Tech

6 Cara Mudah Melindungi Data Kita di Internet

Dwiwa

Posted on June 10th 2021

 

Kemananan siber telah menjadi pembahasan menarik dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, semenjak pandemi Covid-19, sebagian besar pekerja harus menyelesaikan tugasnya dari rumah. Ini tentu membuat keamanan siber jadi semakin diperhatikan.

Dilansir dari Forbes, data menunjukkan jika serangan siber telah meningkat 600 persen sebagai akibat dari pandemi. Dan tentu saja, serangan ini tidak hanya menimpa perusahaan besar, tetapi juga termasuk orang biasa seperti kita.

Tidak perlu memiliki aset yang banyak atau menjadi orang penting, data paling dasar milik kita, seperti tanggal lahir, nomor telepon, alamat, dan alamat email bisa digunakan orang untuk mencuri identitas. Dan kita tidak pernah tahu apa yang orang lain lakukan dengan hal itu.

Lalu, di era digital seperti sekarang ini, bagaimana sih cara menjaga data dan informasi pribadi dari serangan siber? Berikut beberapa tips yang bisa kalian lakukan untuk melindungi data pribadi maupun profesional di internet seperti dikutip dari Forbes.

1. Ketahui status keamanan data

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk melindungi privasi dan keamanan data online adalah mengetahui apakah ada data yang sudah disusupi atau tidak. Caranya sederhana. Cukup cari email atau nomor telepon kalian di mesin pencari pelanggaran data.

Situs Have I Been Pwned? Bisa menjadi tempat yang baik untuk memulai. Situs ini akan memberitahukan kepada kalian apakah ada pelanggaran dari data email yang dicari.

Have I Been Pwned? Juga memiliki fitur yang memungkinkan kalian untuk mencari kata sandi unik dan menentukan apakah kata sandi tersebut telah digunakan di data yang pernah bocor.

2. Pahami kebijakan privasi

Setiap kita mendaftar ke aplikasi baru atau ke platform tertentu, selalu ada kebijakan privasi yang harus kita setujui. Sebagian orang, membaca begitu banyak kata-kata mungkin seperti membuang waktu dan lebih memilih untuk  langsung mencentang tanda setuju.

Tetapi sebenarnya, membaca kebijakan privasi ini sangat lah penting. Dalam kebijakan privasi ini biasanya disebutkan tentang bagaimana perusahaan akan menggunakan data kalian. Dengan begitu, kalian bisa lebih bijak dalam memutuskan untuk setuju atau tidak.

3. Pertimbangkan pengelola kata sandi

Apakah kalian tipikal orang yang memiliki sandi yang sama untuk semua akun media sosial? Jangan merasa sendiri. Pasalnya, sebuah studi pada 2019 menemukan bahwa dua pertiga pengguna memiliki kata sandi yang sama untuk setiap akun.

Studi lain menemukan bahwa 91 persen pengguna internet tahu menggunakan kembali kata sandi adalah ide buruk. Tetapi 61 persen tetap saja melakukannya. Apakah itu juga termasuk kalian?

Sebenarnya, ada cara mudah untuk membuat kata sandi yang berbeda untuk setiap akun tanpa kalian perlu repot mengingatnya. Saat ini sudah banyak tersedia pengelola kata sandi yang merupakan program perangkat lunak yang membuat kata sandi unik dan aman untuk semua akun dan menyimpannya di satu tempat.

Berinvestasi dalam pengelola kata sandi adalah salah satu hal terbaik yang bisa kalian lakukan untuk melindungi data online. Meskipun ada opsi gratis untuk pengelola kata sandi, tetapi tidak ada salahnya sedikit membayar untuk menjaga data lebih aman. Pasalnya, pengelola kata sandi premium tentu memberikan perlindungan lebih aman dibanding versi gratis.

Beberapa pengelola sandi terbaik di 2021 yang bisa kalian pilih seperti Keeper, LastPass, dan Dashlane.

4. Kenali ciri-ciri penipuan phising

Jangan terjebak dengan penipuan phising. Ini merupakan cara paling umum di mana kita dapat menjadi target dan privasi digital dilanggar dan informasi dicuri. Frekuensi serangan siber telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari 2019 hingga 2020 dengan 214.324 serangan dilaporkan.

Penipuan phising ini sering menggunakan email atau pesan teks yang seolah-olah itu berasal dari pihak resmi seperti bank atau perusahaan telepon dengan tujuan meminta informasi pribadi yang sensitif.

Jika ada kiriman email atau pesan teks yang mencurigakan dan meminta data pribadi, misalnya informasi sensitif seperti one time password (OTP) yang hanya boleh diketahui oleh kalian sendiri. Jika perlu, hubungi nomor resmi dari pihak yang mengirimi pesan meminta data tersebut.

Selain itu, jika ada kiriman link yang mencurigakan dan berasal dari pihak tidak dikenal, jangan coba untuk dibuka. Itu adalah cara bagi hacker untuk mencuri informasi.

5. Hindari Wi-Fi publik

Bagi kaum miskin kuota, Wi-Fi publik mungkin menjadi angin surga yang membuat kita bisa lebih bebas membuka platform streaming atau media sosial lain yang membutuhkan banyak data. Tetapi di balik itu semua, ada kerentanan yang membuat peretas lebih mudah untuk mengakses informasi dari perangkat kalian.

Seandainya terpaksa menggunakan Wi-Fi publik, hindari untuk membuka situs atau aplikasi yang memuat data sensitif seperti perbankan atau rekam medis. Selain itu, kalian juga bisa menggunakan VPN sebagai cara untuk menjaga privasi online, baik di rumah atau pun mengggunakan jaringan publik.

6. Jangan bagikan nomor telepon sembarangan

Terakhir, jangan memberikan nomor telepon ke sembarang orang. Banyak penipuan berakar pada upaya sederhana untuk mendapatkan nomor telepon. Ini mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi nomor telepon kalian bisa digunakan untuk mengakses banyak informasi pribadi.(*)

Related Articles
Tech
Google Aktifkan Otentikasi Dua Faktor untuk 150 Juta Pengguna Akhir 2021

Tech
Hati-hati! 235 Juta Data Akun Instagram, TikTok, dan YouTube Bocor di Dunia Maya

Current Issues
Data eHAC Diduga Bocor, Kominfo Berjanji Menginvestigasi