Current Issues

PAHO: Negara Maju Harus Berbagi Vaksin. Jika Tidak, Covid-19 Susah Dikendalikan

Dwiwa

Posted on June 10th 2021

Vaksin Covid-19 telah disuntikkan kepada jutaan orang di berbagai belahan dunia. Meski begitu, sebaran vaksin Covid-19 ini tidak merata, ada yang lebih dari 50 persen penduduknya sudah divaksin, tetapi ada juga yang masih kesulitan mendapat akses.

Pan American Health Organization (PAHO) pun menyerukan negara-negara untuk berbagi dosis vaksin yang berlebih. Selain itu, mereka juga mengingatkan jika penyebaran Covid-19 masih seperti saat ini, maka butuh waktu bertahun-tahun sebelum virus bisa dikendalikan, khususnya di benua Amerika.

Dilansir Reuters, wilayah tersebut mencatatkan hampir 1,2 juta kasus baru dan 34 ribu kematian pada pekan lalu. Empat dari lima negara dengan jumlah kematian terbanyak bahkan berada di wilayah Amerika.

“Jika tren saat ini berlanjut, kesenjangan kesehatan, sosial, dan ekonomi di wilayah kami akan tumbuh lebih besar dan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum kita mengendalikan virus ini di Amerika,” ujar Direktur PAHO Carissa Etienne dalam konferensi pers mingguan organisasi tersebut.

Menurut Etienne, banyak titik di wilayah Amerika memiliki infeksi lebih tinggi dibanding daerah lainnya selama pandemi. Apalagi dengan adanya varian baru yang lebih mudah ditularkan telah menambah kompleksitas baru pada pengawasan epidemiologis.

Di Amerika sendiri ketimpangan pasokan vaksin ini terlihat jelas. Misalnya Amerika Serikat yang sudah memvaksinasi lebih dari setengah penduduknya. Sementara di wilayah Amerika lain, seperti Amerika Latin dan Karibia baru 10 persen populasi yang mendapat vaksinasi penuh. Padahal situasi sangat akut terjadi di Amerika Tengah dan Karibia.

Amerika Serikat, Spanyol, dan Kanada telah berjanji untuk menymbangkan jutaan dosis atau pendanaan, tetapi direktur PAHO mengatakan jika masih banyak hal harus dilakukan. Dia pun berharap jika negara lain – terutama yang memiliki dosis berlebih – dan lembaga keuangan global akan mengikuti jejak mereka. Sebab, sumbangan vaksin sangat penting dalam jangka pendek.

Direktur Darurat Kesehatan PAHO juga mengingatkan agar negara-negara yang akan menyelenggarakan acara massal harus mempertimbangkan untuk menunda jika risiko Covid-19 tidak dapat dikendalikan.

Pasokan vaksin dari COVAX pun masih belum merata. Di wilayah Amerika misalnya, Venezuela dan beberapa negara lain masih belum mendapat dosis vaksin. PAHO pun berharap agar wilayah tersebut bisa mendapat prioritas di tengah permintaan global yang tinggi. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Waduh, Cuma 50 Persen Warga Amerika Serikat yang Mau Divaksin

Current Issues
Penelitian WHO: Remdisivir Nyaris Tidak Berguna Cegah Kematian Akibat Covid-19

Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022