Sport

EURO 2020: Dibuka Atraksi Teatrikal Mancini dan Gunes

Mainmain.id

Posted on June 11th 2021

AYO, nonton bola. Asyik. Euro 2020 akhirnya datang juga. Mulai dini hari nanti, fans sepak bola dunia bisa menikmati atraksi teatrikal bintang sepak bola Eropa selama sebulan penuh. Tuan rumah Italia menjamu tim Mediterania Turki di Stadion Olimpico Roma, Sabtu dini hari (12/6), pukul 02.00.

Malamnya, pukul 20.00 WIB, Wales meladeni tamunya, Swiss, di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan. Empat negara di atas memang tergabung di grup A.

Tim nasional Italia yang karib dengan julukan Gli Azzurri tentu ingin memenangi laga perdana di kandang sendiri.

Semua orang tahu, Italia punya pengalaman seluas lautan dan selebar daratan. Juara dunia empat kali menjadi garansi sosial. Kali ini Italiano meladeni Euro dengan optimisme setinggi langit. Federasi sepak bola Italia (FIGC) tidak pasang target muluk-muluk. Gli Azzurri diminta bermain hingga semifinal. Juara Eropa tentu jadi impian. Namun, Italia tak ingin sakit. Targetnya tidak muluk-muluk. Kalaupun sampai juara, anggap saja itu bonus sosial untuk warga bola di Negeri Spageti.

Italia belum pernah lagi merebut Piala Henry Delaunay itu sejak 1968. Sebuah siklus waktu yang sangat lama untuk tim sekelas mereka. Kini, di bawah arahan Roberto Mancini, penampilan Italia lumayan menjanjikan. Kali ini Mancini menggabungkan kombinasi pemain senior dan junior. Satu hal yang semua orang harus tahu, Italia jelas-jelas mengincar juara grup.

Italia kini sudah percaya dengan sosok Roberto Mancini. Rekornya luar biasa. Italia yang untuk kali pertama sepanjang sejarah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 berhasil mereformasi diri. Kini Italia kembali disegani kawan dan lawan.

Mancini menorehkan diri sebagai manajer La Nazionale terhebat sepanjang sejarah. Ia menang dalam dua pertiga pertandingan.

Bayangkan, Italia mencetak lebih dari 70 gol dan kebobolan 14 gol dengan delapan kemenangan beruntun. Itu sudah termasuk  laga praturnamen melawan San Marino dan Republik Ceko.

Mancini yang baru saja menerima kontrak baru hingga Piala Dunia 2026 menggabungkan anak-anak muda berbakat seperti Gianluigi Donnarumma, pemain sayap lincah Federico Chiesa, plus dukungan duet gendandang Inter Milan, Nicolo Barella dan Alessandro Bastoni.

Secara keseluruhan, juara dunia empat kali itu tidak terkalahkan selama 27 pertandingan terakhir. Jadi, laga dini hari nanti membawa momentum ke malam pembukaan mereka di panggung grand Roman. Dunia akan menyaksikan upaya La Nazionale  mengecoh Turki. Di bawah arahan Senol Gunes yang kembali menangani timnas negaranya pada 2019, Turki kini punya rekor pertahanan ekostis dan sangat rapat.

Senol Gunes kini ibarat seorang ayah. Ia membawa pasukan termuda dengan usia rata-rata 25 tahun. Gunes membantu menanamkan beberapa substansi yang signifikan dalam pertahanan, tanpa mengorbankan bakat tradisional para pemain mudanya.

Turki yang berjuluk The Crescent-Stars melaju ke Euro setelah mengambil empat poin dari pemenang Piala Dunia Prancis. Dengan nama-nama baru, termasuk duo yang berbasis di Serie A, Merih Demiral dan Kaan Ayhan, Turki hanya kebobolan tiga kali selama kualifikasi dan mencatatkan delapan clean sheet dalam 10 pertandingan.

Turki hanya kalah tiga kali dalam 26 pertandingan terakhir. Asal tahu saja, favorit juara Prancis tidak mampu mengalahkan Turki, baik saat kandang apalagi tandang. Tetapi, ingat, Turki juga melipat Belanda 4-2 di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Turki mengandalkan striker veteran Burak Yilmaz –juara Ligue 1 bersama Lille– yang mengantongi hat-trick dan playmaker asal klub AC Milan Hakan Calhanoglu.

Perempat finalis pada Euro 2000 dan mengejutkan kontestan di babak empat besar edisi 2008, Turki bulan ini memanfaatkan oposisi ringan pascamusim untuk membangun enam pertandingan tak terkalahkan.

Sebuah roda penggerak vital di ruang mesin Italia hilang pada dini hari nanti. Sebab, maestro lini tengah PSG Marco Verratti berlatih sendiri selama seminggu terakhir.   Manuel Locatelli menjadi pengganti yang sepadan.

Sama dengan Italia, Turki mungkin menurunkan line-up seperti ketika melawan Moldova pekan lalu.

Di lini pertahanan, bek tengah Juventus Merih Demiral adalah favorit untuk ditempatkan bersama Caglar Soyuncu dari Leicester City, meskipun The Crescent-Stars diberkati dengan beberapa opsi lain di lini belakang. Pemain pinjaman Liverpool Ozan Kabak dan Kaan Ayhan dari Sassuolo berada di bangku cadangan. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

 

Prediksi Line-up

TURKI: Cakir, Celik, Demiral, Soyuncu, Meras, Yokuslu, Calhanoglu, Tufan, Down, Yazici, Yilmaz

ITALIA: Donnarumma, Florenzi, Bonucci, Chiellini, Spinazzola, Barella, Jorginho, Locatelli, Chiesa, Immobile, Insigne

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Alessandro Florenzi Kembali ke Timnas Italia karena Roberto Mancini

Sport
Marco Verratti Masih Andalan Roberto Mancini di Skuad Italia

Sport
Setelah 100 Tahun, Strategi Catenaccio Italia Sudah Tak Laku