Sport

Euro 2020, Siapa Tak Keder Berhadapan dengan Prancis

Mainmain.id

Posted on June 2nd 2021

Prancis saat ini difavorit menjadi juara Euro 2020. Seabrek status menunjukkan itu. Semuanya ada di skuad dari Negeri Anggur. Materi pemain merata. Banyak nama besar di sana. Prancis finalis Euro 2016. Les Bleus juga juara Piala Dunia 2018.

Harian bergengsi Prancis L'Equipe, Minggu (30/5) menuliskan bahwa pelatih Prancis Didier Deschamps adalah orang yang paling bahagia sekarang. Semuanya yang ia inginkan di timnas Prancis tersedia. Pemilihan pemain dilakukan berdasarkan prestasi terakhir. Dan, semuanya terakomodasi. Karim Benzema yang semula dikucilkan dari Les Bleus --julukan tim nasional Prancis-- kini sudah direhabilitasi. Striker Madrid itu kembali memperkuat timnas.

''Tidak ada alasan untuk tidak optimistis. Semoga hasilnya sesuai harapan pencinta sepak bola di negeri ini,'' sebut L'Equipe dalam tulisan editorialnya. Harian olahraga berbahasa Prancis itu setuju Karim Benzema adalah biangnya. Ia ibarat jimat bagi Les Bleus. Enam tahun berpisah dari timnas adalah sebuah hukuman sosial yang sangat berat bagi eks striker Lyon. Ia adalah predator komplet. Skill di atas rata-rata. Nalurinya tergolong buas. Ia juga tidak selfish (egois). Ia bisa jadi pelayan untuk rekannya yang lain yang berdiri bebas.

Prancis, kata L'Equipe, punya barisan pemain sejuta talenta. Deschamps mendapatkan ruang yang luas untuk melakukan pilihan bermain mana suka antara seabrek bintang di antara setumpuk megabintang. Trofi Euro 2020 ada dalam jangkauan. Sangat dan sangat dekat. Jaraknya hanya terpisah oleh seutas turnamen saja.

Deschamps tinggal memilih 11 orang terpercaya untuk menuntaskan ambisi. Status sosial sebagai juara dunia sudah pasti membuat lawan-lawan keder. ''Deschamps harus bisa memanfaatkan itu,'' sebut L'Equipe. Menurut harian ini, status Prancis sekarang mirip-mirip Spanyol pada 2008-2012. Secara teknis, lawan setaranya hanya juara bertahan Portugal.

Deschamps secara terang-terangan mengaku dendam dengan Portugal. Meski pusing sendiri memilih starting 11, Deschamps tidak habis pikir saat Portugal harus menyerah dari Cristiano Ronaldo dkk empat tahun lalu. Prancis sudah bertekad menyingkirkan Portugal, apalagi kini mereka malahan berada satu grup.

Prancis tetap menggetarkan siapa pun. Sebab, Les Bleus hanya kalah tiga kali dari 39 pertandingan. Realitas ini menjadi catatan bagi lawan-lawannya, termasuk Portugal dan Jerman.

Hampir tidak ada pergantian penjaga yang mencolok. Blaise Matuidi dan Samuel Umtiti, keduanya starter dari grup yang memenangkan Piala Dunia hampir tiga tahun lalu, telah pergi. Sisanya, termasuk Olivier Giroud yang mirip Peter Pan, hampir sama persis.

Perpaduan Prancis amat menggiurkan. Penampil kelas dunia yang sesungguhnya - yaitu N'Golo Kante, Paul Pogba, Kylian Mbappe, Benzema, dan Antoine Griezmann - dipuji setinggi langit oleh orang-orang di sekitar mereka.

Bukan hal yang aneh jika empat dari tujuh pemain termahal dunia sekarang dalam sejarah berasal dari Prancis. Mereka bermain, atau pernah bermain, untuk klub terbesar di dunia, mendorong gelar dan membawa sikap tanpa henti mereka dalam tugas internasional.

Menurut Transfermarket, skuad mereka menempati urutan pertama dalam hal nilai gabungan semua pemainnya. Angka tersebut mencapai  1,04 miliar pounds atau 20.3 triliun, tepat di depan Inggris. Uang memang bukan jaminan kesuksesan, tetapi uang pasti membantu mencapai sukses.

Prancis ingin segera mementaskan drama kolosal mereka yang ajaib. Potensi menemepatkan Benzema di lini tengah, dengan Mbappe dan Griezmann di kedua sisi sangat menggiurkan.

Les Bleus memiliki sistem, pelatih, dan para pemain untuk bekerja keras musim panas ini. Tapi apa rahasia mereka? Bagaimana Prancis membentuk sekumpulan talenta bertabur bintang yang siap  menghadapi lawan mana pun?

Dua tahun lalu di Rusia, Prancis membawa serta skuad termuda kedua dalam kompetisi tersebut. Usia rata-rata pemain mereka hanya 25,6 tahun, sedikit di belakang 25,5 tahun Nigeria. Faktanya, hanya Brasil pada  1970 yang memenangkan trofi bersama tim yang lebih muda.

Setiap posisi memiliki beberapa pemain yang berdesak-desakan untuk menjadi pilihan pertama. (Max Wangge/Harian Disway)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Tulisan ini sebelumnya telah tayang di Harian Disway (partner Mainmain.id)

Related Articles
Sport
Cedera Lutut Bisa Anulir Karim Benzema dari EURO 2020

Sport
EURO 2020: Belanda Harus Menang agar Aman

Sport
EURO: Ayam Jantan Prancis Ngebet Juara