Current Issues

Donald Trump Beri Selamat Kepada Nigeria Karena Berani Blokir Twitter

Jingga Irawan

Posted on June 9th 2021


Muhammadu Buhari (kiri) dan Donald Trump (kanan). By: Oliver Douliery-Pool/Getty Images

Donald Trump tampaknya telah menemukan teman seperjuangan. Mantan presiden Amerika Serikat tersebut mengeluarkan pernyataan yang mendukung keputusan pemerintah Nigeria menangguhkan aktivitas Twitter, seperti dilansir dari Tech Crunch, Rabu (9/6). 

"Selamat kepada negara Nigeria yang baru saja memblokir Twitter karena mereka melarang presiden mereka," katanya seperti yang dikutip Tech Crunch.

Trump juga mendorong negara-negara lain untuk mengikuti jejak Nigeria yang berani melarang Twitter, bahkan Facebook. Menurutnya kedua media sosial itu tidak mendukung adanya kebebasan berpendapat.

“Lebih banyak NEGARA harus melarang Twitter dan Facebook karena tidak mengizinkan kebebasan berbicara dan keterbukaan, semua suara harus didengar. Sementara itu, pesaing akan muncul dan bertahan. Memangnya siapa mereka berani mendikte yang baik dan yang jahat padahal mereka sendiri jahat? Mungkin saya seharusnya melakukannya ketika saya menjadi presiden,” kata Trump.

“Tapi Mark Zuckerberg terus menelepon saya dan datang ke Gedung Putih untuk makan malam, memberi tahu saya betapa hebatnya saya. 2024?,” Trump menambahkan.

Dukungan Trump tersebut terjadi beberapa hari setelah pemerintah Nigeria menangguhkan Twitter tanpa batas pekan lalu. Keputusan itu diambil Nigeria karena Twitter menghapus tweet Presiden Nigeria Muhammadu Buhari. Penghapusan itu dilakukan karena Twitter menilai unggahan Buhari melanggar kebijakan platform-nya. Unggahan itu masuk kategori berperilaku kasar. Secara umum, tweet Buhari memang berisi ancaman dan peringatan pada kelompok separatis di negara tersebut.

Meskipun pemerintah Nigeria menyatakan bahwa pemblokiran Twitter hanyalah tindakan sementara untuk mengekang informasi yang salah dan berita palsu, namun faktanya pemerintah justru memberlakukan aturan yang lebih ketat.

Awal pekan ini, Pemerintah Nigeria meminta media penyiaran untuk menghapus akun Twitter mereka dan berhenti menggunakan platform tersebut sebagai sumber berita.

"Sesuai dengan arahan di atas, stasiun penyiaran dengan ini disarankan untuk menghapus pegangan Twitter dan berhenti menggunakan Twitter sebagai sumber informasi, pengumpulan berita dan program presentasi terutama phone-in," begitu bunyi kutipan pernyataan pemerintah Nigeria.

Trump saat ini sudah "ditendang"  dari Twitter. Aplikasi itu melarang Trump secara permanen. Larangan itu dampak dari unggahan Trump yang dianggap menghasut pendukungnya hingga terjadinya aksi paling memalukan di Amerika Serikat, yakni kerusuhan di Gedung Capitol AS, Januari lalu.

Tindakan tersebut diambil Twitter karena perusahaan khawatir atas risiko hasutan lebih kekerasan berlanjut. Sedangkan, Facebook telah memutuskan memblokir akun Trump selama dua tahun, sembari meninjau ulang kasusnya.(*)

Related Articles
Current Issues
Setelah Terus Dikritik, Facebook Bakal Cabut Perlakuan Khusus ke Politisi

Current Issues
Belum Satu Bulan Diluncurkan, Blog Donald Trump Ditutup

Current Issues
Akun Facebook-nya Ditangguhkan 2 Tahun, Donald Trump Ngamuk