Current Issues

Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak Drastis, Akibat Varian Baru?

Dwiwa

Posted on June 8th 2021

Lonjakan kasus yang terjadi di Bangkalan, Madura, dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan. Pasalnya, dibanding dengan sepekan lalu, angka kasus yang muncul di daerah ini tergolong sangat drastis.

Jika sebelumnya tambahan jumlah kasus harian tidak sampai 10 orang, pada Senin (8/6) mencapai 40 kasus baru. Begitu juga dengan jumlah kematian. Dari yang tadinya paling banyak hanya menelan 1 korban jiwa, pada hari yang sama ada empat yang meninggal dunia.

Lonjakan kasus baru di Bangkalan ini bahkan membuat sistem kesehatan di wilayah tersebut kewalahan. RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu bahkan sempat harus menutup Instalasi Gawat Darurat akibat lonjakan ini. Bahkan, 18 tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut juga terpapar infeksi yang disebabkan virus SARS-Cov-2 ini.

Lonjakan yang sangat tinggi ini pun memicu para ahli kesehatan mencurigai adanya varian baru yang menyebar di daerah tersebut. Berdasarkan laporan Liputan 6, Direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu dr Nunu Kristiani juga menyebut ada sejumlah keanehan yang terlihat pada pasien dari kluster baru tersebut.

Di antaranya adalah adanya penurunan kondisi dengan cepat pada pasien yang memiliki penyakit penyerta maupun tidak. Bahkan tidak sedikit yang meninggal dalam kurun waktu 48 jam. Rata-rata mereka pun datang ke rumah sakit saat kondisinya sudah parah dengan desaturasi 60 sampai 80.

Di sisi lain, Madura juga baru saja kedatangan ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri. Para pakar khawatir jika kedatangan mereka juga memiliki peran dalam lonjakan kasus yang sangat tinggi ini.

Apalagi, di musim lebaran seperti beberapa waktu lalu, ada beberapa tradisi keagamaan maupun kebiasaan saling berkunjung. Mobilitas warga di wilayah tersebut juga terbilang cukup masif pada periode tersebut.

Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya mengatakan jika dari 30 pasien positif yang dirawat, 25 di antaranya memiliki CT value kurang dari 25. CT Value ini merupakan jumlah siklus yang dihasilkan dalam mencari materi genetik virus dari sampel.

Nilai CT value ini menjadi indikator dugaan adanya varian baru virus corona yang menginfeksi pasien tersebut. Tetapi dugaan ini perlu dipastikan dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampel dari pasien RSLI itu pun sudah dikirim keĀ  ITD Universitas Airlangga dan Balitbangkes.

Selain itu, adanya kecurigaan terhadap kehadiran varian baru di Madura telah membuat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengirimkan sejumlah sampel untuk ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan untuk dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS).

Dengan pengujian WGS, nantinya dapat diketahui varian virus corona mana yang menyebabkan infeksi tersebut. Namun untuk mengetahui apakah ada varian baru yang menyebar di wilayah Bangkalan dan sekitarnya harus bersabar. Sebab proses pengujian ini memerlukan waktu untuk bisa menemukan urutan DNA lengkap dari virus tersebut.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Kasus Covid-19 di Indonesia Kembali Meledak, Apa Sih Sebabnya?

Current Issues
Mengenal Mutasi Covid-19 B.1.617 yang Disebut Memicu Lonjakan Kasus di India

Current Issues
Varian Omicron Telah Tersebar di Dunia, Sejumlah Negara Batasi Perjalanan