Sport

Mercedes di Persimpangan Jalan

Mainmain.id

Posted on June 12th 2021

SETIAP era, ada bintangnya. Setiap bintang, ada eranya. Era mesin mesin V6 hybrid mulai 2014 dibintangi Mercedes. Mereka selalu juara sejak saat itu. Dominasi tersebut akan terancam musim depan, saat Formula 1 memasuki era baru regulasi mobil dan mesin.

Regulasi baru itu sudah diputuskan pada 2018. Seharusnya mulai diterapkan tahun ini. Namun, pandemi Covid-19 membuat penerapan regulasi tersebut ditunda hingga musim depan.

Perubahan regulasi itu mencakup aerodinamis, power unit, dan ban.

Dari sisi aerodinamis, aerodinamika mobil Formula 1 musim depan dituntut lebih simpel. Sayap-sayap kecil di kanan dan kiri badan mobil harus dihilangkan. Mobil akan kelihatan lebih rapi.

Berikutnya, motor generator unite heat (MGU-H), yang merupakan bagian dari power unit, akan dicopot dari mobil musim depan. Itu adalah peranti untuk memanfaatkan energi panas yang terbuang menjadi tenaga. Selain panas, gerak kinetik saat pengereman juga dimanfaatkan.

Pada sisi ban, ukuran ban musim depan akan lebih besar dari musim ini. Dari 13 inci (33 cm) menjadi 18 inci (46 cm).

Tim-tim besar saat ini dalam persimpangan. Harus membagi sumber daya menjadi dua. Satu untuk mengejar prestasi maksimal musim ini. Satu untuk mempersiapkan mobil buat musim depan.

Pertentangan itu paling besar dirasakan Mercedes. Mereka ingin melengkapi dominasi di era regulasi ini dengan gelar juara dunia tahun ini. Masalahnya, Red Bull-Honda ternyata menunjukkan perkembangan yang sangat tinggi. Bahkan, RB16B terlihat lebih cepat daripada W12 milik Mercedes.

Lewis Hamilton pun tertekan. Hingga melakukan kesalahan pengereman yang berakibat nol poin di Baku pekan lalu. Sergio Perez dari Red Bull menang, membuat Red Bull kian kokoh di puncak klasemen konstruktor. Max Verstappen pun masih di puncak klasemen pembalap meski di Baku gagal finis.

Namun, bos Mercedes Toto Wolff tidak mau panik. Timnya masih akan menjalankan rencana awal. Membagi tim menjadi dua untuk mengejar juara musim ini, sekaligus mempersiapkan mobil musim depan.

”Hasil dalam dua lomba terakhir di Monaco dan Baku tidak bisa menjadi acuan, hingga kami mengubah rencana,” kata Wolff kepada Crash. ”Dua sirkuit itu memang titik lemah kami. Jadi, mari kita lihat beberapa lomba ke depan di Eropa,” lanjutnya.

Di Monaco dan Baku, Mercedes mengalami masalah ban yang lambat panas. Bahkan, Valtteri Bottas mengeluh serasa menggunakan ban basah di lintasan kering saking buruknya grip.

Seri kedelapan musim ini akan diselenggarakan di Sirkuit Paul Richard, Prancis, 20 Juni. Berikutnya, dua lomba beruntun di Red Bull Ring, Austria. Itulah triple header alias tiga lomba beruntun musim ini.

Tiga lomba itu akan menjadi penentu Mercedes, tetap membagi tim atau fokus musim depan. Tertinggal saat memasuki satu era, mengejarnya akan sangat sulit. Seperti Red Bull yang harus menunggu tahun terakhir era mesin V6 hybrid untuk menyaingi Mercedes saat ini. (Nanang Prianto/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Artikel Terkait
Sport
Amankan Gelar Juara Dunia F1, Hamilton Ingin Kejar Rekor Schumi

Sport
Hasil Latihan GP Azerbaijan: Red Bull Tercepat, Mercedes Terlempar

Sport
Finis Posisi Kedua di Azerbaijan, Vettel Merasa Terlahir Kembali