Sport

Membiarkan Quartararo Balapan dengan Dada Terbuka, MotoGP dalam Masalah

Mainmain.id

Posted on June 8th 2021

ADA yang menghujat. Ada yang membela. Fabio Quartararo menjadi perdebatan sengit seusai MotoGP Catalunya di Sirkuit Barcelona Minggu lalu (6/6). Ritsleting terbuka menjadi penyebabnya.

Urusan ritsleting terbuka memang menjadi sangat mengerikan untuk pembalap MotoGP. Quartararo mengalami hal itu dalam beberapa lap akhir lomba. Bahkan, ia terlihat membuang pelindung dadanya pada tikungan ketiga.

Setelah itu, terlihat jelas Quartararo meliuk-liuk di atas motornya dengan dada terbuka. Ritsleting baju balapnya terbuka sampai pinggang. Padahal, saat itu ia membalap dengan kecepatan maksimal di atas 300 km per jam.

Ngeri. Jika membayangkan risiko sewaktu-waktu ia bisa terjatuh dari motornya. Dadanya akan menghempas aspal lintasan atau gravel tanpa pelindung sama sekali. Sangat membahayakan.

Casey Stoner, juara dunia dua kali, adalah salah satu yang mengecam peristiwa itu. ”Seharusnya ia (Quartararo) didiskualifikasi,” kata Stoner di akun media sosialnya. ”Langsung black flag ketika ia membuang pelindung dadanya,” lanjut mantan pembalap Repsol Honda dan Ducati itu.

Pembalap asal Australia tersebut menyayangkan, kenapa pengawas lomba membiarkan Quartararo membalap dengan pelindung tidak terpasang seperti itu. Selama lima lap. Sepanjang belasan menit. Membalap dengan dada terbuka itu terlihat oleh semua orang di seluruh dunia yang menonton balapan.

Pengawas lomba pada akhirnya memang memberikan hukuman penalti tiga detik untuk Quartararo. Membuat posisinya melorot dari urutan keempat ke posisi keenam. Namun, itu dianggap tidak cukup. Steward telah melakukan kelalaian dengan membiarkan pembalap tanpa pelindung yang semestinya.

Joan Mir, juara dunia 2020, lebih keras mengecam Quartararo. Ia menyebut Quartararo membahayakan pembalap lain saat membuang pelindung dadanya di tikungan ketiga.

”Pelindung dada itu dari plastik, sangat berbahaya jika seseorang melibasnya ketika tancap gas,” kecamnya.

Quartararo sendiri membela diri, bahwa ia tidak membahayakan siapa pun. Ia juga mengaku tidak tahu penyebab ritsleting baju balapnya membuka. ”Saat ini sedang diteliti Alpinestars (produsen baju balap, Red),” ucapnya.

Apa pun, peristiwa itu membuat sistem keamanan MotoGP kian dipertanyakan. Setelah dua pekan lalu pembalap Moto3 Jason Dupasquier meninggal di Mugello. Ketika itu, MotoGP dikecam karena tetap menyelenggarakan lomba meski mendapatkan informasi kematian Dupasquier di Minggu pagi.

MotoGP dianggap mengesampingkan prinsip-prinsip kemanusiaan. Ritsleting Quartararo membuat MotoGP dianggap ceroboh menjaga keselamatan. MotoGP terperosok lebih dalam. (Nanang Prianto/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Hasil MotoGP: Joan Mir Lempar Handuk, Zarco-Miller Dekati Quartararo

Sport
Jelang MotoGP Italia: Pertarungan Brutal Bagnaia-Quartararo

Sport
Quartararo Juara MotoGP Pertama di Era Normal Baru