Tech

Kenalkan, Ini Grace, Robot Perawat yang Lahir Saat Pandemi Covid-19

Dwiwa

Posted on June 10th 2021

(Awakening Health)

Pandemi Covid-19 membuat teknologi berkembang jauh lebih cepat dari sebelumnya. Di saat orang-orang terganjal aturan jaga jarak demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, robot-robot humanoid semakin banyak bermunculan untuk menggantikan interaksi langsung.

Terbaru, robot humanoid bernama Grace lahir untuk membantu perawatan kesehatan. Robot ini dirancang untuk berinteraksi dengan orang tua dan mereka yang terisolasi oleh pandemi Covid-19.

Dilansir dari Reuters, Grace merupakan saudara dari Sophia, robot humanoid selebriti yang lebih dulu diciptakan oleh Hanson Lokakarya Robotika Hong Kong. Grace memiliki karakteristik Asia dengan rambut cokelat sepanjang kerah dan kamera termal di dada untuk megukur suhu dan respon pasien.

Robot perempuan tersebut menggunakan kecerdasan buatan untuk mendiagnosis pasien. Selain itu, dia juga dibekali dengan kemampuan berbicara tigabahasa, yakni Inggris, Mandarin, dan Kanton.

Menurut David Hanson, pendiri perusahaan, mengatakan figurnya dibuat mirip dengan profesional perawatan kesehatan. Sementara kemampuan interaksi sosialnya dibuat untuk meringankan beban staf rumah sakit yang kewalahan selama pandemi.

“Penampilan seperti manusia memfasilitasi kepercayaan dan keterlibatan alami karena kita terhubung melalui interaksi tatap muka manusia,” ujar Hanson. Dia menjelaskan jika Grace dapat mensimulasikan aksi lebih dari 48 otot wajah utama, dan memiliki sikap yang menenangkan yang dirancang untuk terlihat seperti karakter anime, seringkali gabungan gaya Asia dan Barat.

Menurut David Lake, CEO Awakening Health, perusahaan patungan antara Hanson Robotics dan Singularity Studio, mereka bermaksud untuk memproduksi secara massal Grace versi beta pada Agustus. Sementara tahun depan direncanakan untuk sepenuhnya memasarkannya di beberapa lokasi termasuk Hong Kong, Cina daratan, Jepang, dan Korea.

Hanson mengatakan, biaya pembuatan robot, yang saat ini setara dengan harga mobil mewah, akan berkurang setelah perusahaan memproduksi puluhan atau ratusan ribu unit.

Kim Min-Sun, profesor komunikologi di University of Hawai mengatakan jika peluncuran Grace terjadi ketika dampak global dari virus corona telah membuat kebuthan akan robot humanoid menjadi mendesak. Terjebak di rumah selama lockdown membuat mental banyak orang terpengaruh dengan pikiran negatif.

“Jika mereka bisa mendapat bantuan melalui penyebaran robot sosial ini dalam pengaturan yang akrab, tentu akan berdampak positif pada masyarakat,” ujarnya. (*)

Related Articles
Tech
Smartphone Masa Depan Mungkin Dilengkapi Dengan Pendeteksi Virus Bawaan

Tech
Tak Perlu Dipencet, Alarm.com Kenalkan Bel Pintu Video Tanpa Sentuh

Tech
Karena Pandemi, FedEx Kini Manfaatkan Robot untuk Sortir Paket Antaran