Tech

Intel Sebut Kekurangan Chip Ancam Produksi Kendaraan Listrik

Jingga Irawan

Posted on June 1st 2021

Produksi chip semikonduktor saat ini terbilang lambat jika dibandingkan perkembangan kendaraan listrik (EV). Dilansir dari Oilprice.com, pembuat chip semikonduktor, Intel mengatakan bahwa krisis pasokan microchip dapat menunda peralihan serta revolusi EV. Dan, perlu beberapa tahun untuk mengatasi kekurangan semikonduktor global.

“Sementara industri (chip) telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kendala jangka pendek, masih perlu beberapa tahun bagi ekosistem untuk mengatasi kekurangan kapasitas pembuatan, substrat, dan komponen,” kata kepala eksekutif Intel Pat Gelsinger dalam acara virtual di Computex, Senin (31/5).

Chip semikonduktor merupakan salah satu komponen penting untuk pembuatan barang-barang elektronik, seperti laptop dan berbagai produk industri manufaktur mobil. Kekurangan ini disebabkan oleh melonjaknya permintaan atas barang elektronik selama pandemi Covid-19 serta penggunaan chip untuk EV dan kendaraan konvensional. 

Kondisi ini memengaruhi industri manufaktur mobil, dari penundaan peluncuran mobil listrik hingga penghentian produksi beberapa mobil paling ikonik di AS selama berminggu-minggu. Bahkan, dapat memicu lonjakan harga produk.

Maret lalu, Intel mengumumkan bahwa perusahaan menginvestasikan USD 20 miliar untuk membangun dua pabrik baru di Arizona untuk mengatasi kekurangan chip semikonduktor serta memenuhi permintaan pasar Eropa serta AS.

Sementara ekspansi untuk produksi chip baru akan memenuhi permintaan pasar dalam beberapa tahun mendatang. Kekurangan saat ini diperkirakan akan berlangsung satu atau dua tahun lagi.

Awal bulan ini, pembuat semikonduktor Jerman Infineon juga memperingatkan bahwa pasar microchip global dapat kembali normal mungkin pada tahun 2023. “Situasi akan ketat pada 2022,” kata chief operating officer Infineon Jochen Hanebeck pada awal Mei.

Ford, yang juga memiliki strategi perluasan pasar EV, mengatakan pada bulan April bahwa perusahaan diperkirakan akan kehilangan sekitar 1,1 juta unit produksi tahun ini karena kekurangan semikonduktor,  yang dapat berdampak buruk pada pendapatan intinya.

Pembuat EV Tiongkok, Nio, memperingatkan krisis pasokan akan berlangsung hingga akhir tahun. Sementara Tesla awal pekan ini dikabarkan sedang berdiskusi dengan penyedia chip semikonduktor tentang kemungkinannya membayar di muka untuk mengamankan pasokan bagi mobilnya.(*)

Related Articles
Tech
Mazda Luncurkan 13 Model Mobil Listrik pada 2025

Tech
Produsen Semen Jepang Taiheiyo Siap Produksi Baterai EV yang Lebih Canggih

Tech
Saingi Gigafactory Tesla Di Eropa, Volvo Produksi Baterai Bareng Northvolt