Sport

EURO 2020: Juara 1992, Timnas Denmark Kini Mati Gaya

Mainmain.id

Posted on June 12th 2021

DENMARK pernah bikin dunia bola tersentak. Datang sebagai ban serep untuk menggantikan Yugoslavia, Denmark malah tampil sebagai juara Piala Eropa 1992. Dunia dibikin terpana. Tak ada satu pun yang menyangka, tim dinamit tersebut juara. Kala itu Denmark menyandarkan harapannya kepada kiper Petr Schmeichel, John Jensen, dan Kim Vlitfort.

Sayang, setelah itu Denmark praktis mati gaya. Denmark tidak berkutik dari tahun ke tahun. Malam nanti Denmark menghadapi tetangganya sendiri, Finlandia. Belakangan, tradisi bola Finlandia mulai terbentuk. Negeri mini itu bahkan sudah mulai rutin lolos ke Euro, termasuk ke Euro kali ini.

Denmark berharap menyaingi Belgia untuk posisi teratas di grup F meski Rusia juga mengejar peluang maju ke babak sistem gugur. Perebutan tempat itulah yang membuat laga menjadi sengit lengkap dengan gesekan-gesekan antar pemain yang terkadang menyulut pertikaian di atas lapangan.

Denmark memang moncer setelah memenangkan Kejuaraan Eropa pada 1992, sementara mereka hanya mencapai tahap perempat final kompetisi pada 2004, tetapi pada 2012 Denmark mengecewakan. Mereka tersingkir di babak penyisihan grup.

Denmark gagal lolos ke Euro 2016, tetapi mengamankan tempat di putaran final Euro 2020 berkat finis kedua di grup D di belakang Swiss, mengumpulkan 16 poin dari 8 pertandingan.

Persiapan Denmark untuk turnamen ini lumayan positif. Mereka bermain imbang 1-1 dengan Jerman dalam pertandingan persahabatan pada 2 Juni sebelum Martin Braithwaite dan Andreas Cornelius mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina di Brondby pada Minggu malam.

Tim asuhan Kasper Hjulmand itu hanya kalah satu kali dari 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi dan akan melihat pertandingan pembuka turnamen di Kopenhagen sebagai kunci peluang mereka untuk mengeklaim posisi dua besar.

Posisi ketiga mungkin cukup untuk lolos dari grup B, tetapi tim merah putih itu tidak mau mengambil risiko, terutama karena mereka akan menyelesaikan bagian ini dengan dua pertandingan sulit melawan Belgia dan Rusia. Dengan demikian, pertandingan malam nanti sangat penting bagi harapan mereka untuk maju.

Finlandia menghadapi tugas berat dalam hal mengamankan tempat di babak sistem gugur Kejuaraan Eropa. Namun, dalam banyak hal, mereka akan senang telah lolos ke putaran final di tempat pertama.

Memang, ini adalah kali pertama tim berjuluk Burung Elang tersebut hadir di Kejuaraan Eropa. Artinya, itu akan menjadi kompetisi yang sangat istimewa bagi negara secara keseluruhan.

Pasukan Markku Kanerva tidak hanya akan berada di sana untuk meraih angka, tetapi persiapan tim jauh dari ideal. Mereka kehilangan dua pertandingan persahabatan praturnamen melawan Swedia dan Estonia.

Finlandia mencatat empat kemenangan beruntun di tahap akhir 2020, tetapi sekarang tanpa kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Mereka menderita empat kekalahan dalam prosesnya.

Meski demikian, tentu saja ada bakat dan banyak pengalaman dalam skuad. Hasil positif melawan Denmark akan menyibak jalan ke pertandingan melawan Rusia pada 16 Juni.

Ada banyak nama familier di skuad Denmark, dan pemain seperti Kasper Schmeichel, Andreas Christensen, Pierre-Emile Hojbjerg, dan Christian Eriksen, semuanya akan berada di starting XI untuk pertandingan ini.

Pelatih kepala Hjulmand memiliki banyak pilihan di lini tengah dan area depan, tetapi Braithwaite dan Poulsen menjadi pilihan utama.

Thomas Delaney harus bergabung dengan Hojbjerg di lini tengah, sementara Simon Kjaer –pemain paling berpengalaman kedua dalam skuad di belakang Eriksen– harus bergabung dengan Christensen di belakang.

Kasper Dolberg dan Cornelius berusaha mencari tempat dalam serangan, tetapi Jonas Wind akhirnya bisa masuk skuad. Pemain berusia 22 tahun itu ingin menambah tiga golnya di level ini.

Sedangkan untuk Finlandia, Teemu Pukki diragukan tampil karena masalah pergelangan kaki, tetapi pemain berusia 31 tahun, yang merupakan pencetak gol terbanyak dalam skuad dengan 30 gol, diperkirakan tampil di sepertiga akhir permainan.

Ada sejumlah yang tidak diketahui ketika datang ke sisi awal, tetapi Joel Pohjanpalo bisa mendapatkan anggukan bersama Pukki di sepertiga akhir, sementara Tim Sparv adalah kepastian di tengah taman.

Gelandang Rangers Glen Kamara juga akan berada di starting XI, sementara akan ada banyak pengalaman internasional dalam bentuk Paulus Arajuuri, Joona Toivio, dan Jukka Raitala. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

 

Prediksi Line-up

DENMARK: Schmeichel, Wass, Christensen, Kjaer, Maehle, Hojbjerg, Delaney, Poulsen, Eriksen, Braithwaite, Wind 

FINLANDIA: Hradecky, Arajuuri, Toivio, O'Shaughnessy, Raitala, Kamara, Sparv, Lod, Uronen, Pohjanpalo, Pukki

Related Articles
Sport
EURO 2020: Pembuktian Lord Braithwaite di Timnas Denmark

Sport
Kans Timnas Inggris di Euro 2020: Jangan Besar Pasak daripada Tiang Lagi

Sport
Portugal Bisa Jadi Batu Cadas buat Tim Mana pun