Current Issues

Sah! El Salvador Jadi Negara Pertama Mengadopsi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Jingga Irawan

Posted on June 10th 2021

El Salvador telah menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Dilansir dari The Guardian, Kamis (10/6) Kongres El Salvador menyetujui proposal Presiden Nayib Bukele untuk menggandeng cryptocurrency dalam upaya mempromosikan investasi dan pembangunan ekonomi

Proposal dua halaman yang diajukan oleh Nayib Bukele tersebut disahkan oleh kongres, Selasa (8/6), Sebanyak 62 dari 84 suara majelis mendukung proposal itu. Lolosanya proposal telah diprediksi sebelumnya, karena kongres El Salvador sendiri dikendalikan oleh partai presiden dan koalisinya.

"Undang-undang bitcoin telah disetujui oleh sebagian besar Kongres El Salvador," kata Bukele dalam cuitan Twitter-nya.

Penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah akan dimulai dalam 90 hari ke depan bersamaan dengan berlakunya undang-undang. Sementara itu, harga tukar bitcoin dengan dollar akan ditentukan oleh pasar.

Warga El Salvador nantinya juga dapat membayar pajak menggunakan bitcoin. Dan, "setiap agen ekonomi" akan diminta untuk menerima cryptocurrency sebagai pembayaran, kecuali mereka tidak memiliki akses ke teknologi yang diperlukan.

Nayib Bukele sebelumnya mengumumkan langkah tersebut dalam video rekaman yang ditampilkan pada konferensi Bitcoin di Miami pekan lalu. Presiden berusia 39 tahun tersebut menilai cryptocurrency memberikan banyak dampak positif.

"Ini akan menciptakan lapangan kerja dan membantu memberikan inklusi keuangan kepada ribuan orang di luar ekonomi formal, dan dalam jangka menengah dan panjang kami berharap keputusan kecil ini dapat membantu kami mendorong umat manusia setidaknya sedikit ke arah yang benar," kata Bukele.

Namun, para ahli justru menganggap sebaliknya. José María Tojeira, direktur Institut Hak Asasi Manusia di Universitas Amerika Tengah, mengatakan bahwa sangat sedikit orang El Salvador yang memiliki kapasitas teknis untuk mengakses bitcoin.

"Keputusan itu agak tidak bisa dipahami. Tampaknya lebih tentang membuat pertunjukan, yang merupakan ciri khas pemerintah ini: banyak propaganda, tetapi sedikit perubahan struktural untuk membantu penduduk miskin," katanya.

Seorang profesor di Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis El Salvador, Carlos Carcach, juga menunjukkan bahwa bitcoin sangat fluktuatif. Hal ini dapat mendorong pengguna mendapatkan risiko kehilangan aset dalam sekejap.

Carlos juga berpendapat adopsi cryptocurrency itu sebenarnya tidak perlu dan tidak efektif. Namun menurutnya, selama ada seseorang yang bersedia menerima pembayaran dengan bitcoin, sama seperti mereka menerima dollar sebagai alat tukar, kegiatan tersebut tidak akan jadi masalah. (*)

Related Articles
Current Issues
Perangi Cryptocurrency, Tiongkok Blokir Banyak Akun Weibo

Tech
Dilarang Pemerintah, Penambang Bitcoin Tiongkok Bakal Pindah ke Amerika Utara

Tech
Elon Musk dan 'Penambang' Bitcoin Berkomitmen Atasi Masalah Kripto