Current Issues

Belum Melunak, Joe Biden Malah Tambah Daftar Hitam Perusahaan Tiongkok

Jingga Irawan

Posted on June 4th 2021

(Via Industry Week)

Tak semua kebijakan Donald Trump diganti oleh Presiden AS Joe Biden. Biden tetap melanjutkan kebijakan yang melarang orang Amerika berinvestasi di beberapa perusahaan Tiongkok. Sebab, dicurigai perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan militer Tiongkok.

Dilansir South China Morning Post pada Jum’at (4/6), dalam perintah yang dikeluarkan Kamis (3/6), Biden malah menambahkan 11 perusahaan Tiongkok beserta anak perusahaannya ke dalam "daftar hitam". Total perusahaan yang masuk daftar hitam pun bertambah dari 48 menjadi 59.

Dengan demikian, investor tidak dapat lagi membeli aset baru di perusahaan-perusahaan tersebut di pasar Amerika mulai 2 Agustus. Orang Amerika yang memiliki investasi saat ini di perusahaan tersebut diberi waktu satu tahun untuk mengurangi aset mereka.

Pengumuman tersebut adalah tanda bahwa Joe Biden masih melanjutkan pendekatan garis keras ke Tiongkok, seperti yang sebelumnya dilakukan Donald Trump.

Gedung Putih mengatakan pada Kamis (3/6), perintah tersebut bertujuan untuk mengatasi keadaan darurat nasional yang sebelumnya ditandatangani Trump. Yang dimaksud dengan kondisi darurat adalah kemungkinan ancaman yang ditimbulkan oleh kompleks industri militer milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Menurut New York Times, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Biden yang menolak memfasilitasi pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok. Selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok telah menggunakan penemuan teknologi pengenalan wajah, pemindai telepon, dan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari dorongan pengawasan di Tiongkok.

Tapi lucunya perusahaan pemilik DJI, WeChat, TikTok, termasuk perusahaan induknya ByteDance tak termasuk di antara 59 perusahaan yang masuk daftar hitam. Meskipun sebelumnya muncul kecurigaannya tentang hubungan aplikasi-aplikasi itu dengan Pemerintah Tiongkok.

Tahun lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melarang aplikasi Tiongkok seperti TikTok dan WeChat dari app store AS. Namun, pada Februari, pemerintahan Biden meminta pengadilan federal untuk menunda proses hukum apa pun terkait larangan aplikasi ini. Jadi, masih belum jelas bagaimana rencana Biden untuk TikTok ke depan.

Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Wang Wenbin meminta AS untuk memperbaiki kesalahannya, dan menghentikan tindakan yang menurutnya merusak tatanan pasar keuangan global. Ia juga mengatakan bahwa Tiongkok akan mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaannya.

Sejumlah perusahaan Tiongkok mengajukan tuntutan hukum tak lama setelah Joe Biden menjabat. Tiga operator telekomunikasi, China Mobile, China Telecom, dan China Unicom, meminta otoritas untuk mempertimbangkan kembali keputusannya terkait langkah lanjutan atas perintah Trump.

Sementara, Xiaomi dan Luokung Technology memenangkan pengadilan untuk dibebaskan dari sanksi. Xiaomi, pabrikan smartphone dari Tiongkok, telah dihapus dari daftar hitam Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Sedangkan, kasus Luokung Technology, perusahaan pemrosesan data, sedang menunggu keputusan yang sama.(*)

Related Articles
Tech
Capai Kesepakatan, Xiaomi Berhasil Lolos dari Daftar Hitam AS

Current Issues
Departemen Perdagangan AS Cabut Larangan Bertransaksi dengan TikTok dan WeChat

Tech
Cabut Larangan Trump, Biden Bikin Aturan Baru Soal TikTok, Alipay, dan WeChat