Current Issues

Antibodi Usai Vaksinasi Mungkin Tidak Terbentuk pada Pasien Autoimun

Dwiwa

Posted on June 1st 2021

Vaksinasi diharapkan menjadi salah satu senjata ampuh untuk mengakhiri pandemi dengan segera. Teorinya, semakin banyak orang yang divaksin, maka akan terbentuk suatu kekebalan komunal alias herd immunity di populasi tersebut.

Tetapi sayangnya, vaksin ini tidak memengaruhi orang secara sama. Beberapa orang tidak mengalami efek samping, tetapi beberapa lainnya harus merasakan sedikit rasa sakit usai mendapat suntikan. Selain itu, beberapa orang membangun kekebalan yang kuat setelah vaksinasi, tetapi yang lain tidak seberuntung itu.

Dilansir dari Bestlife, sulit untuk memprediksi bagaimana tubuh kita akan merespon. Tetapi para ahli medis telah memperingatkan bahwa orang dengan gangguan autoimun atau mereka yang menggunakan penekan kekebalan mungkin tidak memiliki respon yang kuat.

Dan sebuah studi terbaru mengungkap jika orang yang pernah melakukan transplantasi mungkin tidak memproduksi antibodi. Studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association menemukan 46 persen dari pasien transplantasi yang mendapat dua dosis vaksin Moderna atau Pfizer tidak menghasilkan antibodi Covid-19.

Kabar baiknya, 40 persen dari 658 pasien transplantasi yang diteliti tidak memiliki antibodi setelah vaksinasi pertama, tetapi mengembangkan antibodi setelah suntikan kedua. Tetapi ini tetap menyisakan sebagian besar pasien tanpa perlindungan terhadap Covid-19.

"Ini sangat kontras dari yang kami harapkan. Aku mendengar tentang transplantasi dan orang-orang yang mengalami imunosupresi lainnya yang mendapat vaksinasi dan melonggarkan protokol kesehatan dan mereka sekarang dirawat di rumah sakit dan beberapa di antaranya dalam kondisi gawat karena tertular Covid-19,” ujar dr Dorry Segev, ahli bedah transplantasi di Rumah Sakit John Hopkins kepada CBS News.

Hal senada juga diungkap oleh penelitian di Mayo Clinic yang diterbitkan dalam American Journal of Transplantation April lalu. Studi kecil ini melihat tujuh penerima transplantasi organ yang didiagnosis Covid-19 di Mayo Clinic Florida setelah mendapatkan vaksin mRNA dari Pfizer atau Moderna.

Dua pasien baru mendapat dosis pertama, dan lima lainnya sudah divaksinasi penuh. Hasilnya, ada lima pasien dirawat di rumah sakit, tiga di antaranya membutuhkan oksigen setelah keluar. Hanya satu pasien yang memiliki antibodi melawan Covid.

Oleh karena itu, tim peneliti memperkirakan bahwa tingkat infeksi pada penerima transplantasi organ padat yang divaksinasi adalah 10 kali lebih tinggi daripada populasi umum.

Dr Hani Wadei, kepala penelitian tersebut, dalam sebuah pernyataan mengatakan jika hasil studi mereka menunjukkan bahwa pasien transplantasi tidak memiliki respons kekebalan yang sama seperti populasi umum.

Karena itu, Wadei menyarankan agar semua orang, terutama pasien transplantasi, tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, dan menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan.

Studi lain yang diterbitkan di jurnal Annals of the Rheumatic Disease melihat dua kelompok pasien yang divaksin Covid-19, yakni 84 pasien dengan penyakit autoimun (seperti rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, psoriasis, dan jenis penyakit arthritis tertentu) dan 182 peserta yang sehat.

Hasilnya pada kelompok terakhir, semua, kecuali satu orang mengembangkan antibodi terhadap Covid-19. Sementara pada kelompok pertama, sebanyak 1 dari 10 orang gagal mengembangkan antibodi apapun.

Penelitian ini secara khusus menunjukkan jika pasien yang menggunakan obat-obatan metrotreksat dan rituximab untuk penyakit autoimun merespon vaksin dengan buruk. Hal ini karena obat-obatan tersebut menekan sistem kekebalan sehingga gangguan tersebut, yang menyebabkan sistem kekebalan terlalu aktif jadi lebih terkendali.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga telah mengingatkan orang dengan sistem kekebalan yang terganggu, termasuk mereka yang telah melakukan transplantasi organ harus tetap memakai masker meski sudah divaksinasi penuh. (*) 

Related Articles
Current Issues
Warga AS yang Sudah Divaksin Boleh Lepas Masker, Bagaimana dengan Indonesia?

Current Issues
Penelitian Temukan Orang yang Divaksin Bisa Tertular Covid-19, Tetapi Jarang

Current Issues
Vaksin Jadi Angin Segar Penerbangan Internasional, Tetapi Bukan Segalanya