Current Issues

Indonesia Siapkan Travel Bublle Bagi Pelaku Perjalanan Lintas Negara

Dwiwa

Posted on June 6th 2021

Perjalanan ke luar negeri, terutama untuk para traveller, telah terhenti cukup lama akibat pandemi Covid-19. Aturan pembatasan perjalanan atau lockdown yang digunakan untuk menghentikan virus memang membuat orang tidak lagi bisa bebas berpindah dari satu negara ke negara lain.

Tetapi kabar baiknya, pemerintah saat ini dikabarkan tengah menyiapkan penerapan kebijakan travel bubble loh. Dilansir dari Antara, persiapan itu melibatkan peran sejumlah negara yang berhasil mengatasi Covid-19 untuk membuat kesepakatan membuat gelembung perjalanan.

"Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas dan menghindari kewajiban karantina mandiri," jelas Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harmadi pada Antara.

Menurutnya, ada tiga wilayah prioritas pemulihan sektor wisata di Indonesia yang sedang dilakukan pematangan penerapan gelembung perjalanan ini. Ketiganya adalah Bali, Batam, dan Bintan. Beberapa pertimbangan, seperti jumlah kasus aktif dan kondisi rumah sakit, sedang dibicarakan.

Akan ada sejumlah syarat yang dibuat bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Misalnya dengan kewajiban untuk tes swab PCR yang menunjukkan hasil negatif serta telah melakukan vaksinasi Covid-19 bagi wisatawan asing yang berkunjung.

Sementara untuk daerah yang akan dibuka, dipastikan akan berada di zona hijau. Misalnya Sanur, Ubud dan Nusa Dua di Bali serta tiga resort di kawasan Bintan dan sejumlah sentra golf Batam di Kepulauan Riau yang sudah ditetapkan sebagai zona hijau dan bakal dikunjungi wisatawan asing ketika travel bubble dibuka.

Sony menyebut jika rencana kerja sama travel bubble ini telah difinalkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan empat negara. Keempat negara itu termasuk Belanda, Singapura, Tiongkok, serta Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Pemerintah sendiri saat ini terus berupaya mendorong tempat wisata untuk menerapkan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) guna mendorong kembalinya roda perekonomian di sektor pariwisata. Petugas satgas Covid-19 juga ditempatkan di sana untuk membantu menerapkan protokol kesehatan.(*)

Related Articles
Current Issues
Kapan Sih Kita Bisa Bebas Piknik Lagi? Begini Kata Para Ahli

Current Issues
CDC: Setelah Divaksin Penuh, Orang Lebih Aman Bepergian. Asalkan...

Current Issues
Kecerdasan Buatan Bisa Jadi Solusi untuk Perjalanan Lebih Aman Saat Pandemi