Sport

Air Mata Bruno Fernandes untuk Selesao Portuguesa

Mainmain.id

Posted on June 6th 2021

BRUNO Fernandes bukanlah siapa-siapa ketika datang ke Manchester United pada awal Januari 2020. Tak banyak orang tahu pula Fernandes menangis sesenggukan seusai menandatangani kontrak dengan Manchester United kala itu.

Fernandes menangis karena dua hal. Pertama, ia merasa bersyukur karena bisa bergabung dengan salah satu klub elite dan terbesar di dunia. Kedua, ia seperti mengikuti jejak panutan sekaligus pemain idolanya, Cristiano Ronaldo.

Di masa kecil, Manchester United dan Cristiano Ronaldo seperti dua menara gading kembar. Saat ditemui wartawan A Bola di Oeiras, markas besar tim nasional Portugal, Lisbon, Fernandes mengatakan, dirinya kali pertama tahu Cristiano Ronaldo ketika pemain berjuluk CR7 itu memperkuat Selesao Portuguesa alias tim nasional Portugal. Kala Ronaldo menangis sesenggukan setelah Portugal kalah 0-1 melawan Yunani di Estadio da Luz, Lisbon. ”Kala itu,” kata Fernandes.

Di Sporting Lisbon, menurut Fernandes, Ronaldo adalah role model. Ia jadi contoh sukses anak muda Portugal. Fernandes mengaku ikut menitikkan air mata ketika melihat idolanya sesenggukkan seusai partai final yang membuat Lisbon sempat jadi ''kota mati'' pascalaga final.

Bruno Fernandes, yang kini merupakan bagian penting dari skuad Portugal untuk Euro 2020 setelah menjalani musim yang luar biasa bersama Manchester United, mengatakan bahwa dirinya memperhatikan dengan saksama kiprah Ronaldo sebagai seorang anak muda.

Air mata Ronaldo setelah kekalahan Portugal di final Euro 2004 dari Yunani benar-benar melekat pada Fernandes. ”Tatkala tumbuh dewasa, semua orang tahu Cristiano adalah pemain favorit saya,” kata Fernandes di situs resmi Manchester United.

''Saya pikir itu sedikit dari segalanya. Ketika Cristiano mulai mengambil langkah pertamanya di tim nasional, itu di Piala Eropa di negara asal kami (Euro 2004), saya berusia 9 tahun. Waktu itu, sekalipun masih kecil, kami seperti kalah perang saja. Namun, keesokan harinya, saya lihat pemandangan yang luar biasa di Oeiras.Bersama ayah saya, kami melihat Ronaldo berlatih sendirian di sana. Padahal, semua pemain Portugal yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing. Ayah saya sampai mengatakan, tirulah mentalitas Cristiano. Nasihat itu saya pegang teguh sampai sekarang,'' sebut gelandang serang berusia 26 tahun tersebut.

Meski keduanya adalah gelandang serang, dengan Ronaldo tumbuh menjadi penyerang mematikan dan salah seorang pesepak bola terhebat sepanjang masa, Fernandes mengatakan, bukan kesamaan dalam penempatan posisi yang menarik perhatiannya, melainkan sikap Ronaldo.

”Itu adalah cara ia bekerja setiap hari, mentalitas yang ia miliki, kapasitas yang ia harus berikan 100 persen di setiap pertandingan di level tinggi. Bagi saya, itu seperti motivasi, seperti Anda selalu harus melakukan yang lebih baik,” katanya.

Fernandes mengatakan, contoh Ronaldo telah membantu perkembangannya sendiri dalam hal mentalitas dan dorongan.

”Mentalitas saya datang sedikit dari pemahaman pemain seperti apa yang Anda inginkan. Apakah Anda ingin menjadi pemain yang memiliki musim yang bagus, dan mungkin naik turun, naik turun, atau Anda ingin menjadi pemain yang selalu ingin berada di puncak?'' katanya.

Ditanya tentang pertandingan mana yang paling menginspirasinya, Fernandes memilih jawaban yang mungkin paling jelas menjelang Euro 2020.

”Bagi saya, sebagai orang Portugis, final Euro 2016 adalah inspirasi bagi setiap anak. Saat itu, saya bukan anak kecil lagi, tetapi inspirasi bagi setiap pemain Portugal, misalnya, karena kami tidak pernah memenangkan apa pun di tim nasional. Kami tiba pada saat itu melawan setiap kesempatan untuk memenangkan Euro. Jadi, sebagai orang Portugis, saya sangat bangga dengan itu. Saya ingat pertandingan tersebut sepanjang masa. Saya ingin kami bermain lagi di sana dan ikut memenangkannya juga sekarang,'' katanya.

Bersama sang idola, Bruno Fernandes memang harus berjuang keras mewujudkan impiannya itu. Sebab, berada di grup maut bersama juara dunia Prancis, Selesao Portuguesa harus bisa lolos dari babak penyisihan grup F. Selain Prancis, ada eks juara dunia Jerman yang dikenal sebagai raja turnamen dan Hungaria yang kini tumbuh pesat sebagai salah satu negara kuat sepak bola. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Portugal Bisa Jadi Batu Cadas buat Tim Mana pun

Sport
Lho... Lho...Wayne Rooney Jagokan Prancis

Sport
EURO 2020: Tatkala Busquets dan Kulusevski Absen