Current Issues

Lawan Tiongkok, Senat AS Loloskan RUU Pengembangan Sains dan Teknologi

Jingga Irawan

Posted on June 9th 2021

Source image: Financial Times

Perang teknlogi antara AS dan Tiongkok semakin seru. Dilansir Reuters, Rabu (9/6), setelah melewati banyak rintangan prosedural, senat AS akhirnya menyetujui RUU sains dan teknologi untuk meningkatkan daya saing dengan Tiongkok.

RUU tersebut akan mendorong investasi miliaran dollar ke dalam industri teknologi baru seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan semikonduktor di AS. RUU yang berjudul 'US Innovation and Competition Act' atau USICA diusulkan oleh Pemimpin Senat Chuck Schumer, dari proposal yang disebut Endless Frontier Act.

"Siapa pun yang memenangkan perlombaan menuju teknologi masa depan akan menjadi pemimpin ekonomi global. Kami harus berinvestasi dalam sains, research & development, manufaktur, dan inovasi," kata Chuck Schumer dalam tweet-nya.

Langkah ini memberi wewenang pemerintah mengucurkan pendanaan sekitar USD 190 miliar (setara dengan Rp 2700 triliun) untuk memperkuat teknologi dan penelitian AS. Dan secara terpisah akan menyetujui pengeluaran USD 54 miliar (Rp 770 triliun) untuk meningkatkan produksi dan penelitian AS ke semikonduktor dan peralatan telekomunikasi.

Menurut Reuters, RUU tersebut juga memiliki sejumlah ketentuan terkait Tiongkok lainnya. Termasuk melarang aplikasi media sosial TikTok diunduh di perangkat pemerintah, dan akan memblokir pembelian drone yang diproduksi dan dijual oleh perusahaan yang didukung oleh pemerintah Tiongkok. Hal itu meneruskan kecurigaan Donald Trump atas beberapa aplikasi yang digunakan sebagai alat pengawasan oleh Tiongkok.

"Kami berada dalam kompetisi untuk memenangkan abad ke-21, dan senjata awal telah meledak, Kami tidak dapat mengambil risiko tertinggal," kata Joe Biden memuji RUU tersebut.

Sementara Chuck Schumer terus memperingatkan konsekuensi jika pemerintah tidak bergerak untuk mulai mendanai penelitian dalam persaingan dengan Tiongkok.

"Jika kita tidak melakukan apa-apa, hari-hari kita sebagai negara adidaya yang dominan mungkin akan berakhir. Kami tidak bermaksud membiarkan hari-hari itu berakhir begitu saja. Kami tidak bermaksud melihat Amerika menjadi negara menengah di abad ini," kata Schumer.

Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan, dengan pendanaan sebesar itu Amerika Serikat dapat memiliki 7-10 pabrik semikonduktor baru. Hal itu perlu dilakukan demi mengatasi kekurangan semikonduktor yang dampaknya pada banyak perusahaan manufaktur di AS.

Sementara itu, Parlemen Tiongkok menyatakan kemarahan yang kuat dan penentangan tegas terhadap RUU tersebut. Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa RUU AS menunjukkan "delusi paranoid” ingin menjadi satu-satunya pemenang dan telah menghalangj semangat asli inovasi dan persaingan.(*)

Related Articles
Tech
Cabut Larangan Trump, Biden Bikin Aturan Baru Soal TikTok, Alipay, dan WeChat

Tech
Tiongkok Perkuat 12 Universitas Top di Negaranya untuk Saingi Teknologi AS

Current Issues
Donald Trump Beri Selamat Kepada Nigeria Karena Berani Blokir Twitter