Current Issues

Akun Facebook-nya Ditangguhkan 2 Tahun, Donald Trump Ngamuk

Jingga Irawan

Posted on June 5th 2021

credit: France 24

DONALD Trump gigit jari. Harapannya untuk bisa kembali menggunakan media sosialnya hingga kini belum kesampaian. Berbagai platform masih menangguhkan akun-akun Trump, dampak dari kerusuhan di Gedung Capitol, Januari lalu. Kabar terbaru, Facebook telah memastikan memblokir akun Presiden ke-45 Amerika Serikat itu selama dua tahun. 

Sanksi itu diberikan menyikapi keputusan Dewan Pengawas independen yang dibentuk Facebook. Dewan Pengawas itu dibentuk untuk mengkaji putusan Facebook terkait kasus Trump. Sebagaimana diketahui, berbagai platform media sosial termasuk Facebook memblokir akun Trump karena dianggap memprovokasi massa hingga akhirnya pecah kerusuhan di Gedung Capitol pasca Pilpres AS 2020 lalu.

Nah, Dewan Pengawas independen sendiri memastikan apa yang dilakukan Facebook sudah benar. Namun mereka menggarisbawahi bahwa hukuman menangguhkan akun Trump hingga batas waktu tak ditentukan juga melanggar aturan Facebook sendiri. Oleh karena itu Dewan Pengawas memberikan waktu enam bulan agar Facebook meninjau ulang masalah tersebut.

Akhirnya, putusan Dewan Pengawas independen itu dijalankan oleh perusahaan Mark Zuckerberg. Facebook resmi memutuskan penangguhan akun Donald Trump selama dua tahun, Jumat (4/6) waktu setempat. Keputusan itu berlaku sejak akun Trump ditangguhkan pertama kalinya pada 7 Januari 2020. 

"Kami percaya tindakan Mr Trump merupakan pelanggaran berat terhadap aturan kami. Sehingga pantas mendapatkan hukuman tertinggi sesuai protokol penegakan aturan yang baru," kata wakil presiden urusan global Facebook Nick Clegg dalam sebuah pernyataan di blog resmi Facebook. 

Trump pun geram. Ia langsung mengeluarkan statemen keras. Dan, bukan Donald Trump bila tak piawai memainkan emosi pendukungnya. "Putusan Facebook adalah penghinaan terhadap 75 juta orang yang memecahkan rekor yang memilih kami dalam Pilpres yang dicurangi pada 2020 lalu," kata Trump dalam sebuah pernyataan singkat, yang disampaikan Jumat (4/6) waktu setempat.

"Mereka seharusnya tidak dibiarkan lolos dari penyensoran dan pembungkaman ini, dan pada akhirnya, kita akan menang. Negara kita tidak dapat menerima pelecehan ini lagi," tulis pernyataan Trump. Begitulah Trump, ia masih belum bisa move on dari kekalahannya di Pilpres 2020 kemarin. Bahkan, sampai kini ia terus mencari cara untuk bisa dinyatakan sebagai pemenang.

Lucunya, dalam pernyataannya itu, Trump juga menyinggung Mark Zuckerberg. Ia menggambarkan seolah-olah bakal kembali menjadi presiden. "Nanti ketika saya di Gedung Putih, tidak akan ada makan malam lagi atas permintaan Mark Zuckerberg dan istrinya," kata Trump. "Semuanya akan menjadi bisnis!"

Jika hukuman Facebook berlaku selama dua tahun, berarti Trump bisa memakai Facebook-nya lagi pada 7 Januari 2023. Artinya, ia sebenarnya masih punya kesempatan menggunakan media sosial yang paling populer di Amerika Serikat itu untuk aktivitas kampanyenya di Pilpres 2024.

Tapi, Nick Clegg mengatakan Facebook bisa langsung menerapkan kebijakan yang lebih berat jika Trump melakukan pelanggaran lagi. "Ketika penangguhan akhirnya dicabut, akan ada serangkaian sanksi lebih berat termasuk penghapusan akun secara permanen jika Trump melakukan pelanggaran lagi,” kata Clegg.(*)

Related Articles
Current Issues
Donald Trump Beri Selamat Kepada Nigeria Karena Berani Blokir Twitter

Current Issues
Setelah Terus Dikritik, Facebook Bakal Cabut Perlakuan Khusus ke Politisi

Current Issues
Belum Satu Bulan Diluncurkan, Blog Donald Trump Ditutup