Current Issues

WHO Setujui Vaksin Sinovac Biotech untuk Penggunaan Darurat Lawan Covid-19

Dwiwa

Posted on June 2nd 2021

(Foto: EPA-EFE via SCMP)

Vaksin Covid-19 buatan Tiongkok Sinovac Biotech akhirnya disetujui untuk penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir SCMP, WHO mengumumkan keputusan tentang kejelasan vaksin yang juga disebut sebagai CoronaVac tersebut pada Selasa (1/6).

Sinovac menjadi vaksin buatan Tiongkok kedua yang mendapat izin penggunaan darurat dari WHO. Sebelumnya, vaksin asal Tiongkok lain, Sinopharm, juga sudah lebih dulu mendapat izin penggunaan darurat dari badan PBB tersebut pada 7 Mei lalu.

Dengan izin tersebut, diharapkan program distribusi vaksin CoronaVac yang sempat tersendat, bisa terselesaikan. Perusahaan penghasil CoronaVac yang berbasis di Beijing dan mengklaim bisa memproduksi 2 miliar dolar dosis pertahun ini, bisa ditambahkan ke dalam daftar yang memenuhi syarat untuk memasok program  yang disponsori WHO. 

“Dunia sangat membutuhkan banyak vaksin Covid-19 untuk mengatasi ketidakadilan akses yang sangat besar di seluruh dunia. Kami mendesak produsen untuk berpartisipasi dalam Fasilitas Covax, berbagi pengetahuan dan data mereka, serta berkontribusi untuk mengendalikan pandemi,” ujar Dr Mariangela Simao, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Akses ke Produk Kesehatan.

Vaksin lain yang juga sudah mendapat izin penggunaan darurat dari WHO adalah Pfizer-BioNTech, AstraZeneca-Oxford, Johnson & Johnson, Moderna, dan Sinopharm, yang diproduksi oleh pembuat vaksin di India dan Korea Selatan. Izin tersebut dikeluarkan setelah vaksin memenuhi standar keamanan dan manufaktur serta efektif mencegah Covid-19 setidaknya 50 persen.

Kemanjuran Sinovac telah menjadi pertanyaan besar dalam peluncuran global vaksin tersebut. Pasalnya, data dari uji klinis fase akhir belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review. Lokasi studi yang berbeda juga melaporkan hasil kemanjuran tidak sama, mulai dari 50,7 persen sampai 83,5 persen efektif.

Meng Weining, wakil presiden urusan internasional Sinovac mengatakan jika perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah tingkat keparahan epidemi atau sirkulasi varian virus pada saat uji coba.

Sementara itu, Kelompok Penasihat Ahli Imunisasi WHO juga sudah memberi rekomendasi penggunaan vaksin Sinovac meski tidak memberikan lisensi. Vaksin ini direkomendasikan digunakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Peran vaksin CoronaVac dalam pasokan vaksin global terbilang cukup besar. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Brasil, Indonesia, dan Filipina berebut akses ke vaksin tersebut.

Menurut perusahaan pembuatnya, sekitar 600 juta dosis CoronaVac telah dipasok di dalam dan luar negeri, dengan 430 juta sudah diberikan. Dengan diberikannya izin penggunaan darurat dari WHO (EUL), diharapkan agar jangkaun pasar vaksin ini bisa semakin luas. (*)

 

Related Articles
Current Issues
1,5 Juta Vaksin Pfizer Tiba, Bisa Digunakan untuk Warga Usia 12 Tahun ke Atas

Current Issues
Ini Alasan Mengapa Kamu Tak Perlu Pilih-Pilih Jenis Vaksin Covid-19

Current Issues
Vaksin Covid-19 Janssen dan Convidecia Dapat EUA dari BPOM