Tech

Apple Datangkan Mantan Petinggi BMW untuk Garap Mobil Listrik Otonomnya

Mainmain.id

Posted on June 11th 2021


Ulrich Kranz ketika masih di BMW (bmwblog).

Apple makin serius mewujudkan ambisinya terjun di dunia otomotif. Kabar terbarunya, Apple baru saja mendatangkan Ulrich Kranz. Ia merupakan mantan eksekutif di BMW. Kranz juga sempat mendirikan startup kendaraan listrik, Canoo.

The Verge mengonfirmasi laporan itu. Kranz memang pindah ke Apple. Ia akan mengerjakan proyek mobil listrik raksasa Silicon Valley di bawah kendali Doug Field. Field merupakan mantan eksekutif di Tesla. Doug Field-lah yang selama ini dipercaya menjalankan operasi sehari-hari dari proyek kendaraan listrik Apple. Proyek itu sendiri selama ini dikenal dengan nama "Project Titan".

Kabar bergabungnya Kranz ke Apple pertama kali dilaporkan Bloomberg. Kranz selama ini punya andil besar di BMW. Ia salah satu eksekutif yang membantu peluncuran BMW hatchback i3 yang sudah bertenaga listrik. Selain itu, portfolio lain dari Kranz adalah ia terlibat dalam pembuatan mobil sport hybrid BMW i8.


BMW hatchback i3 (caradvice).

Pada 2016, Kranz cabut dari BMW. Ia bersama rekannya yang juga pernah sama-sama di BMW, Stefan Krause, direkrut untuk membantu membalikkan startup electric vehicle (EV) yang sedang berjuang, Faraday Future. Namun itu tak lama. Kranz dan Krause berbeda pendapat dengan pendiri Faraday Future. Akhir 2017, keduanya pergi dari Faraday Future. Mereka berdua akhirnya membentuk startup EV sendiri dan diberi nama Canoo.

Di Canoo, Kranz dan Krause membawa serta beberapa orang dari BMW. Mereka sempat meluncurkan mobil listrik berjenis van. Mobil itu dijual dengan konsep berbeda. Lewat cara berlangganan. Van keluaran Canoo itu dirancang dengan desain yang kompak dan modular. Rencananya, piranti di mobil listrik itu, termasuk paket baterai, motor listrik, dan semua komponen elektronik di kendaraan tersebut, akan dijual juga ke pabrikan lain.


Desain kendaraan listrik Canoo (Techcrunch).

Ketika menjalankan Canoo, Kranz kemudian terlibat pembicaraan dengan Apple. Itu terjadi pada medio 2020. Apple melihat konsep EV Canoo cukup menarik. Baik dari sisi teknologi maupun konsep bisnisnya. 

Pembicaraan antara kedua perusahaan akhirnya terhenti. Sebab Canoo lebih memilih untuk mengambil investasi, sementara Apple tertarik untuk mengakuisisi startup itu. Selain itu, Canoo juga sempat memiliki kesepakatan dengan Hyundai untuk membangun kendaraan berdasarkan platform tersebut. Namun akhirnya kesepakatan itu juga tidak jalan.

Kranz tentu akan punya pekerjaan besar di Apple. Sebab, Apple memang sudah sangat berhasrat segera mewujudkan kendaraan listrik otonomnya. Apple sebenarnya memulai proyek cukup lama. Sejak 2014. Namun proyek ini terus mengalami revisi.

Awalnya Apple hanya berfokus pada satu hal, yakni pengembangan teknologi otonom. Namun selama setahun terakhir, rencana itu bergeser. Apple mencoba mengembangkan kendaraan listrik otonom. Jadi bukan sekedar teknologinya. Sejumlah perusahaan telah dijajaki untuk diajak kerjasama. Kabar terakhir mereka juga menggandeng perusahaan baterai dari Tiongkok, CATL.(*)

Baca juga: Apple Coba Gandeng Produsen Tiongkok untuk Produksi Baterai EV

Related Articles
Tech
Kerjasama Pembuatan Mobil Listrik Apple-Hyundai Kabarnya Dimulai Maret 2021

Tech
Perusahaan Tiongkok Berlomba Kuasai Pasar Sensor Lidar untuk Mobil Otonom

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik