Tech

Meski Perang Teknologi, Apple Tetap Andalkan Pemasok Komponen Tiongkok

Jingga Irawan

Posted on June 2nd 2021

Getty Images

Apple merupakan salah satu perusahaan AS yang sangat bergantung dengan Tiongkok. Perusahaan yang berpusat di California, Amerika Serikat itu telah menambahkan lebih banyak pemasok dari Tiongkok selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini berlawanan dengan hubungan AS-Tiongkok selama pemerintahan Trump, yang menuntut peningkatan pengawasan terhadap produsen komponen.

Menurut analisis South China Morning Post, hampir sepertiga dari pemasok baru Apple berasal dari Tiongkok. Di antara 52 nama baru pemasok Apple, 15 berasal dari Tiongkok, dengan beberapa perusahaan berbasis di pusat teknologi selatan Shenzhen. Sementara lainnya berasal dari provinsi Jiangsu timur.

Pemasok dari AS dan Taiwan justru menempati peringkat kedua dalam hal jumlah, masing-masing dengan tujuh perusahaan baru yang terpilih.

Peningkatan jumlah perusahaan asal Tiongkok yang disetujui untuk pemasok Apple menyoroti pentingnya Tiongkok dalam rantai pasokan teknologi tingkat tinggi global. Terutama setelah Tiongkok membuktikan kemampuannya menahan pandemi Covid-19 dan menjalankan kembali ekonomi domestiknya.

"Industri manufaktur Tiongkok yang matang masih memiliki daya tariknya terlepas dari ketegangan AS-Tiongkok,” kata Will Wong, seorang analis di perusahaan riset IDC yang berbasis di Singapura.

The Post sebelumnya mengabarkan bahwa pabrik yang berada di Zhengzhou milik Foxconn Technology, perakit subkontrak iPhone terbesar Apple dengan jumlah tenaga kerja 250 ribu orang, menawarkan hadiah uang tunai untuk menarik pekerja baru guna mengatasi kesibukan produksi.

Kondisinya sangat berbeda dengan pabrik iPhone Foxconn di India, yang harus memangkas produksi hingga 50 persen karena infeksi pandemi Covid-19 menyerang para pekerjanya.

"Meskipun demikian, bukan berarti Apple akan menjauh dari peningkatan rantai pasokan dan produksinya. Mengingat ketegangan politik dan gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh pandemi telah mengajarkan para pelaku industri untuk tidak menaruh semua telur mereka dalam satu keranjang,” kata Will Wong.

Sebanyak 200 perusahaan dalam daftar pemasok Apple 2020 menyumbang 98 persen dari pengeluaran langsung perusahaan untuk bahan, manufaktur, dan perakitan produk di seluruh dunia. Hampir 80 persen dari pemasok ini memiliki setidaknya satu lokasi produksi di Tiongkok.

Pemasok yang berbasis di Tiongkok umumnya menawarkan manufaktur dan material dengan nilai tambah yang lebih rendah, sementara produk dan layanan dengan margin keuntungan yang lebih tinggi. Termasuk chip semikonduktor dan komponen canggih, yang dikendalikan oleh pemasok AS dan Taiwan.

Perusahaan Tiongkok yang muncul dalam daftar Apple termasuk Shenzhen Everwin Precision Technology, pembuat komponen cerdas berusia 20 tahun. Ada juga Tianma Microelectronics Co, produsen layar kristal cair (LCD). Lalu ada perusahaan memori flash GigaDevice, dan Nanping Aluminium, produsen logam di Provinsi Fujian.

Mengingat ketergantungan Apple pada Tiongkok sebagai mitra rantai pasokan dan pasar penting untuk produk-produknya, CEO Apple Tim Cook, telah secara aktif membangun hubungan pemerintahan dan bisnisnya.

Tim Cook adalah ketua dewan penasihat Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Tsinghua, posisi yang dapat memberikan akses kepada para pemimpin Tiongkok, termasuk Presiden Tiongkok saat ini Xi Jinping. Kebetulan Xi Jinping merupakan alumnus Universitas Tsinghua.(*)

Related Articles
Tech
Apple Coba Gandeng Produsen Tiongkok untuk Produksi Baterai EV

Tech
Capai Kesepakatan, Xiaomi Berhasil Lolos dari Daftar Hitam AS

Tech
Cabut Larangan Trump, Biden Bikin Aturan Baru Soal TikTok, Alipay, dan WeChat