Lifestyle

Apa Sih Penyebab Utama Seseorang Jadi Gendut dan Obesitas?

Dwiwa

Posted on June 2nd 2021

Ada yang pernah bertanya-tanya mengapa kok badannya bisa gendut bahkan sampai mengalami obesitas? Jawaban untuk pertanyaan ini rasanya sangat sulit untuk ditemukan. Pasalnya, obesitas adalah masalah kesehatan yang kompleks.

Dilansir dari Eat This, Not That!, Emily Rubin, RD, LDN, Direktur di Clinical Dietetics Celiac Center, Fatty Liver Center, Weight Management Center di Universitas Thomas Jefferson menyebut ternyata tempat tinggal memiliki peran dalam menentukan risiko obesitas.

Obesitas dihasilkan dari kombinasi dari berbagai faktor, termasuk perilaku, lingkungan komunitas, dan genetik yang semuanya mengarah kepada tempat tinggal. Menurutnya, perilaku didasarkan pada aktivitas fisik dan pola diet di lingkungan komunitas, seperti akses terhadap toko kelontong dan area yang aman untuk olahraga.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menimbulkan risiko bagi kesehatan dengan indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30. Menurut WHO, masalah ini telah berkembang menjadi proporsi epidemi dengan lebih dari 4 juta orang meninggal setiap tahun akibat kelebihan berat badan atau obesitas.

Samantha Cassetty, MS, RD, ahli nutrisi dan kesehatan yang berbasis di NYC dan rekan penulis dari Sugar Shock sependapat dengan Emily. Sebagai spesialis manajemen berat badan, dia melihat banyak klien yang berjuang dengan obesitas.

 “Ada begitu banyak faktor, termasuk akses ke perawatan kesehatan, ketersediaan tempat yang aman untuk terlibat aktivitas fisik, kemampuan dan waktu untuk menyiapkan dan memasak, dan akses ke makanan utuh,” ujarnya Cassetty.

Tetapi dari semua faktor itu, Cassetty menyebut jika lingkungan makanan menjadi faktor utama yang menyebabkan orang jadi gemuk. Lingkungan kita cenderung mempromosikan makanan olahan yang cepat dicerna dan menyebabkan cepat lapar.

“Ada juga bukti bahwa makanan ultra-proses dapat mengganggu sinyal ke otak yang memberi tahu kapan kalian kenyang, jadi dalam banyak hal, mereka berkontribusi pada makan berlebihan. Selain itu, ketika kalian makan makanan olahan ultra-proses, otak memberi tahu bahwa ini bermanfaat sehingga kalian terus makan,” lanjutnya.

Menurutnya, makanan cepat saji, keripik, pizza, es krim, dan sejenisnya semua dianggap sebagai makanan ultra-proses. Makanan ini mengandung biji-bijian olahan dan mungkin tinggi gula, garam, atau keduanya. Gula tambahan dan biji-bijian olahan meningkatkan peradangan, yang merupakan faktor mendasar dalam pengembangan banyak masalah kesehatan, termasuk obesitas.

“Karena itu, keberadaan dan ketersediaan makanan ultra-proses merupakan faktor penting dalam mengembangkan obesitas,” jelas Cassetty. Melissa Mitri, MS, RDN, Pemilik Melissa Mitri Nutrition, LLC, pun setuju. Menurutnya, makanan ultra-proses adalah penyebab utama obesitas.

“Makanan olahan kemasan dikaitkan dengan penambahan berat badan berlebih. Penelitian menunjukkan mereka yang mengonsumsi makanan olahan cenderung memiliki berat badan lebih. Ini karena makanan dirancang agar sangat enak dan membuat ketagihan. Makanan olahan juga tidak mengenyangkan, sehingga lebih mudah untuk makan berlebihan,” ujar Melissa.

Nah, udah pada tahukan apa yang menyebabkan kita jadi gendut? Jadi, kalau kalian sedang berencana untuk menurunkan berat badan, menghindari berbagai makanan ultra-proses bisa menjadi awal yang baik. (*)

 

Related Articles
Lifestyle
Tips Menjaga Berat Badan Tetap Seimbang di Akhir Tahun yang Banyak Godaan

Lifestyle
Ingin Berumur Panjang? Aturan Diet Jepang Ini Bisa Dicoba

Lifestyle
Gagal Diet dan Berat Bertambah? Mungkin Itu Pengaruh Kebiasaan Bermain Ponsel