Lifestyle

Gagal Diet dan Berat Bertambah? Mungkin Itu Pengaruh Kebiasaan Bermain Ponsel

Dwiwa

Posted on June 11th 2021

Pernah kepikiran nggak kalau kebiasaan bermain ponsel mungkin berdampak pada tubuh kita yang semakin gendut? Kedengarannya gagasan ini tidak masuk akal yah, kan ponsel cuma kita pegang bukan dimakan.

Tetapi sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan menemukan kemungkinan adanya keterkaitan antara ponsel dengan kenaikan berat badan.

Dilansir dari Healthline, studi yang menganalisis data lebih dari 53 ribu remaja Korea dari Korea Youth Risk Behavior Web-Based Survey menemukan bahwa remaja yang menggunakan ponsel pintar lebih dari 2 jam per hari secara signifikan lebih mungkin makan-makanan olahan lebih banyak. Mereka jadi lebih sedikit buah dan sayuran dibanding remaja yang lebih sering meletakkan ponselnya.

Selain itu, remaja yang menghabiskan lebih dari 3 jam per hari di smartphone secara signifikan lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

"Hasil ini tidak mengejutkan mengingat waktu di depan layar ponsel adalah aktivitas yang benar-benar tidak aktif. Ketika itulah para remaja banyak menghabiskan waktunya, yang seharusnya mereka bisa berpartisipasi dalam olahraga atau aktivitas fisik lainnya,” ujar Dr. Rekha B. Kumar kepada Healthline. Ia merupakan direktur medis dari American Board of Obesity Medicine.

Studi tersebut juga menemukan remaja yang menghabiskan setidaknya 5 jam dengan ponsel mereka setiap hari lebih mungkin untuk minum-minuman manis berkarbonasi dan dan makan-makanan cepat saji. Seperti misalnya keripik dan mie instan. Angkanya lebih tinggi dibanding remaja yang menghabiskan kurang dari 2 jam sehari di depan ponsel.

Selain itu, para remaja yang menggunakan ponsel untuk mencari informasi memiliki perilaku makan yang lebih sehat. Dibanding yang menggunakan smartphone untuk mengobrol, menggunakan messenger, bermain game, menonton video, mendengarkan musik, dan terhubung di media sosial.

Mereka yang menggunakan ponsel untuk bermain game, menonton video, mendengarkan musik, atau membaca webtoon atau novel web lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Inilah yang sering tidak disadari orang-orang, membentuk kebiasaan buruk tanpa disadari. Waktu bisa berlalu dengan cepat ketika ponsel di tangan, sehingga mudah untuk makan sambil menelepon.  Sehingga tidak memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi.

"Ketika kita tidak sadar tentang makan kita (saat makan sambil menatap layar), kita cenderung makan berlebihan. Kita mengemil tanpa berpikir, atau makan terlalu cepat, yang tidak memberikan cukup waktu bagi sistem pencernaan untuk memberi sinyal ke otak bahwa kita sudah kenyang, sehingga kita makan melewati titik kenyang,” jelas Christina Brown, pelatih penurunan berat badan.

Brown menambahkan jika pandemi berkontribusi pada hal ini. Pasalnya, protokol kesehatan yang digunakan untuk mencegah penyebaran virus memaksa remaja dan orang dewasa menggunakan ponsel untuk sekolah, bekerja, dan interaksi sosial dengan teman dan keluarga.

Lalu bagaimana caranya untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini? Sebenarnya itu tidak terlalu sulit. Kalian bisa memulai dengan meletakkan ponsel ketika waktunya makan. Selain itu, batasi juga waktu menatap layar dan alihkan untuk kesibukan lain seperti berjalan-jalan atau bersepeda.

Jika perlu, pasang alarm sebagai pengingat agar kita tidak terjebak pada posisi diam terlalu lama. Cara lain adalah dengan membuat buku harian untuk membantu kalian memperhatikan kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Kalian juga bisa menggunakan ponsel sambil berdiri dibanding dengan duduk atau berbaring. Lagi pula, ponsel pintar sebenarnya bisa bermanfaat loh untuk kesehatan jika kalian menggunakannya untuk mengakses informasi kesehatan dan memasang aplikasi yang bisa meningkatkan kesehatan.(*)

Related Articles
Lifestyle
Jangan Remehkan, Ini Dampak Buruk yang Bisa Kalian Dapat Jika Obesitas

Lifestyle
Apa Sih Penyebab Utama Seseorang Jadi Gendut dan Obesitas?

Lifestyle
5 Cara Hindari Tambah Gendut Usai Puasa Ramadan