang, long Covid alias gejala Covid jangka panjang.

Dilansir dari Eat This, Not That!, lebih dari 30 persen pasien Covid melaporkan gejala misterius yang tidak hilang. Sebagian besar dari mereka mengalami gejala awal ringan –tidak dirawat di rumah sakit, meski ada beberapa yang berkembang menjadi fatal – dan masih belum merasa lebih baik.

Gejala yang dirasakan sulit didiskripsikan dengan kata-kata, tetapi itu benar-benar buruk. Lalu, gejala apa saja yang paling sering dialami pada pasien Covid dan mungkin tidak disadari sebagai gejala long covid?

1. Kelelahan yang spesifik

Lebih dari 80 persen mereka yang mengalami long Covid melaporkan kelelahan sebagai gejala utama mereka – tetapi itu bukan sekadar mereka merasa ngantuk atau malas. Apa yang dirasakan lebih mirip dengan myalgic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome, kondisi lain yang melemahkan dan dapat membuatmu merasa hampir keracunan setelah beraktivitas.

Aktivitas ini bisa berupa olahraga atau bahkan hanya bangun untuk mencuci piring. Seperti halnya pasien ME/CFS, pengidap long Covid juga diminta untuk tidak menghabiskan terlalu banyak energi. Ini membuat banyak orang terbaring di tempat tidur, atau paling baik, bisa berjalan-jalan tanpa melakukan banyak hal lain sebelum kelelahan pasca-olahraga atau gejala lain muncul.

2. Kabut otak

Dr Anthony Fauci, kepala penasihat medis untuk Presiden Amerika Serikat telah memperingatkan kabut otak dan long Covid. Kalian mungkin tidak bisa berpikir jernih, mengingat hal-hal tertentu atau berkonsentrasi. Ini bisa datang dan pergi. 

3. Sakit kepala atau migrain

Setiap orang mengalami sakit kekepala sesekali. Tetapi jika kalian mengalami sakit kepala atau migrain yang tiba-tiba dan parah, bisa jadi disebabkan oleh peradangan pembuluh darah, akibat long Covid.  

4. Cemas atau Depresi

Tubuh kita masuk ke mode bertarung –mode stres tinggi dan kewaspadaan tinggi– saat diserang. Mengalami long Covid bisa terasa seperti tubuh terus meneru diserang, setiap menit. Mungkin salah satu teori tentang long Covid adalah untaian virus tertinggal di dalam tubuh.

Teori lain, sistem kekebalan berpikir virus masih ada padahal tidak apapun penyebabnya, salah satu efek samping yang mungkin adalah kecemasan. Secara alami, jika hidup kita terganggu oleh gejala yang melemahkan, depresi juga mungkin akan mengikuti.

5. Mengalami beberapa gejala lain

Covid dapat mengganggu hampir setiap bagian tubuh kita. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) efek multiorgan dapat memengaruhi sebagian besar, jika tidak semua, sistem tubuh. Termasuk jantung, paru-paru, ginjal, kulit, dan fungsi otak.

Pasien melaporkan kehilangan penciuman atau rasa yang terus menerus, pusing saat berdiri, nyeri dada, jantung berdebar, batuk, nyeri sendi atau otot, demam, masalah pernapasan, pingsan, kebutaan, dan berbagai masalah lain.(*)

Related Articles
Current Issues
Studi: Banyak Penyintas Covid-19 Hadapi Masalah Kesehatan Baru Usai Terinfeksi

Current Issues
Studi: Gangguan Kesehatan Otak dan Mental Umum Terjadi Pada Pasien Covid-19

Current Issues
Studi: Kasus Long Covid-19 dengan Gejala Sesak Napas dan Depresi Meningkat