Sport

Manager Meeting Klub Liga 1 Masih Sisakan Tanda Tanya

Mainmain.id

Posted on June 4th 2021

MANAGER MEETING pertama digelar PT Liga Indonesia Baru dan PSSI bersama klub peserta Liga 1 lewat aplikasi Zoom kemarin sore (3/6). Agenda itu bertujuan menginformasikan segala persiapan untuk mengarungi Liga 1 2021 seusai dikeluarkannya izin penyelenggaraan oleh kepolisian. Meski begitu, pertemuan yang hanya berlangsung kurang dari dua jam tersebut tak membahas detail ke arah teknis.

Segala pembahasan tak berbeda jauh dengan apa yang diputuskan kongres PSSI pada 29 Mei 2021. Informasi terkait kepastian digelarnya kompetisi dengan degradasi, sistem promosi, dibahas dalam pertemuan itu. Termasuk penjelasan format kompetisi yang mengikuti Piala Menpora 2021, yakni bubble-to-bubble.

”PT LIB berkomitmen menjalankan hasil kongres, karena itu mandat dari PSSI, sehingga apa yg dibutuhkan kongres itu yang kita jabarkan, sudah tertuang format Liga 1 dan 2, dan juga ada degradasi. Pertemuan tadi belum kepada hal-hal teknis banget. Tadi pertemuan perdana. Kita infokan izin sudah keluar, kita sampaikan formatnya gimana,” ujar Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.

”Kita terangkan, Liga 1 menggunakan bubble-to-bubble, nanti ada 3 kluster dan 6 seri, digelar Juli 2021–Maret 2022. Sepanjang pertemuan tadi tidak ada yang bermasalah dengan aturan ini,” ujar pria yang akrab dipanggil Lulu tersebut.

Sementara itu, seluruh klub menyetujui untuk menjalankan kompetisi dengan format yang ditawarkan PT LIB. Namun, masih ada beberapa hal detail yang perlu dibahas lebih lanjut dalam manager meeting edisi selanjutnya.

Pertama adalah tentang upaya untuk meminimalkan persebaran Covid-19 lantaran kompetisi akan dilakukan dengan sistem kluster yang dibagi di beberapa lokasi. Beberapa klub mengusulkan untuk tidak lagi menempatkan sejumlah tim dalam satu hotel. Arema FC bahkan mengusulkan agar satu hotel hanya dihuni satu tim.

Poin kedua berikutnya yang diharapkan menjadi pembahasan serius adalah mengenai proteksi terhadap sponsorship. Hal itu tidak lepas dari keputusan bahwa tidak ada klub Liga 1 yang bermain di kandang sendiri. Dengan begitu, klub hanya mengandalkan pendapatan dari sponsor dan penjualan merchandise.

Selain dua poin tersebut, poin berikutnya yang sangat krusial untuk dibahas adalah subsidi bagi klub selama penyelenggaraan kompetisi Liga 1 2021. Bagaimana persentase pembagiannya dan jadwal pencarian harus dibeberkan lebih lanjut. Atau, bahkan ada kemungkinan subdisi akan digantikan dengan match fee seperti yang dipraktikkan pada gelaran Piala Menpora April lalu. (Gunawan Sutanto/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Artikel Terkait
Sport
Sekjen PSSI: Izin Sudah Ditandatangani

Sport
Tambaksari Masuk Kandidat Venue Liga 1

Sport
Hak Komersial untuk Klub Belum Jelas, LIB Putuskan Kickoff Liga 1 pada 10 Juli