Current Issues

WHO: Vaksinasi Anak-anak "Bukan Prioritas Tinggi" Saat Pasokan Global Terbatas

Dwiwa

Posted on June 4th 2021

Sejumlah negara, termasuk Kanada, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, telah memberikan izin penggunaan darurat sejumlah vaksin Covid-19 untuk anak-anak dan remaja.  Hal ini dilakukan karena target vaksinasi mereka untuk orang dewasa hampir tercapai.

Tetapi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengimunisasi anak-anak untuk melawan Covid-19 bukanlah prioritas tinggi dari perspektif mereka, mengingat pasokan vaksin global sangat terbatas.

Dilansir dari AP, selama sesi di sosial media, pakar vaksin terkemuka WHO Dr Kate O’Brien mengatakan anak-anak tidak boleh menjadi fokus program imunisasi Covid-19, meskipun banyak negara kaya mengizinkan suntikan virus corona mereka untuk remaja dan anak-anak.

“Anak-anak berada pada risiko yang sangat, sangat rendah untuk benar-benar terkena penyakit Covid,” jelas O’Brien, seorang dokter anak dan direktur departemen vaksin WHO. Dia menambahkan, alasan untuk mengimunisasi anak-anak lebih pada untuk menghentikan penularan daripada melindungi mereka dari sakit atau kematian.

“Ketika kita berada di kondisi yang sangat sulit ini, seperti saat ini, di mana pasokan vaksin tidak mencukupi untuk semua orang di seluruh dunia, imunisasi anak-anak bukanlah prioritas utama saat ini,” lanjutnya.

O’Brien mengatakan sangat penting untuk memastikan petugas kesehatan dan orang tua, atau mereka yang memiliki kondisi yang mendasarinya, lebih dulu disuntik sebelum remaja dan anak-anak.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mendesak negara-negara kaya untuk menyumbangkan suntikan ke negara-negara miskin daripada mengimunisasi remaja dan anak-anak. Kurang dari 1 persen vaksin Covid-19 yang diberikan secara global telah digunakan di negara miskin.

O’Brien menambahkan jika mengimunisasi anak-anak akan lebih baik dilakukan saat waktunya tiba, yakni ketika pasokan meningkat jauh lebih banyak. Dia menyebut jika anak-anak tidak perlu divaksin untuk kembali ke sekolah selama orang dewasa yang kontak dengan mereka diimunisasi.

“Imunisasi anak-anak untuk mengirim mereka kembali ke sekolah bukan persyaratan utama mereka kembali ke sekolah dengan aman. Mereka bisa aman kembali ke sekolah jika kita mengimunisasi orang-orang disekitar mereka yang lebih berisiko,” ujarnya. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok Baru Siap untuk Publik Tahun Depan

Current Issues
Meski Ada Vaksin Covid-19, Kehidupan Diperkirakan Baru Akan Normal Pada 2022

Current Issues
Waduh, Cuma 50 Persen Warga Amerika Serikat yang Mau Divaksin