Sport

EURO 2020: Ketemu Rusia, Belgia Kejar Peringkat Pertama

Mainmain.id

Posted on June 12th 2021

BELGIA harus hati-hati saat meladeni tuan rumah Rusia di laga perdana grup B yang dihelat di Gazprom Arena, St Petersburg, Rusia, Minggu dini hari (13/6), pukul 02.00 WIB.

Pasukan Roberto Martinez  kini mengincar gengsi sebagai negara dengan peringkat pertama di dunia. Sebaliknya, Rusia memiliki ekspektasi realistis untuk finis di posisi kedua teratas di grup.

Belgia nyaris menjadi juara pada 1980. Sayang, di final mereka menjadi korban kehebatan Jerman Barat. Kini, dengan materi pemain yang lumayan hebat, Belgia coba-coba merebut posisi nomor satu dunia. Kalau bisa, Belgia akan merasakan betapa ''hebatnya'' menempati peringkat pertama dunia.

Peringkat pertama dunia itu merupakan ''apresiasi'' atas periode kualifikasi yang sempurna. Belgia mencatat rekor sempurna di periode kualifikasi Euro 2020. Tim berjuluk Setan Merah itu meraih 30 angka dari kemungkinan 30.

Pada Euro 2016, Belgia kalah secara menyakitkan di perempat final. Mereka kalah 1-3 dari Wales. Padahal, semua orang menjagokan Belgia yang lolos ke semifinal dan bertemu Portugal yang akhirnya tampil sebagai juara.

Turnamen itu mewakili penampilan pertama Belgia di Euro sejak 2000, tetapi prestasi mereka yang meroket selama dekade terakhir berarti bahwa mereka adalah salah satu favorit untuk melaju sepanjang musim panas ini. Kalau mereka gagal menjadi juara grup yang terdiri atas Rusia, Denmark, dan Finlandia, prestasinya tidak akan berarti apa-apa.

Martinez tidak disuguhi penampilan sarat gol yang biasa ia lihat dari timnya dalam pertandingan pemanasan. Belgia, antara lain, ditahan imbang oleh Yunani 1-1.

Menghadapi Euro, Belgia sudah sembilan pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi. Dengan pemain yang relatif komplet dan bertabur bintang, Belgia memang tercatat sebagai salah satu favorit. Paling tidak Belgia difavoritkan lolos sampai perempat final.

Sementara itu, tuan rumah Rusia berusaha keras, paling tidak, bisa mengimbangi Belgia. Sebab, selama ini tim asuhan pelatih Stanislav Cherchesov itu sudah dua kali kalah oleh Belgia.

Rusia ingin mengulangi nostalgia ketika masih berstatus Uni Soviet. Pada kompetisi perdana pada 1960 –saat kompetisi hanya diikuti empat tim– Uni Soviet tampil sebagai juara. Namun, sejak itu mereka tak pernah lagi bisa meraihnya. Bahkan, sampai berganti nama menjadi Rusia pun, tim tersebut tak pernah lagi menjadi juara. Rusia hanya pernah melaju sampai ke semifinal pada Euro 2008. Kala itu Rusia punya seorang pemain yang sangat menonjol, yaitu Andrey Arshavin.

Ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, tim Cherchesov juga tidak berkutik.

Belgia mengamankan kemenangan 3-1 dan 4-1 atas Rusia ketika bertarung selama kualifikasi Euro 2020. Setan Merah tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir. Keduanya hanya sempat bermain imbang 3-3 dalam sebuah laga persahabatan pada 2017.

Di tempat terpisah, playmaker Belgia Kevin de Bruyne dipaksa menjalani operasi karena patah tulang wajah yang dideritanya di final Liga Champions. Martinez mengatakan, De Bruyne memang belum bisa diharapkan.

Belgia tampaknya tidak bisa bermain tanpa tiga pemain utamanya, yaitu Kevin de Bryuine, Axel Witsel yang terkapar karena masalah achilles. Satu lagi adalah kapten tim Eden Hazard yang belum prima betul setelah praktis dihajar cedera panjang selama membela klubnya, Real Madrid.

Sebaliknya, gelandang Rusia Dmitri Barinov mendapat pukulan di hidung dan harus dikeluarkan saat melawan Bulgaria. Tetapi, pemain berusia 24 tahun itu tampaknya tetap turun dini hari nanti. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

 

Prediksi Line-up

BELGIA: Courtois, Alderweireld, Denayer, Vertonghen, Castagne, Tielemans, Dendoncker, Carrasco, Mertens, Hazard, Lukaku

RUSIA: Shunin, Barinov, Dzhikiya, Semenov, Fernandes, Zobnin, Ozdoev, Kuzyaev, Miranchuk, Golovin, Dzyuba

 

Related Articles
Sport
EURO 2020: Dries Mertens Dipuji Raja Filip karena Melampaui Maradona

Sport
Belgia, Jangan Macan Kertas Lagi di Euro 2020

Sport
Setelah 100 Tahun, Strategi Catenaccio Italia Sudah Tak Laku